Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Rocky Gerung Seret Nama Gibran Rakabuming

Lintang Siltya Utami

Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:57 WIB
Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Rocky Gerung Seret Nama Gibran Rakabuming
Rocky Gerung [Foto: YouTube Rocky Gerung]

Suara.com - Program pendidikan karakter yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer hingga saat ini menarik perhatian banyak pihak.

Baru-baru ini, akademikus Indonesia Rocky Gerung menyoroti keputusan Dedi Mulyadi yang memasukkan anak-anak bermasalah ke barak militer.

Menurut Rocky Gerung, program tersebut adalah keputusan yang dangkal. Hal ini disampaikan oleh Rocky Gerung dalam Indonesia Lawyers Club yang cuplikan videonya diunggah kembali oleh akun X @ronaldy596.

"Dedi Mulyadi juga dimulai dengan problem yang sama. Tadi temen-temen pendukung Dedi Mulyadi mengatakan 'yang penting visualisasinya bisa menghemat anggaran'. Oh bagus, tapi dalam politik orang mau ukur visualisasi itu demi apa? Kalau visinya dangkal. Mengirim anak ke barak itu dangkal," ucap Rocky Gerung.

Bukan tanpa sebab, Rocky Gerung menilai bahwa jika anak-anak bermasalah tersebut ingin diubah karakternya, maka seharusnya tidak dimasukkan ke dalam barak militer. Pasalnya, barak militer berfungsi untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran seseorang.

"Barak itu didisiplinkan tubuhnya. Begitu kita belajar teori-teori disiplin, fungsi barak militer mendisiplinkan tubuh. Bukan mengajak orang berpikir," sambung Rocky Gerung.

Ia menambahkan bahwa anak-anak yang masih menginjak bangku sekolah umumnya memang melakukan kenakalan karena itu adalah proses kreativitas.

"Anak itu nakal, karena kreativitasnya bertumbuh. Diperlukan pedagogik. Yang dihasilkan Dedi Mulyadi demagogi itu, kirim ke barak gitu," jelasnya.

Pedagogik sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang pendidikan, khususnya pendidikan anak yang mencakup berbagai aspek, mulai dari teori belajar dan metode belajar hingga pengelolaan kelas dan interaksi dengan siswa. Sementara itu, demagogi adalah praktik politik di mana seseorang menggunakan retorika dan manipulasi untuk mempengaruhi massa dan mendapatkan kekuasaan.

baca juga

Tak hanya itu, Rocky Gerung kemudian menyebut nama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming. Rocky Gerung mengatakan mengapa putra sulung Jokowi itu tidak dimasukkan ke barak militer.

"Kenapa nggak Gibran dikirim ke barak? Atau ayahnya? Supaya dia didisiplinkan tubuhnya itu, kan pikiran nggak bisa didisiplinkan," kelakarnya.

Menekankan kembali proses tumbuh kembang anak, Rocky Gerung menilai jika kenakalan siswa adalah hal yang wajar karena bagian dari berpikir kreatif.

"Sementara itu adalah anak didik. Bagaimana mendisiplinkan pikiran anak didik? Justru anak didik itu diprovokasi untuk berpikir nakal. Pikiran kita itu dibentuk di dalam usia 5, 7, sampai 13 tahun, di situ kenakalan itu, fungsinya kreatif," pungkasnya.

Tak hanya Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengkritik program tersebut, baru-baru ini Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pun mendesak agar program memasukkan anak ke barak militer segera dihentikan.

FSGI melihat program barak militer itu tidak disiapkan dengan matang karena tidak adanya dokumen yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan itu termasuk perencanaan, pembelajaran, dan penilaian.

Sebagai informasi, dokumen yang beredar selama ini hanya berupa Surat Edaran Gubernur terkait dengan Pembangunan Pendidikan di Jawa Barat melalui Gapura Panca Waluya. Selain itu, FSGI juga menyebut tidak pernah dijelaskan kepada publik mengenai rencana kurikulum dari program tersebut.

KPAI pun sebelumnya menyebutkan bahwa pendekatan militeristik semacam itu seharusnya menjadi pilihan paling akhir setelah semua mekanisme perlindungan dan pembinaan anak dijalankan secara maksimal.

KPAI menjelaskan bahwa struktur pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, termasuk hak mendapatkan pengasuhan, pembinaan, dan pendisiplinan, harus berbasis pada peran satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Jawa Barat Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?

CEK FAKTA: Jawa Barat Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Benarkah?

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:08 WIB

Rocky Gerung Usul Reshuffle, Menteri Bahlil Beri Jawaban Menohok!

Rocky Gerung Usul Reshuffle, Menteri Bahlil Beri Jawaban Menohok!

Video | Kamis, 22 Mei 2025 | 21:12 WIB

Pandji Pragiwaksono Bilang Dont jinx it soal Ade Armado Puji Gibran, Apa Maksudnya?

Pandji Pragiwaksono Bilang Dont jinx it soal Ade Armado Puji Gibran, Apa Maksudnya?

Entertainment | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:33 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×