Said Didu: Prabowo Jadi Paradoks, Berguru ke Jokowi Hapus Semua Memori?

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:42 WIB
Said Didu: Prabowo Jadi Paradoks, Berguru ke Jokowi Hapus Semua Memori?
Prabowo menunduk saat salaman dengan Jokowi. (x/Tan_Mar3M)

Suara.com - Kritikus Muhammad Said Didu mengaku tidak habis pikir dengan Presiden Prabowo Subianto yang bisa berubah pikiran begitu saja.

Eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengatakan bahwa Prabowo dengan tiba-tiba membela Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, seolah-olah ingin menghapus fenomena soal ‘Adili Jokowi’.

“Ini kan lagi ramai tagar Adili Jokowi, tapi Pak Prabowo tiba-tiba mengumumkan ‘eh hentikan itu kata-kata Adili Jokowi, aku mau bersama Jokowi. Kalau mau mengadili Jokowi berhadapanlah dengan saya’ kira-kira itu kata-kata kasarnya,” ungkap Said Didu mengartikan Pidato Presiden Prabowo saat membela Jokowi, dikutip dari youtube Manusia Merdeka, Selasa (25/2/25).

Menurut Said Didu, ungkapan pembelaan Prabowo terhadap Jokowi seperti ‘Hidup Jokowi’ hingga menunjukkan bahwa Jokowi yang sudah membuatnya jadi presiden mengalahkan Surat Super Semar Presiden ke-1 RI, Soekarno.

“’Hidup Jokowi’, ‘Saya jadi presiden karena Joko Widodo’, jadi rakyat yang memilik Prabowo seakan-akan hanya pendukung, yang menentukan presiden hanya Jokowi,” ucapnya.

“Nah itu secara politik menyatakan aku ini presiden yang ditunjuk Presiden Jokowi, itu lebih tinggi dari surat super semarnya Soekarno ke Pak Harto,” tandasnya.

Said Didu mengatakan bahwa kini Prabowo sudah menjadi paradoks dalam pikirannya. Ia tidak menduga Prabowo akan berubah secepat ini hanya dengan berguru pada Jokowi.

“Prabowo sekarang menjadi paradoks betul dalam pikiran saya, karena kok bisa berubah dan betapa hebatnya sekian puluh tahun dia membuat pemikiran tentang bagaimana memperbaiki Indonesia bisa berubah dalam sekejab, dan menyatakan setelah berguru secara politik kepada Joko Widodo,” urainya.

Said Didu bahkan ingin berkesempatan bertemu dengan sang presiden untuk menanyakan mengapa semudah itu menghapus semua memori dan jerih payahnya selama ini.

“Mudah-mudahan suatu saat saya bisa bertemu beliau (Prabowo) saya ingin bertanya, pak sehebat apa sebenarnya Joko Widodo itu bisa menghapus semua memori yang ada di pikiran bapak, di hati bapak yang diajarkan oleh orangtua bapak, mertua bapak, dan orang sekitar bapak sehingga itu bisa terhapus oleh pergaulan Bapak dengan Joko Widodo,” sebutnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siang Ini, Prabowo Bakal Resmikan Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia

Siang Ini, Prabowo Bakal Resmikan Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 09:19 WIB

Bayang-bayang Kartel Politik di Balik Peluncuran Mega Proyek Danantara

Bayang-bayang Kartel Politik di Balik Peluncuran Mega Proyek Danantara

Liks | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:32 WIB

Prabowo Pede Giant Sea Wall Bisa Diwujudkan: Kita Mulai Secepatnya!

Prabowo Pede Giant Sea Wall Bisa Diwujudkan: Kita Mulai Secepatnya!

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 07:10 WIB

Terkini

Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai

Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:56 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31 WIB

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:28 WIB

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB