Kualitas Udara Jakarta Pagi Hari Ini Terburuk di Dunia, Lebih Parah dari Kairo

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 Juni 2025 | 06:32 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Hari Ini Terburuk di Dunia, Lebih Parah dari Kairo
Ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian serius. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, pada Rabu pagi (11/6/2025), Jakarta menempati peringkat keenam sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Situasi ini menunjukkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi ibu kota dalam mengelola pencemaran udara.

Pada pukul 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta tercatat pada angka 129, yang dikategorikan sebagai "tidak sehat bagi kelompok sensitif". Angka ini didominasi oleh konsentrasi partikel halus (particulate matter/PM) 2.5. Sebagai perbandingan, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Delhi, India, dengan AQI 218, diikuti oleh Munchen, Jerman (AQI 169), dan Bagdad, Irak (AQI 139).

Sebagai informasi tambahan, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta tercatat pada hari ini dikategorikan sebagai "tidak sehat bagi kelompok sensitif". Angka ini didominasi oleh konsentrasi partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.

Berikut adalah daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada pagi ini berdasarkan data IQAir:

Delhi, India (AQI 195)
Munich, Jerman (AQI 152)
Bern, Swiss (AQI 140)
Baghdad, Irak (AQI 139)
Jakarta, Indonesia (AQI 130)
Lyon, Prancis (AQI 126)
Kathmandu, Nepal (AQI 124)
Kuwait City, Kuwait (AQI 123)
Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (AQI 111)
Kairo, Mesir (AQI 107)

--Dhaka, Bangladesh (AQI 88)

Sebagai informasi, IQAir adalah perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, yang mengkhususkan diri dalam perlindungan terhadap polutan di udara, mengembangkan pemantauan kualitas udara dan produk pembersih udara. IQAir juga mengoperasikan AirVisual, platform informasi kualitas udara waktu nyata.

Strategi Penanganan Polusi Udara DKI Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan akan mengadopsi strategi penanganan polusi udara dari kota-kota besar dunia yang telah berhasil, seperti Paris dan Bangkok. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengungkapkan hal ini di Jakarta pada Selasa (18/3) – catatan: tanggal ini mungkin typo karena konteks tahun 2025.

“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya lima unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” kata Asep, dikutip dari Antara. Penambahan jumlah SPKU menjadi salah satu prioritas untuk mendapatkan data kualitas udara yang lebih komprehensif.

Asep Kuswanto juga menekankan pentingnya keterbukaan data sebagai langkah strategis dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis. Menurutnya, penyampaian data polusi udara harus lebih transparan agar intervensi yang dilakukan dapat lebih efektif dan tepat sasaran. Ia berpendapat bahwa solusi yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, melainkan langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa dalam menangani pencemaran udara yang bersifat kompleks.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, DLH DKI Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors). Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan dan meningkatkan akurasi data kualitas udara di berbagai wilayah Jakarta. Dengan data yang lebih luas dan akurat, pemerintah dapat membuat kebijakan dan mengambil tindakan yang lebih responsif dan efektif dalam menanggulangi polusi udara.

Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi masalah polusi udara yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikan strategi ini secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan udara yang lebih bersih dan sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Pramono Anung Segera Umumkan Pemutihan Pajak Sambut Ulang Tahun Jakarta

Gubernur Pramono Anung Segera Umumkan Pemutihan Pajak Sambut Ulang Tahun Jakarta

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 21:17 WIB

Potret Keseruan Nobar di GBK Meski Timnas Indonesia Dibantai Jepang

Potret Keseruan Nobar di GBK Meski Timnas Indonesia Dibantai Jepang

Foto | Selasa, 10 Juni 2025 | 19:31 WIB

Dukung Pramono Larang Pengamen Ondel-ondel, Ketua DPRD DKI: Merendahkan Budaya Betawi!

Dukung Pramono Larang Pengamen Ondel-ondel, Ketua DPRD DKI: Merendahkan Budaya Betawi!

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 16:26 WIB

Biar Tak Ada Iuran, Pemprov DKI Pilih Terapkan Subsidi Potongan Harga Ketimbang BPJS Hewan

Biar Tak Ada Iuran, Pemprov DKI Pilih Terapkan Subsidi Potongan Harga Ketimbang BPJS Hewan

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:56 WIB

Pemerintah Pusat Bolehkan Pejabat Rapat di Hotel, DPRD DKI: Tunggu Aturan Resmi

Pemerintah Pusat Bolehkan Pejabat Rapat di Hotel, DPRD DKI: Tunggu Aturan Resmi

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:45 WIB

Segini Tarif Sewa Mobil Bulanan Jakarta, Lebih Hemat Dibandingkan Beli Mobil Bekas?

Segini Tarif Sewa Mobil Bulanan Jakarta, Lebih Hemat Dibandingkan Beli Mobil Bekas?

Otomotif | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:49 WIB

Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia

Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:35 WIB

Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini

Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:29 WIB

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:05 WIB

Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini

Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:04 WIB

Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026

Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:48 WIB

Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret

Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:44 WIB

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB

KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa

KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:25 WIB

Libur Lebaran di Jakarta, Transjakarta Operasikan Bus Atap Terbuka hingga Rute Pesisir PIK

Libur Lebaran di Jakarta, Transjakarta Operasikan Bus Atap Terbuka hingga Rute Pesisir PIK

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:08 WIB