Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk mencarikam solusi atau jalan keluar terkait permasalahan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), usai perusahaan tekstil raksasa berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah itu tutup permanen pada 1 Maret 2025.
Imbas penutupan tersebut, sebanyak 10.665 orang kehilangan pekerjaan karena terkena PHK.
Adapun Prabowo memanggil Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Ketenagakerjaan Yassieli, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pihak kurator, dan perwakilan serikat kerja ke Istana Kepresidenan Jakarta.
"Pada hari ini kami semua berkumpul atas petunjuk dari bapak presiden. Menteri BUMN, Menaker, temen-temen kurator, dan temen-temen serikat pekerja dalam rangka kita berdiskusi untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan PT Sritex," kata Prasetyo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Prasetyo mengatakan, Prabowo sangat concern terhadap bagaimana pemerintah mencari jalan keluar terutama berkenaan dengan persoalan yang akan menimpa para pekerja Sritex.
"Bapak presiden berkali-kali memberikan pengarahan kepada kami untuk dicarikan jalan keluar supaya teman-teman pekerja di Sritex dapat diperhatikan dapat dicarikan solusi terhadap permasalahan yang menimpa PT Sritex," kata Prasetyo.