Badai Musim Dingin Perparah Derita Warga Gaza di Tengah Ancaman Pengusiran

Bella

Jum'at, 07 Februari 2025 | 14:33 WIB
Badai Musim Dingin Perparah Derita Warga Gaza di Tengah Ancaman Pengusiran
Suasana penyelamatan warga Palestina [antara]

Suara.com - Jalur Gaza kembali dilanda bencana pada Kamis dini hari, saat angin kencang dan hujan deras menerjang daerah kantong yang telah porak-poranda akibat perang berkepanjangan. Badai musim dingin tersebut merusak tenda-tenda pengungsi, membanjiri tempat tinggal darurat mereka, dan merobek lembaran plastik yang digunakan untuk menutup rumah-rumah yang hancur.

Di tengah cuaca ekstrem ini, penduduk Gaza semakin teguh mempertahankan tanah mereka, meskipun pengumuman kontroversial dari Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, menambah ketidakpastian bagi masa depan mereka. Trump mengusulkan rencana untuk merebut Gaza dan mengusir penduduknya, namun warga Palestina bertekad untuk tetap bertahan.

Tekad Warga Gaza di Tengah Badai dan Ancaman Pengusiran

“Meskipun kita sedang mengalami tragedi, meskipun hujan dan cuaca sangat buruk, orang-orang tetap hidup tanpa atap,” ujar Qassem Abu Hassoun, seorang warga Rafah di Gaza selatan, yang kini tinggal di tengah reruntuhan akibat serangan Israel.

Setelah mengungsi selama berbulan-bulan ke wilayah utara, keluarganya kembali ke rumah yang telah hancur pasca gencatan senjata pada 19 Januari lalu. Mereka tidak memiliki rencana untuk pergi lagi.

"Orang-orang berpegang teguh pada negara mereka, tanah mereka. Orang-orang berpegang teguh pada satu butir pasir pun dari negara mereka," tambahnya.

Badai yang datang bersamaan dengan pengumuman Trump membuat banyak warga Gaza terbangun di tengah malam. Tenda-tenda darurat dari plastik dan kain hancur diterjang angin, sementara air hujan membanjiri tempat tinggal mereka.

Keesokan paginya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan penyusunan rencana untuk mengizinkan keberangkatan sukarela warga Gaza, termasuk melalui jalur darat, laut, dan udara.

Namun, bagi banyak warga Palestina, meninggalkan tanah kelahiran bukanlah pilihan. Abdel Ghani, seorang ayah empat anak di Kota Gaza, menegaskan bahwa mereka akan tetap bertahan meskipun harus hidup di reruntuhan rumah mereka.

“Sepertinya cuaca pun tidak berpihak pada kita, tetapi baik cuaca, Trump, maupun Israel tidak akan mengusir kita dari tanah kita,” katanya.

Ia juga menolak keras rencana Trump, menyebutnya sebagai tindakan tidak masuk akal.

"Apakah dia gila? Kami tidak akan menjual tanah kami untukmu, pengembang real estate. Kami lapar, tuna wisma, dan putus asa, tetapi kami bukan kolaborator," katanya.

Israel Dituduh Gagal Capai Tujuan Perangnya

Sementara itu, Hamas mengecam rencana Israel untuk memfasilitasi eksodus warga Gaza. Basem Naim, pejabat Hamas, mengatakan bahwa pernyataan Katz merupakan upaya untuk menutupi kegagalan Israel mencapai tujuannya dalam perang.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza dengan dalih membasmi Hamas setelah kelompok militan itu melakukan serangan yang menewaskan 1.200 orang dan menculik lebih dari 250 sandera. Namun, meski gencatan senjata telah berlangsung selama tiga minggu, Hamas tetap mengendalikan wilayah tersebut.

Ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi akibat perang kini mulai kembali ke rumah mereka, terutama di bagian utara Gaza yang telah hancur total. Menurut Naim, hal ini membuktikan keterikatan mendalam warga Gaza terhadap tanah mereka.

“Jika mereka bersungguh-sungguh dalam klaimnya, mereka harus mencabut blokade yang mencekik Gaza, membuka pintu-pintu penyeberangan, dan mereka akan terkejut mengetahui bahwa jumlah orang yang kembali ke Gaza akan melebihi jumlah orang yang meninggalkannya, meskipun kerusakannya sangat parah,” ujarnya.

Gencatan Senjata Belum Menjamin Perdamaian

Konflik Israel-Palestina semakin memanas setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Sejak saat itu, lebih dari 47.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel dalam 16 bulan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Serangan tersebut juga menimbulkan tuduhan kejahatan perang dan genosida terhadap Israel, meskipun Israel membantah tuduhan tersebut.

Gencatan senjata awal selama enam minggu yang dimediasi Mesir dan Qatar dengan dukungan AS sejauh ini tetap berlaku, namun masa depan penyelesaian konflik yang lebih langgeng masih belum jelas.

Dengan situasi yang terus bergejolak dan kondisi cuaca buruk yang semakin memperparah penderitaan, warga Gaza tetap berpegang teguh pada tanah mereka, menolak meninggalkan kampung halaman meskipun dihadapkan pada ancaman pengusiran, perang, dan bencana alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Paksa Gunakan Istilah "Alien" untuk Imigran di Tengah Krisis Kebakaran California

Trump Paksa Gunakan Istilah "Alien" untuk Imigran di Tengah Krisis Kebakaran California

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 14:29 WIB

Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon, Tuduh Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon, Tuduh Hizbullah Langgar Gencatan Senjata

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 14:12 WIB

Trump Kembali Jatuhkan Sanksi terhadap Penyelidik ICC atas Kasus Warga AS dan Israel

Trump Kembali Jatuhkan Sanksi terhadap Penyelidik ICC atas Kasus Warga AS dan Israel

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:48 WIB

Tentara Israel Dihukum Tujuh Bulan Penjara atas Penyiksaan Warga Palestina

Tentara Israel Dihukum Tujuh Bulan Penjara atas Penyiksaan Warga Palestina

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:23 WIB

Cek Fakta: Warga Palestian Mulai Mengungsi ke Yordania dan Mesir

Cek Fakta: Warga Palestian Mulai Mengungsi ke Yordania dan Mesir

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:22 WIB

Mesir Tolak Usulan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza

Mesir Tolak Usulan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:17 WIB

Cek Fakta: Donald Trump Terjun Langsung Padamkan Kebakaran LA

Cek Fakta: Donald Trump Terjun Langsung Padamkan Kebakaran LA

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 13:07 WIB

AS Jatuhkan Sanksi ke ICC: Lindungi Israel dari Tuduhan Genosida?

AS Jatuhkan Sanksi ke ICC: Lindungi Israel dari Tuduhan Genosida?

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 12:47 WIB

China Kecam Usul Trump Pindahkan Warga Gaza: Bukan Alat Penawaran Politis!

China Kecam Usul Trump Pindahkan Warga Gaza: Bukan Alat Penawaran Politis!

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 11:45 WIB

Israel Gempur Gudang Senjata Hizbullah di Lebanon, Abaikan Gencatan Senjata

Israel Gempur Gudang Senjata Hizbullah di Lebanon, Abaikan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 07 Februari 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB