Dilaporkan ke Bareskrim, Dedi Mulyadi Tak Ambil Pusing: Mereka Lagi Caper

Lintang Siltya Utami

Minggu, 08 Juni 2025 | 14:17 WIB
Dilaporkan ke Bareskrim, Dedi Mulyadi Tak Ambil Pusing: Mereka Lagi Caper
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi [Dok Pemkot Bogor]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait pengiriman siswa ke barak militer. Dedi Mulyadi dilaporkan oleh salah satu orang tua siswa asal Bekasi atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak pada Kamis (5/6/2025).

Menanggapi laporan tersebut, mantan Bupati Purwakarta itu tampaknya tidak terlalu memikirkannya. Melalui video singkat yang diunggahnya di akun TikTok @dedimulyadiofficial, Dedi Mulyadi meminta agar masyarakat Jawa Barat yang mendukungnya tak perlu emosi dalam menanggapi laporan tersebut.

"Saya sampaikan kepada semuanya, berbagai upaya yang diarahkan pada diri saya, baik kritik, saran, bully, nyinyir, atau upaya untuk mempidanakan diri saya, nggak usah ditanggapi dengan emosi," ucap Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu juga menambahkan bahwa dirinya akan menghadapi laporan tersebut dengan tenang. Dedi Mulyadi menduga jika pelapor tengah mencari perhatian atau caper.

"Kita hadapi dengan rileks saja, mungkin mereka lagi mencari perhatian," sambungnya.

Dedi Mulyadi merasa bahwa tindakannya sebagai Gubernur Jawa Barat, termasuk program pendidikan karakter yang mengirim para murid bermasalah ke barak militer adalah salah satu upaya untuk membentuk generasi selanjutnya di masa mendatang.

"Dan bagi saya, meyakini apa yang dilakukan adalah upaya-upaya mencintai seluruh rakyat Jawa Barat dan mencintai generasi mudanya. Karena saya ingin warga Jawa Barat ke depan, anak-anak mudanya menjadi anak-anak hebat, menguasai teknologi, mengusai industri, mengusai pertanian, menguasai peternakan, perikanan, kelautan, kewirausahaan, dan seluruh berbagai profesi lainnya dan itu harus dibentuk dengan watak dan sistem yang hebat," jelas Dedi Mulyadi.

Sebagai informasi, orang tua siswa yang melaporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polri sebelumnya juga telah membuat laporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM. Sembari menunggu proses ke Komnas HAM, pihak pelapor melibatkan Bareskrim Polri terkait unsur-unsur pidana.

Adapun pasal yang digunakan adalah Pasal 76 H Undang-Undang Perlindungan Anak yang melarang keterlibatan anak-anak untuk kegiatan militer.

baca juga

Sejumlah pihak sperti anggota DPR dan Komii Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga telah mengkritik kebijakan Dedi Mulyadi perihal mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer.

Menurut Komisioner KPAI bidang pendidikan, pendekatan militeristik semacam itu seharusnya menjadi pilihan paling akhir setelah semua mekanisme perlindungan dan pembinaan anak dijalankan secara maksimal.

Pihak KPAI juga menjelaskan bahwa struktur pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, termasuk hak mendapatkan pengasuhan, pembinaan, dan pendisiplinan harus berbasis pada peran satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Walau begitu, Dedi Mulyadi mengklaim bahwa mayoritas warga Jawa Barat mendukung kebijakannya untuk mengirim pelajar yang bermasalah ke barak militer. Dedi Mulyadi menilaoi jika orang-orang yang menentang kebijakannya tersebut hanya berasal dari kalangan elite.

"Coba gih deh, ukurannya kebijakan ini, sangat disetujui oleh orang tua. Dicek di media sosial siapa yang paling mendukung kebijakan saya, rakyat Jabar. Siapa yang menentang, para elite," kata Dedi Mulyadi pada Selasa (29/4/2025).

Dedi Mulyadi juga sempat melawan balik kritikan KPAI yang merasa keberatan dengan programnya. Ia menilai bahwa KPAI seharusnya mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dialami oleh anak-anak remaja.

Dedi Mulyadi menyebut bahwa ada ribuan anak yang dianggap bermasalah di Jawa Barat dan mempertanyakan peran KPAI untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia menyayangkan sikap KPAI yang dinilai hanya mengoreksi kekuarangan dari sebuah program untuk penanganan masalah yang dia anggap darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksetomi Hingga Barak Militer, Iniah Daftar Kebijakan Dedi Mulyadi yang Kontroversial

Vaksetomi Hingga Barak Militer, Iniah Daftar Kebijakan Dedi Mulyadi yang Kontroversial

Entertainment | Jum'at, 06 Juni 2025 | 14:42 WIB

Anaknya Masuk Sekolah Internasional, Ayu Ting Ting Belum Tahu Aturan Dedi Mulyadi Soal Jam Belajar

Anaknya Masuk Sekolah Internasional, Ayu Ting Ting Belum Tahu Aturan Dedi Mulyadi Soal Jam Belajar

Entertainment | Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:12 WIB

Curhat Haru Ibu yang Anaknya Dikirim ke Barak Militer, Terharu Bisa Menyetrika Baju Sendiri

Curhat Haru Ibu yang Anaknya Dikirim ke Barak Militer, Terharu Bisa Menyetrika Baju Sendiri

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:05 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×