Ipang Wahid Ungkap Penyebab Kekalahan Telak Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Chandra Iswinarno | Suara.com

Kamis, 02 Januari 2025 | 13:59 WIB
Ipang Wahid Ungkap Penyebab Kekalahan Telak Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta
Komsultan Komunikasi Politik Ipang Wahid. [Tangkapan layar akun YouTube The Authority]

Suara.com - Meski Pilkada Jakarta telah berlalu, kekalahan Ridwan Kamil (RK) dalam pemilihan kepala daerah yang digelar serentak menjadi sorotan. Dari perspektif komunikasi politik, kekalahan RK disebut karena kesalahan yang mendasar.

Konsultan Komunikasi politik, Irfan Wahid atau Gus Ipang Wahid mengungkapkan penyebab kekalahan RK terletak pada kesalahan strategi komunikasi.

Pilkada ini kan banyak anomali. Jadi ini trennya incumbent kalah semua. Di Jakarta ini kan nggak ada incumbent,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kontestasi Pilkada Jakarta lebih banyak bermain di ranah emosional dibandingkan rasional.

Meskipun kedua kandidat, RK dan Pramono Anung, dinilai pintar dan memahami isu-isu publik, Ipang menilai RK tidak berhasil mengemas strategi emosional yang efektif.

“Kalau sudah kontestasi itu sudah bukan masalah rasional, tapi emosional. Rasional dua-duanya sudah pintar, sudah paham, dianggap publik paham masalah."

"Nah sekarang tinggal emosional, siapa yang bisa mengemas emosional?” katanya dalam siniar di akun Youtube The Authority seperti dilihat Suara, Kamis (2/1/2025).

Ipang juga mengkritisi program-program RK yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta.

“Banyak programnya Kang Emil itu tidak relevan. Bikin gym-lah di halte, mobil curhat. Itu tidak mewakili. Sementara permasalahan Jakarta itu cuma ada tiga ujung-ujungnya; lapangan pekerjaan, transportasi dan kemacetan, serta banjir. Dari ketiganya itu tidak ada,” jelasnya.

Sebaliknya, Ipang menilai lawan RK, Pramono Anung, lebih berhasil dalam menyampaikan solusi yang mudah diingat oleh masyarakat.

“Sementara Mas Pram solusi transportasinya masalah macet itu menggratiskan (transportasi umum) supaya orang (naik) transportasi publik,” tuturnya.

Selain itu, blunder yang dilakukan RK selama masa kampanye juga dianggap memperburuk citranya di mata publik.

“Dan yang tidak bisa dilupakan adalah blunder, ini penting. Kemarin kan (blunder ngomongin) janda. Pak Suswono terus Kang RK ngomong hal yang sama lagi. Jadi hal-hal yang seperti itu yang memicu,” tegasnya.

Ipang menegaskan, pentingnya fokus dan relevansi dalam strategi komunikasi politik, terutama dalam kontestasi sebesar Pilkada Jakarta.

“Jadi kalau kemarin sedikit aja terfokus gitu ya. Ini pelajaran buat semua sih, terfokus aja, jadi lebih enak,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor! MK Putus 158 Pengujian UU Sepanjang 2024, UU Pilkada Terbanyak Diuji

Rekor! MK Putus 158 Pengujian UU Sepanjang 2024, UU Pilkada Terbanyak Diuji

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 11:58 WIB

Disebut Incar Jabatan Menteri, Ipang Wahid Kasih Jawaban Makjleb

Disebut Incar Jabatan Menteri, Ipang Wahid Kasih Jawaban Makjleb

News | Rabu, 03 April 2024 | 21:44 WIB

Ipang Wahid Ungkap Sosok Sakti yang Bisa Bebas Mendekat Presiden Jokowi

Ipang Wahid Ungkap Sosok Sakti yang Bisa Bebas Mendekat Presiden Jokowi

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 22:01 WIB

Terkini

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:59 WIB

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:54 WIB

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:36 WIB

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:32 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:23 WIB

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:20 WIB

Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

Update Arus Mudik H-3 Lebaran 2026: Tol Kalikangkung Tembus 3.000 Kendaraan per Jam

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:16 WIB

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:11 WIB

Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer, Desak Usut Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:10 WIB

Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar

Koalisi Sipil Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diseret ke Sidang Militer: Ada Dugaan Aktor Lebih Besar

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:08 WIB