Mantan PM Skotlandia Humza Yousaf Kecam Rencana Trump untuk Gaza dan Sebut Elon Musk sebagai Ancaman Demokrasi

Bella

Kamis, 13 Februari 2025 | 19:36 WIB
Mantan PM Skotlandia Humza Yousaf Kecam Rencana Trump untuk Gaza dan Sebut Elon Musk sebagai Ancaman Demokrasi
Seorang pria duduk di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (17/7/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

Suara.com - Mantan Perdana Menteri Skotlandia, Humza Yousaf, mengecam keras usulan Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya News, Yousaf menyebut rencana tersebut sebagai contoh nyata pembersihan etnis.

"Itu benar-benar definisi dari pembersihan etnis," ujar Yousaf saat ditanya apakah ia menganggap rencana Trump memenuhi kriteria tersebut.

Selain itu, Yousaf juga menyatakan kekhawatirannya terhadap gencatan senjata di Gaza yang mulai berlaku pada 19 Januari, tetapi kini terancam runtuh. Ia memperingatkan bahwa jika gencatan senjata gagal, warga sipil yang akan menderita, bukan kelompok bersenjata.

Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

Yousaf menuduh para pemimpin Barat enggan menyebut rencana Trump sebagai pembersihan etnis karena adanya rasisme sistemik. Ia menegaskan bahwa reaksi global akan jauh berbeda jika pernyataan serupa datang dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai Ukraina.

“Jika ada satu pelajaran yang bisa dipetik dari 16 bulan terakhir, itu adalah kenyataan pahit bahwa nyawa warga Palestina dan Arab tidak dianggap setara dengan nyawa orang Eropa atau masyarakat di Barat. Dan ini berakar pada rasisme yang sistemik dan terlembaga,” tegasnya.

Ia juga mengecam sikap pemerintah Inggris terhadap konflik di Gaza, menyebutnya sebagai tindakan pengecut. Yousaf menuduh London ikut bertanggung jawab atas perang di Gaza karena terus menjual senjata kepada Israel.

Lebih lanjut, ia mengkritik negara-negara yang belum mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

"Anda tidak bisa mengaku mendukung solusi dua negara, tetapi hanya mengakui satu negara saja," katanya, seraya menambahkan bahwa Skotlandia akan mengakui Palestina jika memiliki kewenangan hukum untuk melakukannya.

Selain membahas konflik Israel-Palestina, Yousaf juga membela pernyataan kontroversialnya tentang miliarder Elon Musk. Ia sebelumnya menyebut CEO Tesla dan SpaceX itu sebagai “orang paling berbahaya di dunia” karena pengaruhnya yang besar terhadap politik global.

baca juga

“Saya menyebutnya sebagai orang paling berbahaya di dunia karena dia menggunakan miliaran dolar untuk mendapatkan akses tak terbatas ke mungkin orang paling berkuasa di dunia – Presiden Amerika Serikat. Dan dia tidak melakukannya untuk tujuan baik, tetapi untuk tujuan jahat,” ujar Yousaf.

Ia menuduh Musk memiliki keterkaitan dengan kelompok sayap kanan dan memiliki kecenderungan supremasi kulit putih.

“Elon Musk bukan hanya Islamofobik, saya yakin dia juga memiliki simpati terhadap supremasi kulit putih dan kelompok sayap kanan,” katanya.

Yousaf juga menyoroti serangan publik Musk terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan memperingatkan bahwa demokrasi Barat kini menghadapi ancaman kehancuran.

“Jika kita terus membiarkan gelombang kebangkitan sayap kanan yang didorong oleh kebencian terhadap Muslim, jika kita tidak menghadapi mereka yang mendukung, mempengaruhi, dan memperkuatnya seperti Elon Musk, maka saya yakin demokrasi Barat berada dalam ancaman kehancuran total,” ujarnya.

Menurut Yousaf, pengaruh Musk dalam politik merusak sistem demokrasi. Ia mempertanyakan bagaimana demokrasi yang sejati dapat bertahan jika para miliarder memiliki kekuatan untuk memanipulasi pemilu.

“Bagaimana kita bisa memiliki demokrasi yang sesungguhnya ketika oligarki seperti Elon Musk bisa membeli pemilu? Bagaimana kita bisa menyebutnya demokrasi jika orang terkaya di dunia – melalui uang, kekayaan, platform, dan pengaruhnya – dapat menggulingkan atau berusaha menggulingkan kepala pemerintahan yang terpilih secara demokratis?” tanyanya.

Yousaf menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kebangkitan sayap kanan yang diperkuat oleh Musk merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap demokrasi Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sampai Dideportasi! Kemlu RI Beri Panduan Hukum untuk WNI di AS

Jangan Sampai Dideportasi! Kemlu RI Beri Panduan Hukum untuk WNI di AS

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 18:52 WIB

14.000 Imigran Tanpa Dokumen Ditangkap di Era Trump, Guantanamo Jadi Kamp Tahanan?

14.000 Imigran Tanpa Dokumen Ditangkap di Era Trump, Guantanamo Jadi Kamp Tahanan?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:50 WIB

Trump Janji Akhiri Perang Ukraina 24 Jam, Mungkinkah Terjadi?

Trump Janji Akhiri Perang Ukraina 24 Jam, Mungkinkah Terjadi?

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:41 WIB

Hamas Tekan Israel: 801 Truk Bantuan Akhirnya Masuk Gaza

Hamas Tekan Israel: 801 Truk Bantuan Akhirnya Masuk Gaza

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:11 WIB

Ultimatum Israel: Bebaskan Sandera atau Perang Baru di Gaza!

Ultimatum Israel: Bebaskan Sandera atau Perang Baru di Gaza!

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:01 WIB

Trump Ingin Usir Warga Palestina dari Gaza? Ini Sikap Tegas Indonesia!

Trump Ingin Usir Warga Palestina dari Gaza? Ini Sikap Tegas Indonesia!

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 15:32 WIB

Elon Musk Serukan Penghapusan Lembaga Pemerintah AS di Bawah Kepemimpinan Trump

Elon Musk Serukan Penghapusan Lembaga Pemerintah AS di Bawah Kepemimpinan Trump

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:54 WIB

Elon Musk Umumkan Grok 3 Akan Segera Dirilis, Klaim Lebih Unggul dari ChatGPT

Elon Musk Umumkan Grok 3 Akan Segera Dirilis, Klaim Lebih Unggul dari ChatGPT

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:43 WIB

Arab Saudi Sambut Baik Pembangunan Gaza, Tolak Relokasi Warga Palestina

Arab Saudi Sambut Baik Pembangunan Gaza, Tolak Relokasi Warga Palestina

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 09:04 WIB

Macron Kecam Rencana Relokasi Warga Palestina yang Diusulkan Donald Trump

Macron Kecam Rencana Relokasi Warga Palestina yang Diusulkan Donald Trump

News | Kamis, 13 Februari 2025 | 06:30 WIB

Terkini

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

News | Senin, 29 Juni 2026 | 05:10 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

×