Pemprov DKI Dinilai Mundur Atasi Macet dengan Pangkas Trotoar di Jalan TB Simatupang

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:59 WIB
Pemprov DKI Dinilai Mundur Atasi Macet dengan Pangkas Trotoar di Jalan TB Simatupang
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, beberapa waktu lalu. [ANTARA/Sulthony Hasanuddin/tom]

Suara.com - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memangkas trotoar di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Jaksel) sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan tuai kritik keras. 

Koalisi Pejalan Kaki menyayangkan langkah tersebut dan menilainya sebagai bentuk kemunduran signifikan dalam paradigma pembangunan transportasi berkelanjutan di ibu kota.

Kebijakan yang mengorbankan fasilitas pejalan kaki ini dianggap kontraproduktif terhadap upaya mendorong kualitas hidup perkotaan yang lebih baik.

Koordinator Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, menegaskan bahwa akar masalah kemacetan kronis di Jakarta berasal dari tingginya volume dan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Berdasarkan data, jumlah kendaraan di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya, sementara pertumbuhan ruas jalan sangat terbatas.

Oleh karena itu, kebijakan yang seharusnya diambil adalah mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi publik, sepeda, atau berjalan kaki. 

Trotoar yang aman dan nyaman merupakan elemen krusial untuk mendukung mobilitas aktif dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih manusiawi.

"Seharusnya kemacetan di-drive sebagai disincentive atas pilihannya bagi masyarakat para pengguna kendaraan pribadi, mobil maupun sepeda motor," kata Alfred saat dikonfirmasi, Minggu (24/8/2025).

Menurut Alfred, langkah disinsentif yang lebih efektif dan telah terbukti di berbagai kota dunia adalah penerapan jalan berbayar elektronik (ERP) dan tarif parkir progresif di kawasan-kawasan padat kendaraan, termasuk koridor TB Simatupang.

baca juga

Ia menambahkan, kajian komprehensif terkait kebijakan ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Pemprov DKI sejak periode 2009 hingga 2010.

"Toh sudah disediakan angkutan umum massal yang lumayan baik di Jakarta dan sekitarnya. Jadi salah sendiri apabila masyarakat tetap bertahan pada kemacetan dengan menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor," ujarnya.

Alfred menilai, kebijakan memangkas trotoar justru bertentangan dengan semangat memperbaiki kualitas ruang kota dan mengabaikan hak-hak pejalan kaki yang dijamin undang-undang.

Ia menegaskan, Pemprov DKI semestinya fokus pada peningkatan dan perluasan fasilitas untuk pejalan kaki, bukan malah mengorbankannya demi kelancaran sesaat kendaraan bermotor.

"Gubernur Jakarta Pramono Anung mengambil langkah anarkis dan set back terhadap pembangunan urban sustainable mobility strategy yang sudah dibangun susah payah dan dengan biaya mahal dari pajak masyarakat selama ini," tegasnya.

Lebih jauh, Alfred menyebut rencana ini sangat merugikan karena pembangunan sistem transportasi berkelanjutan telah dirintis oleh beberapa gubernur Jakarta sejak awal era 2000-an. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TB Simatupang Macet Parah, Pemprov DKI Pertimbangkan Bikin Flyover atau Underpass Baru

TB Simatupang Macet Parah, Pemprov DKI Pertimbangkan Bikin Flyover atau Underpass Baru

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Macet Horor TB Simatupang: Pramono Perintahkan Proyek Dikebut 24 Jam, Trotoar Jadi Jalan Darurat

Macet Horor TB Simatupang: Pramono Perintahkan Proyek Dikebut 24 Jam, Trotoar Jadi Jalan Darurat

News | Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:50 WIB

Ngaku Kemacetan Jakarta Turun tapi Jalan TB Simatupang Tetap 'Horor', Pramono Siap Usir Pak Ogah!

Ngaku Kemacetan Jakarta Turun tapi Jalan TB Simatupang Tetap 'Horor', Pramono Siap Usir Pak Ogah!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 12:31 WIB

Terkini

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

×