Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang, AGRA Sebut Jokowi Orang yang Paling Harus Bertanggung Jawab

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 22 Januari 2025 | 16:33 WIB
Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang, AGRA Sebut Jokowi Orang yang Paling Harus Bertanggung Jawab
Kolase foto pagar laut dan Jokowi-Aguan. [Ist]

Suara.com - Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) bersama Nelayan dari Kampung Baru Dadap turut membersamai aksi pembongkaran pagar laut di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam pembongkaran pagar laut ini juga melibatkan ratusan personel TNI AL dan KKP.

Sekretaris Jenderal AGRA, Saiful Wathoni, mengatakan sejak pukul 07.00 pagi perahu-perahu nelayan telah berkumpul di desa Tanjung Pasir.

"Membawa semangat dan kemarahan dengan tertancapnya pagar-pagar bambu yang telah berbulan-bulan menghambat aktifitas nelayan terlebih kemarahan tersebut semakin meningkat dengan telah terbongkarnya kenyataan bahwa terdapat Ratusan sertifikat HGB dan SHM yang berada di dalam kawasan laut dan pesisir Tangerang Utara," ujar Saiful dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/1/2025).

Keterlibatan AGRA bersama Nelayan Dadap dalam aksi pembongkaran pagar ini kata Saiful, bukan hanya sebagai bentuk penolakan terhadap pemagaran laut, tetapi juga sebagai bentuk amarah atas telah tersertifikasinya kawasan laut oleh segelintir orang.

"Berdasarkan beberapa penelusuran memiliki keterkaitan erat dengan PT. PANI yaitu perusahaan patungan antara Agung Sedayu Group dan Salim Group yang paling bertanggung jawab atas pembangunan dan Pengembangan PSN Tropical Coastland yang berada di dalam kawasan PIK 2," jelas dia.

AGRA kemudian berharap agar aksi pencabutan pagar yang dilakukan hari ini bukan hanya gimmik untuk menghibur nelayan dan masyarakat terdampak PIK 2 saja, melainkan sebagai tahapan awal untuk membongkar pelaku dan dalang pemagaran laut.

Lebih lanjut, Saiful berharap agar aksi ini bisa tetap paralel dengan pembatalan Sertifikat-sertifikat yang ada, serta pengusutan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan sertifikat-sertifikat tersebut termasuk pemilik atas nama yang tertera di dalam sertfikat.

"Aguan dan Anthony Salim selaku pengusaha pemilik PT. PANI juga sebagai pihak yang harus dimintai pertanggung-jawaban selain karena 2 perusahaan yang telah terbongkar sebagai pemegang SHGB di kawasan laut merupakan perusahan yang terafiliasi dengan mereka juga karena mereka berdua melalui PT. PANI adalah penanggung-jawab penuh PSN PIK 2," jelasnya.

Sejumlah Personel TNI dan nelayan membongkar pagar laut yang terpasang di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Sejumlah Personel TNI dan nelayan membongkar pagar laut yang terpasang di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Saiful kemudian menyebut nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi sebagai pihak yang bertanggungjawab atas terbitnya sertifikat HGB dan SHM. Ini dikarenakan Jokowi selaku presiden kala itu yang menerbitkan status PSN bagi sebagian kawasan PIK 2 melalui PERMENKO Nomor 12 tahun 2024.

baca juga

"Jokowi juga sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas seluruh kegaduhan saat ini. Sebab karena status PSN yang disandang tersebutlah membuat pengembang-pengembang PIK 2 semakin brutal membeli tanah-tanah rakyat dengan harga yang sangat rendah, menggusur rumah dengan nilai ganti rugi yang tidak adil, mengurug sungai, memagari laut hingga skandal sertfikasi laut," jelas dia.

Setelah semua kenyataan yang terus terbongkar terkait pagar laut di Tangerang, Saiful menyebut demi kedaulatan bangsa maka tidak ada alasan lagi bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menunda-nunda pencabutan status PSN bagi sebagian kawasan PIK 2.

"Juga menghentikan operasional pembangunan dan pengembangan PIK 2 serta menangkap semua yang terlibat dalam skandal pemagaran dan sertifikasi laut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Pagar Laut, Ini Kehebatan Bambu dalam Pembangunan Tol Semarang-Demak

Selain Pagar Laut, Ini Kehebatan Bambu dalam Pembangunan Tol Semarang-Demak

Tekno | Rabu, 22 Januari 2025 | 16:26 WIB

Dari Rival Jadi Rekan: Ironi Prabowo, Sekadar Simbol di Balik Bayang-Bayang Jokowi dan Gibran?

Dari Rival Jadi Rekan: Ironi Prabowo, Sekadar Simbol di Balik Bayang-Bayang Jokowi dan Gibran?

Your Say | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:48 WIB

Poster Touring Bersama Pak Jokowi Bikin Geger, Gaya Naik Kawasaki W175 Jadi Sorotan

Poster Touring Bersama Pak Jokowi Bikin Geger, Gaya Naik Kawasaki W175 Jadi Sorotan

Otomotif | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:51 WIB

Cacat Prosedur, SHGB Pagar Laut Tangerang Dicabut Nusron Wahid

Cacat Prosedur, SHGB Pagar Laut Tangerang Dicabut Nusron Wahid

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:33 WIB

Pamer Foto Anies dan Ganjar Saat Masih Jadi Mahasiswa, Netizen Senggol Jokowi: Padahal Gelarnya Dua..

Pamer Foto Anies dan Ganjar Saat Masih Jadi Mahasiswa, Netizen Senggol Jokowi: Padahal Gelarnya Dua..

Tekno | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:35 WIB

Terkini

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

×