Skandal PDNS Rp959 Miliar, Mantan Menkominfo Budi Arie Ungkap Perannya

Chandra Iswinarno, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:13 WIB
Skandal PDNS Rp959 Miliar, Mantan Menkominfo Budi Arie Ungkap Perannya
Mantan Menkominfo Budi Arie mengungkapkan bahwa dirinya yang melaporkan adanya kasus PDNS di Kominfo kala itu. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa dugaan kasus korupsi yang terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) merupakan laporannya.

Budi Arie mengaku, pada September 2024 sengaja sowan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memberikan informasi tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi di kementerian yang sedang dipimpinnya.

"Saya yang melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung sekitar bulan September 2024. Saya hadir bersama wamen, sekjen dan irjen," kata Budi Arie, dalam pesan WhatsApp kepada awak media, Jumat 23 Mei 2025.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat telah menetapkan lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi PDNS.

Kepala Kejari Jakarta Pusat, Safrianto Zuriat Putra mengatakan, kelima orang tersebut 3 diantaranya berasal dari pihak kementerian, sementara 2 orang lainnya merupakan pihak dari swasta.

Adapun tiga orang yang berasal dari pemerintah, yakni Semuel Abrizani Pangerapan alias SAP, selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Pemerintahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika periode 2016 hingga 2024.

Kemudian, Bambang Dwi Anggono alias BDA, selaku Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah pada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2019 hingga 2023.

"Selanjutnya, Nova Zanda selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan barangjasa dan pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020 hingga 2024,” kata Safrianto, Kamis 22 Mei 2025.

Selain itu, tersangka lain yang berasal dari pihak swasta, yakni Alfi Asman, selaku Direktur Bisnis pada PT Aplikanusa Lintasarta sejak 2014 sampai dengan 2023.

baca juga

Kemudian, Pini Panggar Agusti alias PPA selaku, Account Manager 2017-2021 PT Docotel Teknologi.

Lebih lanjut, Safrianto menuturkan, dalam perkara ini Kementerian Komunikasi dan Informatika justru membentuk PDNS dengan nomenklatur dalam DIPA Tahun 2020.

Ia melakukan Penyediaan Jasa Layanan Komputasi Awan laaS 2020 yang tidak sesuai dengan tujuan Perpres Nomor 95 Tahun 2018. 

“Dalam pelaksanaan dan pengelolaannya akan selalu tergantung kepada pihak swasta,” ungkapnya.

Dalam perbuatannya, mereka bersama-sama melakukan perbuatan demi memperoleh keuntungan.

Para tersangka melakukan pemufakatan jahat untuk mengkondisikan pelaksanaan kegiatan PDNS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Samuel Pangerapan Jadi Tersangka Korupsi PDNS, Ratusan Gram Emas Disita

Samuel Pangerapan Jadi Tersangka Korupsi PDNS, Ratusan Gram Emas Disita

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 17:20 WIB

Profil 5 Tersangka Korupsi PDNS Kominfo, Punya Karier Dirjen Hingga Direktur

Profil 5 Tersangka Korupsi PDNS Kominfo, Punya Karier Dirjen Hingga Direktur

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:37 WIB

Eks Dirjen Kominfo Terlibat Korupsi PDNS, Meutya Hafid Umumkan Tim Evaluasi Internal

Eks Dirjen Kominfo Terlibat Korupsi PDNS, Meutya Hafid Umumkan Tim Evaluasi Internal

Tekno | Kamis, 22 Mei 2025 | 23:38 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×