Beda dari Gibran, Ini Kata Anies Baswedan Soal Bonus Demografi: Ada Tekanan Luar Biasa

Lintang Siltya Utami

Selasa, 29 April 2025 | 12:30 WIB
Beda dari Gibran, Ini Kata Anies Baswedan Soal Bonus Demografi: Ada Tekanan Luar Biasa
Kolase Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming. (Instagram)

Suara.com - Istilah bonus demografi belakangan ini menjadi salah satu topik perbincangan di jagat maya. Bukan tanpa alasan, rupanya Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming sempat menjelaskan tentang bonus demografi.

Hal ini memicu reaksi dari tokoh-tokoh lainnya, tak terkecuali Anies Baswedan. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengemukakan pendapat yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan Gibran Rakabuming.

Dalam video pendek yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden pada 21 April 2025, Gibran Rakabuming menggemborkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia jika mampu memanfaatkan keunggulan jumlah penduduk di usia produktif.

Menurut putra sulung Jokowi tersebut, usia produktif penduduk Indonesia akan dicapai antara 2030 hingga 2045, dengan sekitar 208 juta penduduk Indonesia akan berada dalam usia produktif.

"Ini adalah giliran kita. Giliran generasi muda Indonesia untuk mengambil peran, untuk menjadi pelaku utama perubahan, dan untuk menentukan arah masa depan bangsa," ucap Gibran Rakabuming dalam video tersebut.

Suami Selvi Ananda itu menambahkan bahwa keberhasilan negeri ini dalam memanfaatkan bonus demografi akan bergantung pada sejuah mana generasi muda mampu menghadapi tantangan, seperti ketegangan geopolitik, perkembangan teknologi yang pesat, hingga krisis iklim.

Tak hanya itu, Gibran Rakabuming juga mendorong agar generasi muda terpicu dalam belajar agar tidak tertinggal.

"Yang akan menang adalah mereka yang paling cepat belajar, paling cepat beradaptasi, dan paling cepat memanfaatkan peluang," tambahnya.

Di sisi lain, Anies Baswedan menilai bahwa generasi masa kini memiliki tekanan yang luar biasa di dalam istilah bonus demografi.

baca juga

Hal itu dikemukakan oleh Anies Baswedan dalam tulisannya yang dimuat dalam Media Indonesia pada Senin (28/4/2025) dan dibagikan ulang olehnya melalui akun X resmi.

"Usia produktif bukan jaminan produktivitas. Banyak di antara generasi muda hari ini justru berada dalam tekanan luar biasa. Tekanan untuk sukses, untuk menopang ekonomi keluara, untuk menghadapi ketidakpastian pekerjaan, sekaligus menata masa depan dala ruang hidup yang kian mahal," tulis Anies Baswedan.

Di dalam bonus demografi, generasi muda diharapkan untuk menjadi penopang kemajuan. Namun menurut Anies Baswedan, banyak pihak yang lupa bahwa generasi-generasi tersebut juga manusia biasa yang membutuhkan ruang untuk bernapas, bukan hanya sekadar bekerja.

"Maka dari itu, jangan heran bila di balik kata produktif justru tumbuh fenomena sunyi seperti kelelahan psikis, gangguan mental, dan rasa hampa di tengah hiruk pikuk digital. Bonus itu bisa menjelma menjadi ilusi bila kita hanya bicara kuantitas, bukan kualitas kehidupan," tambahnya.

Lebih lanjut, Anies pun menilai bahwa bonus demografi dapat mendorong mobilitas manusia, di mana banyak orang akan meninggalkan desa dan lebih memilih untuk hidup di kota.

Jika tidak dipersiapkan secara matang, infrastruktur akan kewalahan dan ruang tinggal semakin sempit. Bonus demografi ini juga membuat masing-masing anak muda harus bersaing satu sama lain.

"Lebih jauh kita juga perlu bertanya apakah semua anak muda punya kesempatan yang sama? Dunia hari ini makin digital, tapi tak semua terhubung. Ada yang tumbuh dengan akses coding, namun ada juga yang masih bergelut dengan sinyal yang putus-putus dan gawai yang harus bergantian," sambung Anies Baswedan.

Karena itu, bonus tersebut bisa memperbesar ketimpangan ika tidak dikelola dengan kesetaraan.

Anies Baswedan mengusulkan agar pendidikan ditata ulang agar semakin relevan dengan dunia yang sedang berubah. Selain itu, pemerintah juga harus membangun sistem ekonomi yang memberi ruang tumbuh bagi masyarakat kecil agar dapat naik kelas. Tak hanya itu, sistem jaminan kesehatan yang fungsional pun harus dihadirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Sebut Desakan Pemakzulan Gibran Legal: Yang Tidak Boleh Itu Cawe-Cawe

Rocky Gerung Sebut Desakan Pemakzulan Gibran Legal: Yang Tidak Boleh Itu Cawe-Cawe

News | Selasa, 29 April 2025 | 12:10 WIB

Wapres Masih Bau Kencur, Rocky Gerung: Gibran Tak Mampu Hadapi Kompleksitas Politik Global

Wapres Masih Bau Kencur, Rocky Gerung: Gibran Tak Mampu Hadapi Kompleksitas Politik Global

News | Selasa, 29 April 2025 | 10:37 WIB

Fachrul Razi Dkk Desak Wapres Gibran Dicopot, PPAD: Bukan Wakili Seluruh Purnawirawan TNI AD!

Fachrul Razi Dkk Desak Wapres Gibran Dicopot, PPAD: Bukan Wakili Seluruh Purnawirawan TNI AD!

News | Senin, 28 April 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×