Gegara Ngaku Sarjana Muda, Rismon Sianipar Akan Laporkan Jokowi atas Skripsi Palsu

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Sabtu, 31 Mei 2025 | 17:23 WIB
Gegara Ngaku Sarjana Muda, Rismon Sianipar Akan Laporkan Jokowi atas Skripsi Palsu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat ditemui di kediamannya, Rabu (28/5/2025). [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar menyatakan bahwa mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi akan dilaporkan atas skripsi palsu ke Bareskrim Polri.

Hal itu disampaikan oleh Rismon Sianipar melalui akun X resmi miliknya @SianiparRismon pada Sabtu (31/5/2025).

Bukan tanpa alasan, Rismon Sianipar menyoroti total Satuan Kredit Semester (SKS) yang diambil oleh Jokowi saat menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam unggahan yang dibagikannya, ia memposting beberapa gambar tangkapan layar form her registrasi milik Jokowi yang sebelumnya ditayangkan secara nasional oleh Bareskrim Polri saat menyatakan bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

Dalam salah satu gambar yang dibagikan, tertera Surat Permohonan / Ijin Her-Registrasi Semester II Tahun Akademi 1981/1982. Poin yang menjadi sorotan adalah Jokowi melingkari pilihan Sarjana Muda, alih-alih hanya Sarjana.

Form her registrasi sendiri merupakan formulir yang digunakan oleh mahasiswa lama untuk melakukan pendaftaran ulang setiap semester agar dapat mengikuti perkuliahan dan mendapatkan hak-hak akademik.

Namun menurut Rismon Sianipar, mahasiswa yang menjadi Sarjana Muda tidak diwajibkan menulis skripsi. Padahal, sebelumnya Rismon Sianipar hingga Roy Suryo dan dokter Tifa sendiri telah melihat skripsi yang diklaim Universitas Gadjah Mada ditulis oleh Jokowi.

Oleh karena itu, Rismon Sianipar menyebut bahwa skripsi milik Jokowi yang sebelumnya ditunjukkan adalah skripsi palsu jika memang benar Jokowi terdaftar sebagai Sarjana Muda.

"Peperangan baru! Jokowi akan dilaporkan atas skripsi palsu ke Bareskrim dan pengadilan perdata! Mengingat form her-registrasi, Jokowi terdaftar Sarjana Muda dan total SKS (wajib dan pilihan) hanya 122 SKS! Sarjana Muda tidak menulis skripsi," cuit Rismon Sianipar.

Saat ditelusuri, Sarjana Muda atau yang biasa disebut dengan Ahli Madya umumnya tidak menulis skripsi. Skripsi sendiri adalah tugas akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa program Sarjana (S1) sebagai syarat kelulusan, sedangkan Sarjana Muda merupakan tingkat pendidikan yang lebih rendah dan biasanya berfokus pada keterampilan praktis atau profesi tertentu.

Sebelumnya dalam unggahan lainnya, Rismon Sianipar juga menyoroti total kredit SKS pada daftar nilai Jokowi. Rismon Sianipar mempertanyakan mengapa Jokowi hanya menyelesaikan total kredit SKS sebanyak 122 SKS, sedangkan total kredit yang dibutuhkan untuk lulus dari UGM setidaknya sebanyak 144 SKS.

Dilansir dari laman resmi UGM, untuk bisa lulus dari program sarjana (S1) dari kampus tersebut, maka mahasiswa harus menempuh minimal 144 SKS. Namun, beberapa program studi mungkin memiliki persyaratan SKS yang sedikit lebih tinggi, yaitu mencapai maksimal 169 SKS.

Unggahan itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari pengguna media sosial lainnya. Beberapa warganet meminta agar Rismon Sianipar tidak asal menuduh, sementara yang lainnya menyoroti sikap Universitas Gadjah Mada yang dinilai tidak transparan.

"Itu format skripsi Jokowi pakai format baru jaman sekarang, mirip-mirip sama skripsi gue tahun lalu. Kelihatan lebih baru daripada yang lain," tulis @mate*****

"Harus dengan cermat, bang. Bisa jadi dikasih gelar setelah tingkat 3. Kemudian dia lanjut S1. Jangan-jangan transkrip nilai S1nya masih dia simpan. Sebagai jebakan ntar lagi dia keluarkan kalau dipermasalahkan," komentar @king*****

"Benar-benar banyak yang cacat jika benar mau meneliti dengan sunguh-sungguh," tambah @santo**********

"Sebaiknya pihak UGM berterus terang saja, kalau memang tidak ada skripsinya, bilang tidak ada. Sebaiknya UGM tinggal kasih statement Gelar Insinyur Jokowi adalah Honoris Causa supaya kegaduhan ini berakhir," sambung @kup******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Ade Irfan Pulungan Agar Jokowi Dapat Hidayah Pilih Pimpin PPP Ketimbang PSI

Doa Ade Irfan Pulungan Agar Jokowi Dapat Hidayah Pilih Pimpin PPP Ketimbang PSI

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:11 WIB

Ketimbang Jokowi, Sosok Ini Disebut Layak Pimpin PPP: Punya Reputasi Baik dan Minim Sentimen Negatif

Ketimbang Jokowi, Sosok Ini Disebut Layak Pimpin PPP: Punya Reputasi Baik dan Minim Sentimen Negatif

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:26 WIB

Romahurmuziy: Pak Jokowi Tak Berminat Jadi Ketum PPP

Romahurmuziy: Pak Jokowi Tak Berminat Jadi Ketum PPP

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB