Siapa Ronny Sompie, Dipecat Yasonna Laoly karena Kejanggalan Kasus Harun Masiku Tercium Media

Wakos Reza Gautama

Kamis, 26 Desember 2024 | 15:54 WIB
Siapa Ronny Sompie, Dipecat Yasonna Laoly karena Kejanggalan Kasus Harun Masiku Tercium Media
Sosok Ronny F Sompie. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kasus suap Harun Masiku terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mencuat setelah KPK menjadikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka. 

KPK menyebut Hasto memiliki andil besar dalam kasus suap Harun Masiku. Hasto lah yang mengatur skenario agar Harun bisa lolos menjadi anggota DPR RI menggantikan caleg PDIP terpilih Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia.

Selain Hasto, kasus ini juga kini menyeret mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Politisi PDIP ini ikut diperiksa KPK terkait kasus suap Harun Masiku. 

Ketika kasus Harun Masiku disidik KPK di tahun 2020, Yasonna adalah Menkumham yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan.

Ketika penyidikan kasus ini berlangsung, kejanggalan mengenai posisi Harun Masiku sempat tercium media massa. 

Ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020, Harun Masiku lolos. Ternyata Harun sempat pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.

Menkumham saat itu Yasonna Laoly menyatakan Harun Masiku belum terdeteksi berada di Indonesia sejak pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.

Fakta sebaliknya ditemukan tim majalah Tempo. Berdasarkan rekaman CCTV Bandara Soekarno Hatta, Harun ternyata kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2024 atau sehari sebelum KPK melakukan OTT.

Yasonna yang dikonfirmasi mengenai hal ini masih kukuh mengatakan bahwa Harun Masiku belum berada di Indonesia. 

baca juga

Sementara Istri Harun sudah mengakui bahwa sang suami mengabarkan sudah berada di Jakarta pada 7 Januari 2024. Keberadaan Harun ini menjadi polemik. 

Hingga akhirnya Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie memberikan keterangan tertulis kepada awak media, 22 Januari 2024. Ronny mengakui Harun telah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM [Harun Masiku] telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," kata Ronny.

Menurut Ronny Sompie, keterlambatan informasi itu terjadi karena kesalahan sistem data perlintasan di Soekarno-Hatta.

"Ada delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta ketika Harun Masiku tiba," katanya melalui keterangan tertulis.

Ronny menyatakan telah memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi untuk mendalami keterlambatan sistem itu.

Setelah Ronny menyampaikan klarifikasi, Yasonna memecat Ronny sebagai Dirjen Imigrasi. Inspektorat Jenderal Kemenkumham membentuk tim gabungan yang bersifat independen.

Yasonna mengatakan, Ronny dicopot dari jabatannya agar tidak terjadi konflik kepentingan ketika tim independen pencari fakta menelusuri kembalinya Harun Masuki.

Sosok Ronny F Sompie

Ronny Franky Sompie lahir 17 September 1961 di Manado, Sulawesi Utara. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984. 

Ia pernah menjadi Kapolres Sidoarjo pada 2003. Setelah itu, Ronny diangkat sebagai Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumatera Utara pada 2005.

Tahun 2010, pangkat Ronny naik menjadi bintang satu dengan menduduki jabatan Kepala Biro Pengawasan Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri.

Tiga tahun kemudian tepatnya pada 2013, Ronny menyandang pangkat bintang dua dan dipercaya menjadi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri.

Pada Maret 2015, Ronny diangkat menjadi Kapolda Bali. Kemudian pada Juli 2015, Ronny mengikuti seleksi posisi Dirjen Imigrasi. 

Langkah ini Ronny ambil agar bisa naik eselon karena dirjen di kementerian setara dengan kepala badan di Polri. 

Ronny diterima menjadi Dirjen Imigrasi dan dilantik sebagai Dirjen Imigrasi oleh Yasonna pada 10 Agustus 2015. Kini setelah pensiun, Ronny aktif di politik sebagai kader Partai Golkar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Siap Buktikan Hasto Perintahkan Harun Masiku untuk Rendam Ponsel di Air

KPK Siap Buktikan Hasto Perintahkan Harun Masiku untuk Rendam Ponsel di Air

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 15:03 WIB

Jejak Karier Riezky Aprilia, Kader PDIP yang Hendak Dijegal Hasto Demi Harun Masiku

Jejak Karier Riezky Aprilia, Kader PDIP yang Hendak Dijegal Hasto Demi Harun Masiku

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 13:56 WIB

Silsilah Keluarga Yasonna Laoly, Ayahnya Orang Terpandang di Nias

Silsilah Keluarga Yasonna Laoly, Ayahnya Orang Terpandang di Nias

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 13:48 WIB

Dicurigai Ikut Sembunyikan Harun Masiku, Yasonna Dinilai Layak Susul Hasto Tersangka di KPK

Dicurigai Ikut Sembunyikan Harun Masiku, Yasonna Dinilai Layak Susul Hasto Tersangka di KPK

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 13:32 WIB

Yasonna Laoly Dicekal, PDIP Curiga Politisasi Hukum oleh KPK

Yasonna Laoly Dicekal, PDIP Curiga Politisasi Hukum oleh KPK

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 12:33 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×