Soal Desakan Ganti Wapres, Mayjen TNI Purn Soenarko Singgung Moralitas dan Intelektualitas Gibran

Lintang Siltya Utami

Rabu, 07 Mei 2025 | 14:31 WIB
Soal Desakan Ganti Wapres, Mayjen TNI Purn Soenarko Singgung Moralitas dan Intelektualitas Gibran
Potret Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming (Instagram @gibran_rakabuming)

Suara.com - Delapan tuntutan yang dilayangkan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satu di antara delapan poin yang diusulkan adalah mengganti Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming.

Sejumlah pihak menilai bahwa sulit untuk melakukan pemakzulan Gibran Rakabuming. Hal ini membuat Mayjen TNI Purn Soenarko pun turut buka suara.

Hadir dalam podcast di kanal YouTube Sentana TV pada Selasa (6/5/2025), Mayjen TNI Purn Soenarko menyoroti reaksi publik perihal tuntutan Forum Purnawirawan TNI tersebut.

Dalam video berjudul "Luhut Pembohong dan Penjilat, Ratusan Jenderal Desak Makzulkan Gibran" itu, Mayjen TNI Purn Soenarko menegaskan jika tuntutan untuk mengganti Wapres bukanlah bentuk balas dendam.

Ia mengaku memantau komentar-komentar yang dilayangkan di media sosial serta respons publik terhadap desakan untuk mengganti Wakil Presiden RI, baik itu dari pihak yang memiliki pendapat serupa maupun berseberangan.

"Lihat saja di medsos, berapa kelompok masyarakat yang menghendaki Gibran dimakzulkan. Itu sama dengan hati kami. Melihatnya bukan karena ada sentimen, bukan karena ada dendam katanya, enggak ada. Ada yang nulis, katanya ada dendam politik, ada yang bilang sentimen, enggak ada. Ini demi kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Mayjen TNI Purn Soenarko.

Lebih lanjut, ia menyoroti intelektualitas dan moralitas yang dimiliki oleh putra sulung Joko Widodo tersebut. Mayjen TNI Purn Soenarko secara terang-terangan menyebut bahwa Gibran Rakabuming adalah pemimpin yang tidak bisa diharapkan.

"Dari sisi hukum dan administrasi itu melanggar. Dari sisi intelektualitas, apa yang diharapkan dari pemimpin seperti itu," sambungnya.

Mayjen TNI Purn Soenarko pun menyinggung perihal akun Kaskus Fufufafa yang sebelumnya sempat menghebohkan. Walaupun belum terbukti, Mayjen TNI Purn Soenarko tampaknya percaya dengan pengusut akun Fufufafa yang mengarah pada Gibran Rakabuming.

baca juga

"Dari sisi moralitas, lihat baca itu link fufufafa. Walaupun belum bisa dibuktikan, tapi orang yang sudah mengusut link fufufafa itu berani mengatakan 99,99 persen link fufufafa itu punyanya Gibran," tambahnya lagi.

Sebagaimana diketahui, di dalam akun Kaskus tersebut, nama akun Fufufafa menuliskan kalimat tak senonoh dan mengarah pada penghinaan sejumlah tokoh publik hingga artis Tanah Air, seperti Prabowo Subianto dan Syahrini.

Mayoritas publik mencurigai bahwa akun Fufufafa tersebut dimiliki oleh Gibran Rakabuming berdasarkan bukti email bisnis kuliner yang dimilikinya dan nomor telepon yang tertaut pada akun tersebut. Tetapi, pihak Gibran Rakabuming sendiri belum memberikan keterangan resmi hingga saat ini.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Purn Soenarko menyayangkan jika ratusan juta penduduk Indonesia harus memiliki Wakil Presiden seperti sosok Gibran Rakabuming.

