Pendidikan Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

M. Reza Sulaiman

Kamis, 02 Januari 2025 | 14:21 WIB
Pendidikan Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Pendidikan Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual (setkab.go.id)

Suara.com - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap, dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual. Seorang mantan staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abuja, Nigeria, mengajukan petisi kepada sejumlah otoritas atas kasus tersebut. Hal ini membuat publik penasaran dengan rekam jejaknya, termasuk pendidikan Usra Hendra Harahap.

Petisi yang dilayangkan oleh tim hukum korban, Bowyard Partners, pada Juni 2024, mengangkat tuduhan serius terkait pelecehan seksual, intimidasi, dan pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Dokumen tersebut ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, KBRI Nigeria, dan Kepolisian.

Kejadian pelecehan seksual tersebut diduga terjadi pada 7 Februari 2024 saat korban sedang menjalankan tugasnya di KBRI Abuja. Kontak fisik yang tidak pantas dari Usra Hendra Harahap membuat korban mengalami trauma psikologis yang mendalam, hingga memaksanya kembali ke Jakarta untuk mendapatkan konseling profesional.

Diagnosa dari psikolog Kementerian Luar Negeri menunjukkan bahwa korban mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD) yang parah, disertai depresi dan kecemasan.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan hukum. Selain itu, bantuan pendampingan psikologis telah diberikan kepada korban. Lantas, siapa sebenarnya sosok Usra Hendra Harahap? Berikut informasi selengkapnya.

Profil Usra Hendra Harahap

Usra Hendra Harahap, yang akrab disapa Ucok, adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Nigeria.

Selain Nigeria, ia juga merangkap sebagai duta besar untuk beberapa negara Afrika Barat, seperti Benin, Burkina Faso, Ghana, Liberia, Niger, Sao Tome dan Principe, Togo, serta organisasi regional Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 11 Agustus 1959, Usra meniti karier militernya sejak lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) pada tahun 1982. Ia berasal dari Korps Pasukan Khas (Paskhas) dan dilantik sebagai Letnan Dua pada tahun yang sama.

baca juga

Selama bertugas di TNI AU, ia menempuh pendidikan lanjutan di PPSA Lemhannas Angkatan XVIII pada tahun 2012, dan kariernya terus menanjak hingga mencapai pangkat Marsekal Muda.

Setelah pensiun dari militer pada tahun 2017, Usra bergabung dengan Partai Golongan Karya. Pada 2018, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa Usra telah ditunjuk sebagai calon duta besar Indonesia untuk Nigeria.

Setelah melewati serangkaian tes di Dewan Perwakilan Rakyat, ia dilantik sebagai duta besar pada 21 November 2019. Dalam perannya sebagai diplomat, Usra dikenal memimpin operasi diplomatik dan kemanusiaan, termasuk upaya penyelamatan awak kapal Indonesia yang disandera di perairan Gabon pada 2020.

Pendidikan dan Karier Militer

Usra memulai kariernya di TNI AU dengan bergabung sebagai calon prajurit taruna pada tahun 1982. Sebagai bagian dari Korps Pasukan Khas, ia menjabat di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Wakil Komandan dan Komandan Sekolah Kajian Pertahanan dan Strategi (SKPS) Universitas Pertahanan.

Gelar akademiknya mencakup Magister Sains dan Doktor dalam ilmu politik dari Universitas Merdeka Malang, yang diraihnya pada tahun 2002 dan 2005.

Kenaikan pangkatnya menjadi Marsekal Pertama pada 4 Juni 2010 menandai puncak karier militernya. Dalam posisi ini, ia juga aktif mengkritisi kebijakan industri pertahanan nasional, termasuk kinerja perusahaan Dirgantara Indonesia. Setelah mengakhiri karier militernya sebagai Koordinator Staf Ahli TNI AU pada 2017, Usra mengalihkan fokusnya ke dunia diplomasi dan politik.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Usra Hendra Harahap tentu mencoreng perjalanan karier panjangnya sebagai seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara dan diplomat.

Kejadian yang menimpa mantan staf KBRI Abuja ini mengingatkan kita akan pentingnya akuntabilitas dalam setiap peran yang diemban, serta perlunya perlindungan yang lebih tegas terhadap hak-hak individu di lingkungan kerja, terutama di lembaga diplomatik.

Dengan proses hukum yang sedang berjalan, diharapkan keadilan dapat ditegakkan untuk korban dan masyarakat dapat memperoleh kejelasan terkait kasus ini. Demikianlah informasi terkait pendidikan pendidikan Usra Hendra Harahap.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu PTSD? Trauma Berat yang Dialami Korban Dugaan Kekerasan Seksual Dubes RI untuk Nigeria!

Apa Itu PTSD? Trauma Berat yang Dialami Korban Dugaan Kekerasan Seksual Dubes RI untuk Nigeria!

Lifestyle | Rabu, 01 Januari 2025 | 18:07 WIB

Jejak Karier Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria yang Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

Jejak Karier Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria yang Diduga Terlibat Kekerasan Seksual

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 15:40 WIB

Profil Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Profil Usra Hendra Harahap, Dubes RI untuk Nigeria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

News | Selasa, 31 Desember 2024 | 18:02 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×