Ini Strategi Bertahap Pelaku Ritel Hadapi Kenaikan PPN 12 Persen

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 16 Desember 2024 | 19:18 WIB
Ini Strategi Bertahap Pelaku Ritel Hadapi Kenaikan PPN 12 Persen
Ilustrasi dampak negatif kenaikan ppn 12 persen. [Ist]

Suara.com - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang diberlakukan mulai 2025 menjadi perhatian bagi berbagai sektor ekonomi, termasuk ritel. Meski dinilai sebagai tantangan besar, pelaku usaha tetap optimis bahwa daya beli masyarakat dapat dijaga dengan strategi yang tepat.

Wakil Ketua Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo), Fetty Kwartati, menyatakan bahwa pelaku usaha saat ini fokus menyelesaikan tantangan ekonomi secara bertahap.

"Kita one at a time. Ini kita beresin dulu kuartal empat. Tentu nanti di kuartal satu tahun depan bisa buat program yang sama dengan tema berbeda. Tapi intinya untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang betul-betul ada. Jadi ini kita kejar akhir tahun dulu," kata Fetty ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/12/2024).

Upaya mendongkrak daya beli masyarakat pada kuartal keempat 2024 itu dilakukan dengan mengadakan Bina Diskon di banyak mall yang tersebar di 24 provinsi. Mengenai pemberlakuan PPN 12 persen pada 2025, menjadi tantangan selanjutnya bagi pengusaha.

Fetty menjelaskan, pada kuartal pertama 2025 daya beli masyarakat kemungkinan akan relatif lebih stabil karena didukung momentum konsumsi pada perayaan Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri.

"Nanti di kuartal satu pasti ada challenge juga. Tapi kuartal satu itu kita terbantu dengan adanya Chinese New Year, ada Ramadhan, ada Lebaran. Itu masih terbantu konsumsi," tuturnya.

Strategi bertahap ini penting untuk menjaga kestabilan sektor ritel, terutama di tengah ancaman inflasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Meskipun kenaikan PPN bisa memengaruhi harga barang, pelaku usaha optimis bahwa program-program inovatif dapat menjadi solusi.

"Nanti di kuartal dua kita harus berfikir lagi, harus ada program apa lagi," kata Fetty.

Dengan pendekatan ini, pelaku usaha berharap dapat terus beradaptasi terhadap kondisi ekonomi yang dinamis, sembari menjaga daya beli masyarakat sebagai penggerak utama perekonomian.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPN 12 Persen Bikin Ketar-ketir, Tantangan Pengusaha Ritel Tahun Depan Makin Berat

PPN 12 Persen Bikin Ketar-ketir, Tantangan Pengusaha Ritel Tahun Depan Makin Berat

News | Senin, 16 Desember 2024 | 19:05 WIB

Jangan Makan Makanan Jenis Ini, Tahun Depan Harga Naik Kena PPN 12 Persen

Jangan Makan Makanan Jenis Ini, Tahun Depan Harga Naik Kena PPN 12 Persen

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 16:46 WIB

PPN 12 Persen Resmi Naik, Sri Mulyani Mulai Incar Barang dan Jasa Mewah

PPN 12 Persen Resmi Naik, Sri Mulyani Mulai Incar Barang dan Jasa Mewah

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 16:26 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Tegaskan Lagi, Barang dan Jasa Mewah Dikenakan PPN 12%

Menko Perekonomian Airlangga Tegaskan Lagi, Barang dan Jasa Mewah Dikenakan PPN 12%

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 16:21 WIB

PPN 12 Persen Resmi Naik, Pemerintah Sebut Ada Potensi Penerimaan Rp75 Triliun

PPN 12 Persen Resmi Naik, Pemerintah Sebut Ada Potensi Penerimaan Rp75 Triliun

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 16:14 WIB

Terkini

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×