"Kalau orang sana (bilang) itu sudah konstitusional, itu yang menuntut inkonstitusional, ya silakan saja. Kita menyampaikan ini konstitusional, saran, kalau nanti nggak diterima, ya kita akan cari langkah lain. Tapi yang jelas, menurut pandangan kami, aduh miris bangsa Indonesia yang jumlahnya hampir 300 juta ini punya pemimpin seperti itu," kata eks Danjen Kopassus tersebut.

Tak hanya itu, Mayjen TNI Purn Soenarko juga menyoroti kembali keputusan Mahkamah Konstitusi yang dinilai melakukan pelanggaran setelah mengubah starat usia pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, sehingga Gibran Rakabuming dapat mencalonkan diri.

Ia pun menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatur kewajiban hakim mengundurkan diri jika memiliki hubungan keluarga atau kepentingan langsung atau tidak langsung dengan perkara yang sedang ditangani.

"Karena Ketua MK-nya pamannya. Jadi di situ melanggar hukum lagi, faktor nepotisme. Karena saya dapat penjelasan dari tim hukum kita, ada di undang-undang berapa saya lupa, yang mengatakan apabila hakim menangani masalah yang berkaitan dengan objek yang punya hubungan keluarga langsung atau tidak langsung wajib mengundurkan diri. Kalimatnya wajib, tapi kok dia nggak mengundurkan diri? Itu kan sudah pelanggaran," sahutnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Hadir Tanpa Gibran di Acara Purnawirawan TNI, Pengamat: Bukan Hal yang Aneh

Prabowo Hadir Tanpa Gibran di Acara Purnawirawan TNI, Pengamat: Bukan Hal yang Aneh

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:22 WIB

Respons soal Desakan Pemakzulan Gibran, Mahfud MD: Gak Mungkin!

Respons soal Desakan Pemakzulan Gibran, Mahfud MD: Gak Mungkin!

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 12:53 WIB

Isu Pemakzulan Wapres, Luhut Bela Gibran: Jika Tak Taat Konstitusi, Jangan Tinggal di Indonesia!

Isu Pemakzulan Wapres, Luhut Bela Gibran: Jika Tak Taat Konstitusi, Jangan Tinggal di Indonesia!

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 11:54 WIB

Terkini

HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan

HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 15:15 WIB

3 Day Cream dengan Kolagen Terbaik untuk Jaga Kelembapan dan Cegah Keriput

3 Day Cream dengan Kolagen Terbaik untuk Jaga Kelembapan dan Cegah Keriput

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:13 WIB

Terminal Kalipucang Pangandaran Memprihatinkan, Atap dan Plafon Rusak

Terminal Kalipucang Pangandaran Memprihatinkan, Atap dan Plafon Rusak

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 15:10 WIB

Makin Marak Kejahatan Siber Sektor Keuangan, Apa Kata OJK?

Makin Marak Kejahatan Siber Sektor Keuangan, Apa Kata OJK?

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 15:09 WIB

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 15:07 WIB

5 Cara Menjaga Dapur Tetap Bersih dan Rapi, Bisa Dilakukan Setiap Hari

5 Cara Menjaga Dapur Tetap Bersih dan Rapi, Bisa Dilakukan Setiap Hari

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 15:04 WIB

Dispenser Galon Bawah Berapa Watt? Ini 5 Rekomendasi yang Murah dan Hemat Listrik

Dispenser Galon Bawah Berapa Watt? Ini 5 Rekomendasi yang Murah dan Hemat Listrik

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:00 WIB

Lihat Sawah Kekeringan, Dody Murka pada Bawahan: Serius Kawal Swasembada Pangan

Lihat Sawah Kekeringan, Dody Murka pada Bawahan: Serius Kawal Swasembada Pangan

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 15:00 WIB

Harga Sepatu Brooks Ori Lengkap 3 Rekomendasi Terbaik untuk Latihan Lari dan Long Run

Harga Sepatu Brooks Ori Lengkap 3 Rekomendasi Terbaik untuk Latihan Lari dan Long Run

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:00 WIB

Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju

Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 14:56 WIB

×