“Saya, suka jadi tukang parkir,” sahut si Iki.
“Jadi makan dari siapa?,” tegas KDM lagi.
“Dari Iki yang kerja, terus dikasih ke bapak,” jawab Iki menjelaskan.
“Hebat, jadi tukang parkir,” sahut KDM mengapresiasi Iki.
Sementara itu saat ditanya soal keberadaan ibunya, Iki menjelaskan jika ayah dan ibunya sudah berpisah.
Iki memilih untuk tinggal bersama ayahnya lantaran sang ibu sudah menikah dan memiliki anak lagi.
“Mamah?” seru KDM.
“Sudah pisah, jadi bapak saya itu duda,” sahut Iki.
“Oh bapak duda ki, jadi sekarang ikut sama siapa ki?” ucap KDM.
“ikut sama bapak,” Sahut Iki.
“Kenapa gak ikut sama mamah?” tanya KDM.
“Enggak,” jawab Iki.
KDM sontak menanyakan lebih detil soal bagaimana Iki bisa makan setiap hari.
Iki menjelaskan jika setiap hari ia dimasakkan saudaranya yang tengah mengurus sang nenek.
Ayah Iki rupanya tinggal bersama ibunya dan membantu mengurusnya.
Namun yang membiayai kebutuhan sang nenek adalah saudara dari ayah Iki.
“Kalau bapak nganggur yang masak siapa ki,?” tanya KDM.
“Ada yang bantu-bantu saudara,” jawab Iki.
“Kok punya pembantu segala?” tanya KDM heran.
“Itu digaji buat ngurus nenek,” jawab Iki.
“Oh ngurus nenek, yang menggaji siapa?” tanya KDM lagi.
“Ada uwa,” sahut Iki.
KDM sontak tergugah hati nuraninya untuk membantu Iki. Ia lantas menawarkan apakah Iki setuju jika dibelikan seekor kambing.
Tanpa berpikir panjang Iki menyetujui rencana KDM tersebut.
Ia dengan senang hati menerima uang Rp 2,5 juta dari KDM untuk membeli kambing betina.
“Kamu mau pelihara kambing gak?” tanya KDM.
“Mau,” jawab Iki tanpa pikir Panjang.
“Bener? Ah saya khawatir dijual ah,” Jawab KDM sambil meledek.
“Enggak, bener,” sahut Iki.
“Nih belikan kambing betina, 2,5 juta,” Ujar KDM sembari memberikan sejumlah uang.
“Terima kasih Bapak Dedi Mulyadi,” jawab Iki sembari mencium uangnya.
Tak berhenti di situ, Iki dengan wajah polosnya ini tanpa perintah tiba-tiba memberi pesan untuk KDM.
Dirinya mendokan KDM agar selalu diberikan kesehatan.
Lucunya, Iki juga menegaskan pada KDM agar menjadi pemimpin yang adil, setia kepada rakyat, sehingga tidak hanya sekedar ingin dipilih.
“Saya doakan bapak semoga sehat. Semoga rezekinya ada lagi, semoga adil kepada rakyat,” harap Iki.
“Semoga adil kepada rakyat, bagus banget,” jawab KDM menirukan Iki.
“Harus setia ke rakyat, ada pengabdiannya, gak boleh cuma karena ingin terpilih aja,” ujar Iki.
“Gak boleh Cuma ingin terpilih aja ya, harus sayang kepada rakyat, bener,” KDM menirukan.
“Harus turun ke rakyat,” tegas Iki.
“Iya, jadi saya sebagai gubernur harus turun ke rakyat?, siap,” jawab KDM.
Kontributor : Kanita