Update Gaza: Serangan Udara Israel Tewaskan 10 Orang, Termasuk 3 Anak

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Jum'at, 03 Januari 2025 | 02:50 WIB
Update Gaza: Serangan Udara Israel Tewaskan 10 Orang, Termasuk 3 Anak
Seorang sukarelawan berinteraksi dengan anak-anak selama kegiatan stimulasi dan bantuan psikologis di sebuah sekolah yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 8 November 2023. [Dok.Antara]

Suara.com - Pejabat Palestina mengatakan serangan udara Israel telah menewaskan 10 orang di Jalur Gaza, termasuk tiga anak-anak dan dua perwira tinggi di kepolisian yang dikelola Hamas.

Serangan Kamis dini hari itu menghantam sebuah tenda di zona kemanusiaan yang dinyatakan Israel yang dikenal sebagai Muwasi, tempat ratusan ribu orang terlantar berlindung di tenda-tenda selama musim dingin yang dingin dan hujan, kata The Associated Press.

Serangan itu menewaskan tiga anak, tiga wanita dan empat pria, menurut Rumah Sakit Nasser, yang menerima jenazah tersebut.

Di antara yang tewas adalah Mayjen Mahmoud Salah, direktur jenderal kepolisian Gaza, dan wakilnya, Brigjen Hossam Shahwan, menurut catatan rumah sakit. Tidak ada komentar langsung dari militer Israel. Pemerintah yang dikelola Hamas di Gaza mencakup puluhan ribu polisi yang menjaga ketertiban umum tingkat tinggi sebelum pecahnya perang.

Polisi sebagian besar menghilang dari jalan-jalan di banyak daerah setelah menjadi sasaran Israel, yang berkontribusi terhadap runtuhnya hukum dan ketertiban yang telah menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Namun penduduk setempat mengatakan pasukan keamanan Hamas yang berpakaian preman masih berpatroli di sebagian besar wilayah tersebut, dan kelompok tersebut tidak menghadapi tantangan internal yang signifikan hampir 15 bulan dalam perang yang menghancurkan yang dipicu oleh serangannya pada 7 Oktober 2023 ke Israel.

Militan yang dipimpin Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik sekitar 250 orang pada hari itu.

Sekitar 100 sandera masih berada di dalam Gaza, setidaknya sepertiganya diyakini telah tewas. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 45.000 warga Palestina di Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat, yang mengatakan wanita dan anak-anak merupakan lebih dari separuh korban tewas. Para pejabat tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan dalam penghitungan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Pecat Menhan, Penggantinya Ancam 'Lenyapkan' Gaza

Israel Pecat Menhan, Penggantinya Ancam 'Lenyapkan' Gaza

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 17:31 WIB

Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsian Tewaskan 10 Warga Palestina, Termasuk Wanita dan Anak-anak

Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsian Tewaskan 10 Warga Palestina, Termasuk Wanita dan Anak-anak

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 16:04 WIB

55.000 Tewas di Gaza, Populasi Turun 6%, Statistik Mengerikan Ungkap Bencana Kemanusiaan

55.000 Tewas di Gaza, Populasi Turun 6%, Statistik Mengerikan Ungkap Bencana Kemanusiaan

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 16:01 WIB

1.100 Bayi di Palestina Meninggal Akibat Serangan Israel

1.100 Bayi di Palestina Meninggal Akibat Serangan Israel

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 23:44 WIB

Badai Memperburuk Kondisi Pengungsi Palestina di Gaza

Badai Memperburuk Kondisi Pengungsi Palestina di Gaza

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 22:44 WIB

UNICEF Desak Gencatan Senjata di Gaza untuk Cegah Kematian Bayi

UNICEF Desak Gencatan Senjata di Gaza untuk Cegah Kematian Bayi

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 22:34 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB