Hannibal Lecter dari Inggris, Kisah Robert Maudsley yang Memburu Predator Seksual di Penjara dan Membunuh Mereka

Bella | Suara.com

Selasa, 24 Desember 2024 | 07:05 WIB
Hannibal Lecter dari Inggris, Kisah Robert Maudsley yang Memburu Predator Seksual di Penjara dan Membunuh Mereka
Ilustrasi penjara. (Shutterstock).

Suara.com - Nama Robert Maudsley, seorang pembunuh berantai yang dikenal sebagai "Hannibal Lecter dari Inggris," terus menjadi perbincangan hingga kini. Kisahnya mengerikan sekaligus penuh kontroversi, terutama karena para korban yang ia habisi adalah pelaku kejahatan seksual.

Maudsley menjadi terkenal setelah membunuh sesama narapidana, David Francis, pada tahun 1977. Tidak lama kemudian, ia kembali membunuh dua narapidana lainnya di dalam penjara dengan cara brutal.

Salah satu korbannya, Bill Roberts, tewas setelah Maudsley menikamnya berulang kali dengan belati buatan. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, Maudsley dengan tenang mendekati penjaga penjara dan berkata, "Malam ini akan ada dua orang yang tidak makan malam."

Karena dianggap terlalu berbahaya untuk ditempatkan bersama narapidana lain, otoritas penjara membangun sebuah sel khusus di bawah tanah yang mirip kandang kaca pada tahun 1983. Sel ini terinspirasi dari cerita fiksi namun menjadi kenyataan bagi Maudsley.

Ilustrasi penjara. (Unsplash.com/ Emiliano Bar)
Ilustrasi penjara. (Unsplash.com/ Emiliano Bar)

Menurut keponakannya, Gavin Maudsley, Robert lebih memilih isolasi daripada hidup di tengah pelaku kejahatan seksual.

“Dia tahu apa yang akan terjadi jika dia ditempatkan di antara para pemerkosa dan pedofil. Dia akan membunuh sebanyak mungkin dari mereka,” ujar Gavin dalam wawancara dengan Channel 5, Evil Behind Bars.

Meski kejahatannya sulit dimaafkan, Gavin memberikan pandangan yang lebih manusiawi.

"Saya tidak membenarkan apa yang dia lakukan. Dia melakukan hal-hal yang sangat buruk. Tetapi, dia tidak pernah membunuh anak-anak atau perempuan. Korban-korbannya adalah orang-orang yang juga melakukan kejahatan mengerikan," katanya.

Maudsley sendiri tidak pernah mengelak dari perbuatannya. Ia menjalani hidup dalam isolasi penuh selama lebih dari 40 tahun, menciptakan kisah seorang pria yang terjebak di antara naluri kejam dan dendam terhadap pelaku kejahatan seksual.

Kisah Maudsley terus memicu perdebatan tentang moralitas dan keadilan. Sebagian melihatnya sebagai ancaman, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk "keadilan alternatif" di balik jeruji. Apa pun pandangannya, Maudsley tetap menjadi salah satu narapidana paling terkenal dan menakutkan dalam sejarah Inggris.

Hingga kini, ia menjalani hari-harinya di dalam "kandang kaca," terisolasi dari dunia luar, membawa bayangan kelam atas kejahatan yang pernah ia lakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penahanan Gubernur Bengkulu Nonaktif Rohidin Mersyah Diperpanjang 40 Hari

Penahanan Gubernur Bengkulu Nonaktif Rohidin Mersyah Diperpanjang 40 Hari

News | Jum'at, 13 Desember 2024 | 17:29 WIB

Ayah yang Biarkan Anaknya Mati Kelaparan Dapat Pelajaran Dari Sesama Tahanan

Ayah yang Biarkan Anaknya Mati Kelaparan Dapat Pelajaran Dari Sesama Tahanan

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 04:05 WIB

Gegara Hakim Absen, 15 Eks Pegawai KPK Kasus Pungli Tahanan Koruptor Gagal Divonis Hari Ini

Gegara Hakim Absen, 15 Eks Pegawai KPK Kasus Pungli Tahanan Koruptor Gagal Divonis Hari Ini

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 12:12 WIB

Bebas Setelah Jatuhnya Assad: Kisah Haru Pria Yordania yang Dipenjara 38 Tahun di Suriah

Bebas Setelah Jatuhnya Assad: Kisah Haru Pria Yordania yang Dipenjara 38 Tahun di Suriah

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 20:35 WIB

Video Mengerikan Ungkap Kekejaman di Rumah Jagal Penjara Saydnaya, Penampakan Mesin Pemeras Besi Jadi Sorotan

Video Mengerikan Ungkap Kekejaman di Rumah Jagal Penjara Saydnaya, Penampakan Mesin Pemeras Besi Jadi Sorotan

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 09:30 WIB

Kejagung Pindahkan Tahanan Kasus Timah Alwin Akbar ke Jakarta, Apa Alasannya?

Kejagung Pindahkan Tahanan Kasus Timah Alwin Akbar ke Jakarta, Apa Alasannya?

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 00:05 WIB

10 Tahanan KPK Nyoblos di Pilkada Jakarta, Ini Daftarnya

10 Tahanan KPK Nyoblos di Pilkada Jakarta, Ini Daftarnya

Kotak Suara | Rabu, 27 November 2024 | 12:32 WIB

Sosok Kepala Rutan Salemba yang Dinonaktifkan Buntut 7 Tahanannya Kabur

Sosok Kepala Rutan Salemba yang Dinonaktifkan Buntut 7 Tahanannya Kabur

News | Jum'at, 15 November 2024 | 20:00 WIB

Buntut 7 Tahanan Narkoba Kabur, Yusril Perintahkan Kemen Imipas Investigasi Rutan Salemba

Buntut 7 Tahanan Narkoba Kabur, Yusril Perintahkan Kemen Imipas Investigasi Rutan Salemba

News | Kamis, 14 November 2024 | 19:01 WIB

DPR Mau Bentuk Panja Pemasyarakatan Buntut 7 Tahanan Salemba Kabur, Begini Respons Menko Yusril

DPR Mau Bentuk Panja Pemasyarakatan Buntut 7 Tahanan Salemba Kabur, Begini Respons Menko Yusril

News | Kamis, 14 November 2024 | 18:28 WIB

Terkini

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:18 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:25 WIB