Berkedok Pabrik Cokelat, Bisnis Narkoba Milik Rezim Assad Kini Terbongkar!

Bella | Suara.com

Selasa, 17 Desember 2024 | 11:53 WIB
Berkedok Pabrik Cokelat, Bisnis Narkoba Milik Rezim Assad Kini Terbongkar!
Jeruk palsu berisi pil Captagon pada 29 Desember 2021. (AFP)

Suara.com - Setelah jatuhnya rezim Bashar al Assad, Suriah kini membuka tabir gelap yang selama ini sulit diungkap, termasuk keterlibatan rezim dalam perdagangan captagon, sejenis amfetamin yang telah membanjiri Timur Tengah selama bertahun-tahun. Dengan berakhirnya kekuasaan lama, kelompok baru seperti Hayat Tahrir al Sham (HTS) mengambil alih vila-vila mewah dan pabrik-pabrik yang dulu dikendalikan oleh para penguasa narkoba.

Dalam kunjungan ke dua lokasi berbeda, yaitu sebuah vila pribadi di dekat perbatasan Lebanon dan pabrik captagon di pinggiran Damaskus, keadaannya begitu mencengangkan. Bau menyengat bercampur logam segera menyerang hidung. Para penjaga HTS mengakui bahwa bau tersebut kerap menyebabkan sakit kepala.

“Kami sudah membakar simpanan pil captagon yang ditemukan di sini,” ujar salah satu penjaga, seraya menunjukkan tumpukan bahan baku seperti kafein, alkohol, dan karung-karung putih menyerupai tepung.

Abu Baker, seorang prajurit HTS, dengan tegas menyatakan bahwa produksi narkoba semacam itu tidak pernah dibiarkan di wilayah Idlib yang dikuasai HTS.

Ilustrasi narkoba jenis sabu.[Pixabay]
Ilustrasi narkoba jenis sabu.[Pixabay]

“Kami tahu apa yang terjadi di seluruh Suriah, terutama di bawah rezim Assad. Ekonomi rezim mati, jadi mereka membiayai diri dengan uang dari perdagangan narkoba,” jelasnya.

Vila-vila di lingkungan tersebut dulunya milik perwira Divisi Lapis Baja ke-4 yang dipimpin oleh Maher al Assad, saudara Bashar al Assad yang dikenal kejam. Salah satunya adalah vila milik Kolonel Baseem, seorang tokoh yang ditakuti warga sekitar.

“Saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa vila ini digunakan untuk produksi narkoba,” kata Abu Bilal, seorang petani yang tinggal di sebelahnya.

Setelah dipaksa keluar saat pembangunan vila, ia hanya berani kembali setelah rezim jatuh.

“Kami tidak tahu sama sekali tentang operasi gelap ini. Ini benar-benar menghancurkan negara.”

Bagi negara-negara tetangga, peredaran captagon dari Suriah telah menjadi ancaman serius. Para bandar narkoba rezim Assad sudah lama menjadi sasaran sanksi AS, Uni Eropa, dan Inggris.

Menekan ekspor ilegal captagon bahkan sempat menjadi alat tawar-menawar dalam upaya normalisasi hubungan Suriah dengan negara-negara Arab.

Menurut Bank Dunia, perdagangan captagon adalah sektor paling bernilai di tengah ekonomi Suriah yang porak-poranda akibat perang, dengan estimasi nilai mencapai US$1,9 miliar (sekitar Rp30 triliun) hingga US$5,6 miliar (sekitar Rp90 triliun), hampir menyamai PDB Suriah yang hanya US$6,2 miliar (sekitar Rp93 triliun) pada 2023.

Di salah satu pabrik, lapisan atasnya memproduksi cokelat dan keripik, sementara lantai bawahnya menjadi sarang produksi narkoba. Pil captagon disembunyikan dalam berbagai benda, mulai dari sistem kelistrikan hingga buah plastik. Harga satu pil berkisar antara US$2 (Rp30.000) hingga US$20 (sekitar Rp300 ribu), tergantung lokasi penjualannya.

Mohammad al Toot, pemilik pabrik tersebut, menceritakan bagaimana pabrik makanannya diambil alih paksa ketika ia mengungsi ke Mesir pada 2014.

“Amer Khayti bersama Maher al Assad dan Bashar al Assad mengubah pabrik saya menjadi tempat produksi narkoba. Saya mencoba mendapatkan hak saya kembali, tetapi tidak ada yang membantu,” ungkapnya dengan getir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengerikan! Kuburan Massal Rezim Assad Dekat Damaskus Terungkap

Mengerikan! Kuburan Massal Rezim Assad Dekat Damaskus Terungkap

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 10:46 WIB

Pemimpin HTS Bersumpah Suriah Tak Akan Jadi Basis Serangan ke Israel

Pemimpin HTS Bersumpah Suriah Tak Akan Jadi Basis Serangan ke Israel

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 10:29 WIB

Bashar al-Assad Bantah Kabur dari Suriah: "Saya Dievakuasi Rusia!"

Bashar al-Assad Bantah Kabur dari Suriah: "Saya Dievakuasi Rusia!"

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 10:14 WIB

Bukan Napi Narkoba, Presiden Prabowo Diminta Prioritaskan Amnesti untuk Tapol dan Napol

Bukan Napi Narkoba, Presiden Prabowo Diminta Prioritaskan Amnesti untuk Tapol dan Napol

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 09:46 WIB

Serangan Udara Israel Hujani Suriah: Latakia, Damaskus, dan Homs Jadi Sasaran

Serangan Udara Israel Hujani Suriah: Latakia, Damaskus, dan Homs Jadi Sasaran

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 09:37 WIB

Israel Gandakan Penduduk Golan, Suriah dan Negara Arab Mengecam!

Israel Gandakan Penduduk Golan, Suriah dan Negara Arab Mengecam!

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 08:55 WIB

Kekuasaan Asing Berebut Pengaruh, Suriah di Ambang Perpecahan

Kekuasaan Asing Berebut Pengaruh, Suriah di Ambang Perpecahan

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 08:27 WIB

Operasi Evakuasi WNI dari Suriah Berlanjut, 83 Orang Menunggu

Operasi Evakuasi WNI dari Suriah Berlanjut, 83 Orang Menunggu

News | Senin, 16 Desember 2024 | 23:25 WIB

Rahasia Kekayaan Assad: Bagaimana Rp4 Triliun Sampai ke Rusia?

Rahasia Kekayaan Assad: Bagaimana Rp4 Triliun Sampai ke Rusia?

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 03:15 WIB

Provokasi Israel!  Ekspansi Pemukiman di Golan Suriah Dikecam Dunia Arab

Provokasi Israel! Ekspansi Pemukiman di Golan Suriah Dikecam Dunia Arab

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 02:10 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB