Menuju Transisi Energi: Saatnya Indonesia dan Tiongkok Bersinergi untuk Masa Depan Hijau

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 Juni 2025 | 09:17 WIB
Menuju Transisi Energi: Saatnya Indonesia dan Tiongkok Bersinergi untuk Masa Depan Hijau
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Suara.com - Di usia ke-75 hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok, kerja sama kedua negara kini dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Bukan lagi sekadar ekonomi dan perdagangan, tetapi menyentuh isu global yang mendesak: transisi energi dan perubahan iklim.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai bahwa momen ini tepat untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Tiongkok demi mempercepat pengembangan energi bersih dan pembangunan ekonomi hijau. Pernyataan itu disampaikan dalam High-Level Dialogue: Advancing Indonesia-China Cooperation on Clean Energy and Green Development di Beijing, China, Selasa (10/6).

Acara ini diselenggarakan oleh IESR dengan dukungan Kedutaan Besar RI untuk Tiongkok, BRI Green Development Coalition (BRIGC), World Resources Institute (WRI) China, dan Chinese Renewable Energy Industries Association (CREIA).

Ilustrasi Pemanfaatan Energi Terbarukan.(Unsplash.com/bombermoon)
Ilustrasi Pemanfaatan Energi Terbarukan.(Unsplash.com/bombermoon)

Tantangan iklim global tidak mengenal batas negara. Indonesia dan Tiongkok, sebagai dua negara dengan perekonomian besar sekaligus pengemisi karbon utama, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan.

Terutama dalam hal membangun masa depan energi yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan.

Menurut Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa, Indonesia menyimpan potensi energi terbarukan yang luar biasa besar. Dalam kajian IESR, angkanya mencapai lebih dari 7.700 GW—dua kali lipat dari data resmi pemerintah.

Energi surya menjadi primadona. Sumber daya ini melimpah dan tersebar merata, terutama di wilayah-wilayah luar Jawa. “IESR percaya bahwa pemanfaatan potensi energi surya secara besar-besaran, dibarengi dengan penggunaan penyimpanan energi (energy storage) dan modernisasi jaringan listrik, merupakan jalur dekarbonisasi sektor kelistrikan yang paling cepat dan hemat biaya (cost-effective),” kata Fabby.

Ia mengakui, masih ada pandangan skeptis terhadap kemampuan energi terbarukan menjadi tulang punggung sistem energi nasional. Masalah utamanya: intermitensi. Namun, sejumlah negara telah membuktikan hal ini bisa diatasi.

“Negara lain seperti Tiongkok, India dan Australia telah membuktikan intermitensi surya dapat diatasi. Selain itu teknologi penyimpanan energi semakin maju seperti baterai lithium-ion, sodium-ion, hingga teknologi solid-state kini lebih terjangkau dapat meningkatkan keandalan pembangkit surya dan angin,” jelas Fabby.

baca juga

Teknologi penyimpanan daya hidro terpompa dan penyimpanan hidrogen pun disebut sebagai pelengkap potensial.

Sebagai tindak lanjut, IESR mengusulkan pembentukan China-Indonesia Solar Partnership. Inisiatif ini mencakup transfer teknologi, elektrifikasi kepulauan Indonesia dengan PLTS dan BESS (Battery Energy Storage System), serta riset gabungan untuk menyesuaikan teknologi surya dengan iklim tropis Indonesia.

Fabby menambahkan bahwa inisiatif ini juga perlu mencakup pembiayaan hijau untuk manufaktur dan rantai pasok energi surya, hingga kolaborasi internasional untuk perdagangan karbon dari proyek-proyek PLTS skala besar.

“Kemitraan ini sangat ideal bagi kedua negara, yang akan memanfaatkan penguasaan teknologi sel surya Tiongkok dan potensi energi surya serta kebutuhan Indonesia membangun industri teknologi hijau,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing, Parulian Silalahi. Ia menekankan bahwa transisi energi bukan hanya soal pengurangan emisi, tapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Beberapa investor asing sudah mulai berinvestasi di bidang ini. Misalnya Trina Solar dari Tiongkok dan SEG Solar dari Amerika Serikat sudah membangun pabrik panel surya di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Menurut Parulian, kerja sama ini tak hanya mempercepat transisi energi di Indonesia, tapi juga memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai kawasan yang siap menyongsong era energi bersih.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif BRI Green Development Institute, Zhang Jianyu, menyampaikan bahwa krisis iklim merupakan ancaman global yang tak bisa dihadapi sendirian. “Dalam hal ini, Indonesia dan Tiongkok dapat bersatu dalam kerja sama energi terbarukan untuk mitigasi krisis iklim, terbuka terhadap kolaborasi global tanpa pengecualian,” ucapnya.

Zhang menyoroti peran penting perusahaan-perusahaan energi surya Tiongkok seperti JA Solar, Trina Solar, dan Jinko Solar yang kini menjadi tulang punggung rantai pasok energi terbarukan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibantai Jepang dengan Gol Setengah Lusin, Timnas Indonesia Dihujani Sindiran Soal Rolex

Dibantai Jepang dengan Gol Setengah Lusin, Timnas Indonesia Dihujani Sindiran Soal Rolex

Entertainment | Rabu, 11 Juni 2025 | 08:30 WIB

Takefusa Kubo Sempat 5 Menit Gugup Lawan Timnas Indonesia

Takefusa Kubo Sempat 5 Menit Gugup Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 11 Juni 2025 | 08:25 WIB

Calvin Verdonk: Tolong Jangan Rekam!

Calvin Verdonk: Tolong Jangan Rekam!

Bola | Rabu, 11 Juni 2025 | 07:59 WIB

Terkini

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

×