Transisi Energi Bersih Tanpa Korbankan Hutan, Warga Skouw Sae Kumpulkan Limbah Kayu untuk PLTU

M. Reza Sulaiman

Kamis, 22 Mei 2025 | 10:54 WIB
Transisi Energi Bersih Tanpa Korbankan Hutan, Warga Skouw Sae Kumpulkan Limbah Kayu untuk PLTU
Ilustrasi kayu, limbah kayu. (Photo by Steve Tingley/Pexels)

Suara.com - Warga Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, kini memiliki sumber penghasilan baru yang tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga turut berkontribusi pada transisi energi bersih.

Mereka memanfaatkan batang-batang kayu hanyut yang berserakan di pesisir pantai sebagai bahan baku cofiring biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp.

"Dari hasil penjualan batang-batang kayu tersebut, dalam sehari saya bersama 2 sampai 4 warga lainnya dengan tiga kali pengantaran ke pengepul bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” kata Olaf Akwan, salah satu pengumpul kayu di Kampung Skouw Sae, dilansir Antara, Kamis (22/5/2025).

Kayu-kayu tersebut berasal dari batang pohon yang terbawa arus dan ombak, kemudian dikumpulkan dari sepanjang garis pantai. Ukurannya bervariasi, dan dalam sehari, Olaf serta beberapa warga bisa mengumpulkan hingga 300 batang.

Kayu itu kemudian dijual ke pengepul, yakni pemilik truk yang akan memasoknya ke PT Surya Muda Laksana—mitra dari PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), penyuplai woodchip untuk bahan cofiring biomassa di PLTU Holtekamp.

“Pendapatannya lumayan, lebih baik dibandingkan dengan kerja serabutan yang beberapa waktu lalu saya jalani bersama beberapa warga di sini,” lanjut Olaf, yang sebelumnya bekerja sebagai tukang ojek dan sopir angkot.

Chris Lomo, warga lain yang ikut mengumpulkan kayu hanyut, mengatakan pekerjaan ini menawarkan pemasukan yang lebih stabil dan cepat. Chris juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini cukup untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

“Usaha ini lebih cepat mendatangkan upah untuk kami warga di sekitar lokasi pengumpulan kayu sehingga dengan adanya program cofiring biomassa dari PLTU Holtekamp sangat membantu kebutuhan sehari-hari karena pagi dan siang bekerja, malam sudah menerima hasilnya,” ujarnya.

Peran Cofiring Biomassa dalam Transisi Energi

baca juga

Data resmi PLN yang diterbitkan Februari 2025 menunjukkan bahwa hingga 2024, sebanyak 47 PLTU telah mengadopsi teknologi cofiring biomassa. Produksi energi hijau meningkat menjadi 1,67 juta MWh—naik 60% dari tahun sebelumnya.

Konsumsi biomassa pun melonjak menjadi 1,62 juta ton, membantu menurunkan emisi karbon sebesar 1,87 juta ton CO. Jenis biomassa yang digunakan antara lain woodchip, sawdust, sekam padi, hingga limbah racik uang kertas (LRUK).

Namun di balik pencapaian ini, muncul kekhawatiran dari berbagai pihak.

Ancaman Deforestasi dari Hutan Tanaman Energi

Laporan Trend Asia memperingatkan bahwa program cofiring berisiko memicu deforestasi jika pasokan biomassa berasal dari Hutan Tanaman Energi (HTE).

Untuk memenuhi target kebutuhan 10% cofiring di 52 PLTU, dibutuhkan lahan seluas 2,3 juta hektare. Angka ini mengingatkan pada kegagalan Hutan Tanaman Industri (HTI), yang pada 2019 tercatat menebang 3,5 juta hektare hutan alam.

“Produksi pelet kayu skala besar di wilayah tanpa sistem perlindungan lahan yang kuat akan berdampak negatif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tulis laporan IPCC 2022.

Jalan Tengah: Limbah Alam dan Ekonomi Lokal

Kisah dari Skouw Sae menawarkan alternatif pemanfaatan limbah alami seperti kayu hanyut bisa menjadi jalan tengah antara kebutuhan energi dan pelestarian hutan. Warga mendapat penghasilan yang layak tanpa merusak ekosistem hutan, sementara negara tetap bisa menjalankan transisi energi hijau.

Namun agar model seperti ini dapat direplikasi, dibutuhkan kebijakan yang lebih ketat untuk menjamin sumber biomassa berasal dari limbah, bukan dari penebangan hutan. Evaluasi menyeluruh terhadap program cofiring dan rencana pengembangan HTE menjadi keharusan mendesak.

Transisi energi seharusnya tak menjadi alasan baru untuk kehilangan hutan. Justru sebaliknya—ia bisa menjadi peluang untuk memulihkan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat, seperti yang telah dibuktikan oleh warga Skouw Sae.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibayangi Asap Batu Bara, Transisi Hijau ke Mobil Listrik Jadi Bumerang?

Dibayangi Asap Batu Bara, Transisi Hijau ke Mobil Listrik Jadi Bumerang?

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:58 WIB

Ketika PLTU Bicara Iklim dan Lingkungan: Inisiatif dari Cilacap

Ketika PLTU Bicara Iklim dan Lingkungan: Inisiatif dari Cilacap

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:30 WIB

KPK Panggil Eks Direktur PT Cirebon Energi Prasarana untuk Usut Kasus Suap Proyek PLTU 2 Cirebon

KPK Panggil Eks Direktur PT Cirebon Energi Prasarana untuk Usut Kasus Suap Proyek PLTU 2 Cirebon

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 12:29 WIB

Terkini

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Usia 40 Tahun Tensi Normal Berapa? Ini Angka Ideal untuk Pria dan Wanita serta Cara Menjaganya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 21:01 WIB

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

×