Beban RSK Dharmais Berat, Menkes Dorong Layanan Kanker ke 34 Provinsi

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2025 | 00:30 WIB
Beban RSK Dharmais Berat, Menkes Dorong Layanan Kanker ke 34 Provinsi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin pelayanan penyakit kanker tidak hanya terpusat di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais yang ada di Jakarta Barat.

Lantaran menjadi RS pemerintah sekaligus rujukan pertama, RSK Dharmais menangani pasien kanker dari seluruh daerah di Indonesia. 

Kondisi itu, dikatakan Budi, tidak hanya membuat RSK Dharmais jadi kewalahan karena banyaknya pasien. Tetapi juga memberatkan pasien dan keluarganya, terutama yang berasal dari luar Jakarta. 

"Kalau pasien udah kanker dirujuk ke Dharmais itu yang susah orangtuanya, keluarganya. Jadi saya bilang Pak Soeko (Dirut RSK Dharmais), layanan kanker itu jangan ada di Dharmais saja," kata Budi saat hadir dalam acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029 di RSK Dharmais, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Budi ingin agar layanan pengobatan kanker bisa juga dilakukan di RS pemerintah yang ada di berbagai daerah lain. 

"Harus diturunin, dibagi-bagi ilmunya, dibagi-bagi keahliannya ke 34 provinsi. Jadi setidaknya nggak jauh-jauh temannya," katanya. 

Dia mengungkapkan, sempat diminta untuk memperbesar rumah singgah atau tempat tinggal sementara bagi keluarga pasien kanker yang berobat ke RSK Dharmais datang dari luar kota.

Namun, menurut Budi, pembangunan rumah singgah itu tidak menjadi solusi jangka panjang. 

Menurutnya, bila rumah singgah RSK Dharmais semakin besar berarti menunjukan gagalnya penyebaran layanan pengobatan kanker di daerah lain. Budi berharap, pelayanan kanker nanyinya bisa dilakukan mulai dari tingkat kabupaten/kota. 

"Karena keharusannya rumah singgahnya tersebar bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh provinsi. Nanti pelan-pelan di seluruh kabupaten, kota-kota. Jadi yang di provinsi itu sedikit aja karena semua layanan kanker bisa lebih dekat ke lokasi penderitaannya. Jangan jauh-jauh diangkutnya, kasihan," ucapnya.

Bila rencana itu terwujud, lanjut Budi, bahkan seharusnya tidak lagi diperlukan adanya rumah singgah. Karena pasien bisa lebih dekat mengakses layanan pengobatan kanker dari dekat rumahnya. Beban kerja RSK Dharmais bisa berkurang. Sehingga bisa lebih fokus terhadap tindakan skrining dan diagnosis baru.

"Jadi harusnya makin sedikit rumah singgahnya karena makin hebat rumah sakit-rumah sakit di daerah, dididik dokternya, alatnya ditemuin. Sehingga nanti Rumah Sakit Dharmais bisa melakukan bukan kerjaan yang rutin yang bisa dilakukan rumah sakit di daerah. Tapi memang kerjaan screening dan diagnostik yang baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajak Orang Kaya Penyintas Kanker Berobat ke RSK Dharmais, Menkes: Bisa Subsidi Pasien Tak Mampu

Ajak Orang Kaya Penyintas Kanker Berobat ke RSK Dharmais, Menkes: Bisa Subsidi Pasien Tak Mampu

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 21:30 WIB

Menkes Pastikan Rekrutmen Beasiswa Dokter Tetap Lanjut: Anggarannya Cukup, Tenang Saja

Menkes Pastikan Rekrutmen Beasiswa Dokter Tetap Lanjut: Anggarannya Cukup, Tenang Saja

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 17:04 WIB

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Health | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:53 WIB

Terkini

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:00 WIB

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:48 WIB

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB