Ustaz Yahya Waloni Wafat, Sempat Khutbah Pertama, Lalu Ambruk Saat Khutbah Kedua

Muhammad Ilham Baktora

Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:24 WIB
Ustaz Yahya Waloni Wafat, Sempat Khutbah Pertama, Lalu Ambruk Saat Khutbah Kedua
Tangkapan layar Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat memberikan ceramah di Makassar. (Twitter)

Suara.com - Penceramah kondang, Ustaz Yahya Waloni dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (6/6/2025).

Yahya Waloni diketahui meninggal ketika memberikan khutbah kedua saat Salat Idul Adha di Masjid Darul Falah, Blok M, Minasa Upa, Makassar.

Belum diketahui apa penyebab penceramah asal Manado, Sulawesi Utara itu meninggal dunia secara mendadak.

"Innalillaahi Wa'inna Ilaihi Raajium, telah berpulang ke Rahmatullah Bpk ustaz H. Yahya Waloni hari ini Jumat 10 zulhijjah pada saat beliau menjadi khatib di masjid Darul Falah blok M, Minasa Upa," tulis keterangan yang diterima Suara.com, Jumat.

Yahya Waloni diketahui masih dalam kondisi sehat ketika memberikan khutbah pertama.

Namun setelah duduk dan berdiri melanjutkan khutbah kedua, tiba-tiba ambruk dan tak sadarkan diri.

"Khutbah pertama belum ada tanda-tanda, setelah berdiri khutbah kedua, sepatah kata tiba-tiba ambruk jatuh," tulis pesan tersebut.

Penceramah 54 tahun ini dilarikan ke RS Bahagia dan diketahui meninggal saat perjalanan.

Sosok Ustaz Yahya Waloni

baca juga

Menjadi penceramah, Ustaz Yahya Waloni merupakan penceramah yang cukup tegas dan vokal.

Ia tak jarang mengkritik terhadap kondisi pemerintahan dan keras terhadap oknum pejabat yang justru merugikan masyarakat.

Bahkan tak jarang dari ceramahnya muncul kontroversi yang membuat aparat penegak hukum memberi perhatian lebih.

Yahya Waloni lahir di Manado pada 30 November 1970. Ia lahir di keluarga kristen yang taat.

Bahkan ia merupakan pendeta yang cukup dikenal sebelum memutuskan mualaf.

Kontroversial

Sebelum menjadi seorang ustaz, Yahya Waloni dikenal sebagai pendeta yang aktif dalam kegiatan keagamaan Kristiani.

Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, yang merupakan daerah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen.

Pendidikan formalnya juga ditempuh di institusi teologi. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, ia memiliki pengetahuan mendalam tentang agama Kristen dan sempat menjabat sebagai pendeta di sebuah gereja.

Namun, titik balik dalam hidup Yahya Waloni terjadi ketika ia mulai mempelajari ajaran Islam secara lebih mendalam.

Proses tersebut tidak berlangsung dalam semalam. Ia mengaku banyak membaca literatur Islam dan membandingkannya dengan ajaran sebelumnya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengucap syahadat dan resmi menjadi seorang mualaf pada awal tahun 2000-an.

Keputusannya itu sempat menimbulkan reaksi beragam, baik dari keluarga maupun komunitas sebelumnya. Namun Yahya tetap teguh pada pilihannya.

Setelah masuk Islam, Yahya Waloni tidak berhenti pada proses spiritual pribadi. Ia justru semakin aktif berdakwah.

Berbekal pengetahuan agama yang luas, baik Islam maupun Kristen, ia mulai mengisi berbagai ceramah di masjid, majelis taklim, dan juga acara-acara televisi.

Gaya bicaranya yang lugas, blak-blakan, serta penuh semangat membuatnya cepat dikenal.

Ia pun menjadi salah satu ustaz yang cukup sering viral di media sosial karena isi ceramahnya yang kontroversial.

Meskipun kerap menuai kritik, terutama dari cara penyampaiannya yang keras terhadap agama lain, tidak bisa dipungkiri bahwa Yahya Waloni memiliki pengaruh yang cukup besar di kalangan umat tertentu.

Ia sering diundang untuk ceramah di berbagai daerah dan memiliki pengikut yang cukup banyak.

Namun, perjalanan dakwah Yahya Waloni juga diwarnai dengan berbagai kontroversi hukum.

Pada tahun 2021, ia sempat ditangkap dan diproses hukum atas dugaan ujaran kebencian. Kasus ini kembali menyorot sepak terjangnya di dunia dakwah.

Meski demikian, sebagian pendukungnya tetap memberikan dukungan, menganggapnya sebagai sosok yang berani menyuarakan kebenaran menurut keyakinannya.

Terlepas dari pro dan kontra, perjalanan hidup Yahya Waloni menunjukkan transformasi spiritual yang drastis.

Dari seorang pendeta Kristen menjadi mualaf dan kemudian menjadi ustaz yang cukup dikenal luas, kisah hidupnya menjadi bahan perbincangan publik dan inspirasi bagi sebagian orang yang mencari kebenaran spiritual melalui jalan yang tidak biasa.

Perubahan drastis ini menjadikan Yahya Waloni salah satu figur mualaf yang paling dikenal di Indonesia saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mall di Makassar Hemat Listrik 10 Persen Berkat PLTS

Mall di Makassar Hemat Listrik 10 Persen Berkat PLTS

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 21:16 WIB

Profil Gatot Kies Mantan Keyboardist Ungu Meninggal Dunia

Profil Gatot Kies Mantan Keyboardist Ungu Meninggal Dunia

Entertainment | Selasa, 03 Juni 2025 | 13:55 WIB

Pasha Ungu Berduka di Tanah Suci, Rekan Satu Band Gatot Kies Meninggal Dunia

Pasha Ungu Berduka di Tanah Suci, Rekan Satu Band Gatot Kies Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 02 Juni 2025 | 20:42 WIB

Terkini

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

Apa yang Terjadi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto? Ini Kronologinya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:16 WIB

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Pemerintah Singapura Bayar Warga untuk Baca Buku

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:12 WIB

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:09 WIB

Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional

Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:04 WIB

BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional

BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 13:03 WIB

PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka

PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 13:01 WIB

Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Pelemparan Terjadi di Persija Jakarta vs Persib, I.League Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 13:01 WIB

Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia

BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 12:57 WIB

×