Suara.com - Salah seorang nasabah Bank DKI bernama samaran Ari mengeluhkan gangguan pada layanan JakOne Mobile belakangan ini. Ia bahkan sempat melakukan transaksi berulang kali karena masalah layanan perbankan digital itu.
Ari menceritakan, beberapa hari lalu ia hendak membeli sejumlah baju, tas, dan topi. Diperkirakan harga dari belanjaannya itu sekitar Rp600 ribu lebih.
Saat membayar di kasir, Ari ingin membayar menggunakan QRIS. Namun saat sedang memindai QR Code, transaksinya tak kunjung berhasil.
"Pas mau bayar pake QRIS kok malah gagal. Kayak nggak masuk-masuk pembayarannya," ujar Ari kepada Suara.com, Jumat (4/4/2025).
Karena dirasa tak berhasil melakukan pembayaran, Ari memindai QRIS sampai tiga kali tanpa sadar. Begitu ia memeriksa saldo, ternyata uangnya sudah terpangkas Rp1,8 juta.
"Saldo di JakOne ada Rp2jutaan lah. Nah itu ke-scan ternyata sampai 2 kali. Jadi Rp600 ribu dikali tiga jadi Rp1,8 juta," jelasnya.
Akhirnya, Ari pun batal berbelanja karena pembayaran QRIS tak kunjung berhasil. Barang yang sudah ia ambil pun dikembalikannya ke kasir.
"Ya akhirnya batal belanja, mau gimana cuma megang rekening itu aja. Yang lainnya di istri," tutur Ari.
"Mana itu hari terakhir diskonnya," ketus Ari kesal.
Sebelumnya, Ari mengaku pertama kali menyadari adanya gangguan layanan Bank DKI sejak malam takbiran lebaran Idulfitri 1446 Hijriah pada 30 Maret lalu.
"Awalnya sudah sadar pas malam takbiran. Kan saya mau transfer ke bank lain nih, pakai JakOne (mobile), eh kok nggak ada pilihannya. Pilihan yang BI-Fast Rp2.500 itu," ujar Ari kepada Suara.com, Jumat (4/4/2025).
Ari menyebut hilangnya fitur transfer ke bank lain di aplikasi JakOne Mobile bukan sekali saja terjadi. Saat itu, sekitar dua jam kemudian opsi itu bisa kembali digunakan.
"Nah ini nggak tahu kok sekarang lama banget, biasanya ditunggu bisa," ucap Ari.
Kendala ini menyulitkan Ari untuk menarik Tunjangan Hari Raya (THR) yang tersimpan di Bank DKI. Rencana awalnya ia ingin memindahkan THR miliknya ke bank lain.
Penjelasan Bank DKI