Donald Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian Rusia, Zelenskyy Cari Jaminan Keamanan

Bella | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2025 | 15:48 WIB
Donald Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian Rusia, Zelenskyy Cari Jaminan Keamanan
Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, saat mengambil sumpah pelantikannya di Capitol Rotunda, Washington DC pada Selasa dini hari. (ANTARA/youtube@foxnews)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik Ukraina-Rusia. Dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan Senin, Trump menyatakan bahwa Ukraina 'mungkin suatu hari nanti menjadi Rusia,' seraya mengisyaratkan bahwa masa depan negara tersebut masih belum pasti dalam dinamika geopolitik global.

Pernyataan tersebut muncul saat Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akhir pekan ini di sela-sela Konferensi Keamanan Munich.

Trump juga menyoroti perlunya keuntungan bagi AS dari bantuan yang diberikan ke Ukraina. Ia menyarankan agar Washington mendapatkan imbalan berupa sumber daya alam, khususnya mineral langka dari Kyiv.

"Kita menghabiskan banyak uang di sana, dan saya ingin ada pengembalian. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya menginginkan yang setara, seperti tanah jarang senilai $500 miliar," ujar Trump.

Menurutnya, pemerintah Ukraina pada dasarnya telah menyetujui gagasan tersebut.

Di sisi lain, Trump mengumumkan bahwa ia akan mengirim utusan khususnya, Keith Kellogg, ke Ukraina pada 20 Februari untuk menyusun proposal guna menghentikan pertempuran. Sementara itu, Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya membutuhkan jaminan keamanan yang efektif untuk mencapai perdamaian yang sejati.

Kekhawatiran Kyiv dan Upaya Diplomasi

Pemerintah Ukraina khawatir bahwa kesepakatan apa pun tanpa komitmen militer kuat dari Barat hanya akan memberi waktu bagi Rusia untuk memperkuat pasukannya sebelum melakukan serangan baru. Kyiv terus menekan Washington agar memberikan dukungan yang lebih tegas, termasuk opsi keanggotaan NATO atau pengerahan pasukan penjaga perdamaian.

Juru bicara Zelenskyy, Sergiy Nikiforov, mengonfirmasi bahwa sang presiden akan bertemu dengan Vance pada Jumat mendatang. Selain itu, delegasi AS yang menghadiri Konferensi Keamanan Munich juga mencakup Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Keith Kellogg.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa ia bersedia menjadi mediator untuk mengakhiri perang, tetapi belum merinci langkah konkret yang akan ditempuh. Baik Zelenskyy maupun Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menolak perundingan langsung, dengan masing-masing pihak masih berpegang pada tuntutan mereka. Putin bersikeras agar Ukraina mundur dari wilayah yang masih dikuasainya, sementara Zelenskyy menolak memberikan konsesi teritorial kepada Moskow.

Konferensi Keamanan Munich ini digelar di tengah meningkatnya serangan Rusia di wilayah timur Ukraina. Moskow terus melancarkan pemboman terhadap infrastruktur energi Ukraina, yang mendorong Kyiv memberlakukan pembatasan pasokan listrik darurat guna mengurangi dampak lebih lanjut.

Dengan ketegangan yang terus meningkat dan negosiasi yang masih jauh dari kata sepakat, pertemuan-pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa hari mendatang dapat menjadi penentu arah konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senator AS Kecam Niat Ambisius Trump: Gaza untuk Rakyat Palestina, Bukan Turis Miliarder

Senator AS Kecam Niat Ambisius Trump: Gaza untuk Rakyat Palestina, Bukan Turis Miliarder

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 15:43 WIB

Hamas Ingatkan Kesepakatan Gencatan Senjata Harus Dihormati jika Ingin Sandera Dibebaskan

Hamas Ingatkan Kesepakatan Gencatan Senjata Harus Dihormati jika Ingin Sandera Dibebaskan

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 15:32 WIB

Perang Dagang China vs AS Makin Panas, Trump Konfirmasi Telah Berbicara dengan Xi Jinping

Perang Dagang China vs AS Makin Panas, Trump Konfirmasi Telah Berbicara dengan Xi Jinping

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 10:51 WIB

Trump Ultimatum Hamas, Bebaskan Sandera atau Gencatan Senjata Dibatalkan

Trump Ultimatum Hamas, Bebaskan Sandera atau Gencatan Senjata Dibatalkan

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 10:41 WIB

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

Kontroversi Rencana Donald Trump: Usulkan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza Secara Permanen

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:44 WIB

Bangkrut, Quiksilver dan Billabong Bakal Tutup Seluruh Gerai di AS

Bangkrut, Quiksilver dan Billabong Bakal Tutup Seluruh Gerai di AS

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 07:38 WIB

AS Berlakukan Tarif Impor Baja dan Aluminium, Indonesia Terdampak?

AS Berlakukan Tarif Impor Baja dan Aluminium, Indonesia Terdampak?

Video | Selasa, 11 Februari 2025 | 14:00 WIB

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

Mantan Menteri Rezim Zionis Serukan Pengusiran Warga Gaza, Sebut Israel Bahan Tertawaan di Timur Tengah

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:55 WIB

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

Heboh! Trump Ingin Beli Gaza, Hamas dan Dunia Arab Murka

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 08:32 WIB

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Mengusir Warga Gaza dari Tanahnya!

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 04:05 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB