Bantahan Hamas: Para Pemimpin Tidak Kabur dari Gaza karena Gencatan Senjata

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Senin, 06 Januari 2025 | 07:00 WIB
Bantahan Hamas: Para Pemimpin Tidak Kabur dari Gaza karena Gencatan Senjata
Seorang pria duduk di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (17/7/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

Suara.com - Sumber dari kelompok perlawanan Palestina yang terlibat dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza membantah laporan yang menyatakan bahwa pemimpin Hamas telah meninggalkan daerah yang dikepung sebagai syarat yang ditetapkan oleh Israel untuk mencapai kesepakatan.

Sumber tersebut, yang berbicara kepada kantor berita Al-Araby Al-Jadeed yang berbasis di London, menyatakan bahwa laporan itu merupakan bagian dari yang mereka sebut "perang media."

Dalam laporan yang dirilis pada hari Minggu, kantor berita tersebut mengutip sumber yang sama yang menyatakan bahwa negosiasi gencatan senjata masih berlangsung karena ada beberapa isu yang belum disepakati dan harus dinegosiasikan dengan pejabat politik Israel.

Sumber tersebut menekankan bahwa pembicaraan bertujuan untuk mencapai kesepakatan menyeluruh mengenai gencatan senjata.

Pada hari Jumat, Hamas mengonfirmasi bahwa mereka telah melanjutkan putaran baru negosiasi tidak langsung dengan Israel mengenai gencatan senjata di Doha, ibu kota Qatar.

Hamas menekankan keseriusannya dalam mencapai kesepakatan segera yang memenuhi harapan warga Gaza.

Gerakan tersebut juga menyatakan bahwa fokus pembicaraan selanjutnya adalah untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta memastikan kembalinya pengungsi ke rumah mereka.

Negosiasi sebelumnya terkait gencatan senjata di Gaza telah mengalami kegagalan dalam beberapa bulan terakhir, dengan Hamas menyalahkan Israel atas kebuntuan karena penolakannya untuk menarik diri sepenuhnya dari Gaza.

Penundaan gencatan senjata oleh rezim di Gaza juga memicu kemarahan di kalangan warga Israel, termasuk keluarga para tawanan yang masih ditahan oleh Hamas.

Baca Juga: When The Phone Rings Tuai Kritik Pedas Usai Bahas Konflik Palestina-Israel

Pihak Israel, yang kritis terhadap otoritas mereka, mengklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata adalah satu-satunya cara untuk memulangkan para tawanan, dengan kabinet dituduh mempermainkan nasib mereka dengan menolak tuntutan Hamas.

Hamas menyandera sekitar 250 orang selama Operasi Penyerbuan Al Aqsa di selatan wilayah yang diduduki Israel pada 7 Oktober 2023, dengan sekitar 100 orang masih ditahan, sementara sisanya telah dibebaskan atau tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI