Transportasi Bersih untuk Masa Depan Asia: Enam Langkah Menghadapi Krisis Iklim

M. Reza Sulaiman

Selasa, 27 Mei 2025 | 18:35 WIB
Transportasi Bersih untuk Masa Depan Asia: Enam Langkah Menghadapi Krisis Iklim
Ilustrasi rel kereta api - Transportasi hijau (Photo by Alex Qian/Pexels)

Jaringan transportasi sangat rentan terhadap dampak bencana iklim seperti banjir dan badai. Karena itu, setiap rencana iklim harus mencakup upaya adaptasi, seperti perbaikan desain jalan dan rel yang tahan cuaca ekstrem.

Data dari Asian Development Bank (ADB) menunjukkan bahwa antara 2009–2018, kerugian akibat bencana alam di Asia-Pasifik mencapai USD 675 miliar, dan infrastruktur transportasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.

5. Mencari Sumber Pembiayaan Inovatif

Transformasi menuju transportasi hijau membutuhkan dana besar. Oleh sebab itu, negara-negara perlu menggali pembiayaan inovatif, seperti kemitraan publik-swasta dan penerbitan green bonds.

Menurut World Bank, kebutuhan investasi infrastruktur transportasi berkelanjutan di Asia mencapai USD 26 triliun hingga 2030.

6. Membangun Kapasitas dan Keahlian Lokal

Tanpa sumber daya manusia yang memadai, kebijakan transportasi hijau akan sulit terlaksana. Maka dari itu, negara perlu memperkuat lembaga teknis dan pelatihan untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan sesuai komitmen iklim nasional.

Inspirasi dari Kawasan Asia

Beberapa negara Asia telah menunjukkan langkah maju yang patut dicontoh, di antaranya:

baca juga
  • Tiongkok menjadi produsen sekaligus konsumen kendaraan listrik terbesar di dunia.
  • Singapura menggunakan sistem Electronic Road Pricing untuk mengurangi kemacetan dan mendorong penggunaan transportasi umum.
  • Jepang mengembangkan teknologi hydrogen fuel cell untuk kendaraan masa depan.
  • Korea Selatan menargetkan 2,9 juta kendaraan listrik beroperasi pada 2025 melalui program K-New Deal Green.

Tentu saja, jalan menuju transportasi berkelanjutan tidak bebas hambatan. Mulai dari keterbatasan anggaran, resistensi perubahan kebiasaan masyarakat, hingga perlunya teknologi canggih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, peluang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih hijau, efisien, dan inklusif sangat terbuka.

Laporan International Transport Forum (ITF) menyebutkan bahwa emisi transportasi global dapat dikurangi hingga 70% pada 2050, asalkan kebijakan yang tepat diterapkan sejak sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Pemanasan Global Sudah Lewat 1,5C, Masih Adakah yang Bisa Dilakukan?

Saat Pemanasan Global Sudah Lewat 1,5C, Masih Adakah yang Bisa Dilakukan?

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 08:27 WIB

Krisis Iklim Ancam Masa Depan Kopi Dunia, tapi Harapan Tumbuh dari 'Si Pemburu Kopi'

Krisis Iklim Ancam Masa Depan Kopi Dunia, tapi Harapan Tumbuh dari 'Si Pemburu Kopi'

Lifestyle | Senin, 26 Mei 2025 | 14:26 WIB

Gen Z Cemas Hadapi Krisis Iklim, Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci Solusi

Gen Z Cemas Hadapi Krisis Iklim, Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci Solusi

Lifestyle | Senin, 26 Mei 2025 | 11:18 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×