Berkunjung ke Lokasi KKN Jokowi, Rismon Sianipar: Tak Ada Buktinya

Lintang Siltya Utami

Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:57 WIB
Berkunjung ke Lokasi KKN Jokowi, Rismon Sianipar: Tak Ada Buktinya
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Ari Welianto)

Suara.com - Ahli forensik digital Rismon Sianipar belum lama ini menyebut bahwa pihaknya akan mendatangi lokasi di mana mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi melakukan Kuliah Kerja Nyata atau KKN saat menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebagai informasi, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro telah menyatakan bahwa Jokowi melakukan KKN selama tiga bulan di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali pada 1983.

Dirtipidum Bareskrim Polri juga melampirkan sejumlah foto dokumentasi aktivitas kuliah lapangan. Namun, Rismon Sianipar menilai ada kejanggalan perihal lokasi KKN Jokowi.

Oleh karena itu, Rismon Sianipar berencana mendatangi langsung lokasi tersebut. Kunjungannya itu dibagikan melalui video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy dan dibagikan ulang lewat akun X resmi miliknya @SianiparRismon pada 13 Juni 2025.

Dalam keterangannya, Rismon Sianipar mengklaim bahwa pihaknya tidak menemukan bukti ataupun dokumen yang mendukung pernyataan Bareskrim Polri.

"Setelah saya berkunjung langsung ke Kabupaten Boyolali, Kecamatan Wonosegoro, tidak ada bukti atau dokumen yang membuktikan Jokowi KKN di kecamatan tersebut. Entah darimana Bareskrim simpulkan data tersebut," tulis Rismon Sianipar.

Pada video yang diunggahnya, Rismon Sianipar dan tim yang datang bersamanya ke Boyolali bertemu dengan salah satu staff kecamatan. Saat itu, petugas tersebut tidak bisa menunjukkan berkas yang ditanyakan oleh pihak Rismon Sianipar dan menyarankan untuk langsung bertemu dengan Camat.

"Kita masuk dulu, soalnya belum ada filenya, berkasnya, katanya sudah tua. Kita nggak tahu. Kalau memang nggak dapat hari ini, bisa jadi kita datang lagi ya kan," ucap Rismon Sianipar.

Saat bertemu dengan Camat, pihak Rismon Sianipar disambut baik dan dipersilakan untuk masuk. Salah satu tim bertanya tentang isu lokasi KKN Jokowi yang beredar di kalangan publik.

baca juga

"Kita pingin tahu apakah bapak pernah dengar dan pingin mengetahui kebenaran itu karena publik, masyarakat, juga ingin tahu kebenarannya biar tidak ada dusta di antara kita," ucap salah satu orang yang datang bersama Rismon Sianipar.

Sayangnya, Camat tersebut mengaku bahwa dirinya masih terlalu muda ketika Jokowi disebut melakukan KKN di Wonosegoro. Tak hanya itu, Bareskrim Polri pun tidak memberikan keterangan secara lengkap tentang nama desa di mana KKN Jokowi dilaksanakan.

"Ketika ada informasi terkait KKN Pak Jokowi, itu saya sebenarnya juga nggak tahu. Kalau KKN di tahun segitu kan saya juga masih sekolah, masih SD ya. Dan maksudnya gini, kalau saya di sini desanya itu desa mana kan saya juga nggak tahu," jawab Camat.

Menurutnya, saat ini terdapat 11 desa atau kelurahan di Wonosegoro. Wilayah-wilayah tersebut mencakup Desa Bandung, Banyusri, Bojong, Bolo, Gosono, Guwo, Kauman, Karangjati, Ketoyan, Lemahireng, dan Wonosegoro.

Salah satu orang dari tim Rismon Sianipar menambahkan bahwa umumnya pihak universitas akan memberikan semacam proposal kepada Camat setempat sebelum mengirim para mahasiswa untuk melakukan KKN. Karena itu, diharapkan bahwa kantor Camat menyimpan arsip sejenisnya.

"Kami kan memahaminya kalau seandainya KKN yang zaman-zaman saat ini itu biasanya dari universitas mengajukan yang namanya proposal atau surat-bersurat dulu ke kecamatan ya. Mohon maaf pak, apakah ada dokumen-dokumen yang berkaitan dengan KKN itu, kalau boleh atau kalau ada apakah disimpan tidak," tanya salah satu tim Rismon Sianipar.

Namun, Camat mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak tahu-menahu perihal dokumen terdahulu yang disimpan. Terlebih, kantor yang kini ditempatinya adalah bangunan baru.

"Jadi dulu kecamatan ini gedungnya ada di depan, belum di sini, saya pindah di sini gedungnya katanya baru. Ketika pindah, terkait dengan arsip-arsip yang dulu, saya juga tidak tahu. Kalau kemarin selama saya di sini tuh ada yang KKN dari Solo," akunya.

Rismon Sianipar kemudian bertanya apakah selama ia menjabat sebagai Camat, Jokowi pernah mendatangi Kecamatan Wonosegoro selama periode pemerintahannya.

"Pernah nggak Pak Jokowi mampir ke sini?" tanya Rismon Sianipar.

Tetapi, rupanya Jokowi sama sekali tidak berkunjung ke daerah tersebut.

"Selama saya dinas di sini, belum," jawab Camat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum 100 Persen Yakin, Relawan Bara JP Sebut Jokowi Masih Mikir-mikir Jadi Ketum PSI

Belum 100 Persen Yakin, Relawan Bara JP Sebut Jokowi Masih Mikir-mikir Jadi Ketum PSI

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:44 WIB

Relawan Bara JP Gelar KLB 19 Juni, Jokowi Berniat Hadir kalau Sudah Sembuh dari Alergi Kulit

Relawan Bara JP Gelar KLB 19 Juni, Jokowi Berniat Hadir kalau Sudah Sembuh dari Alergi Kulit

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:37 WIB

Sinyal Kuat Bakal Gabung, PSI DKI Dukung Jokowi Gantikan Kaesang Jadi Ketum

Sinyal Kuat Bakal Gabung, PSI DKI Dukung Jokowi Gantikan Kaesang Jadi Ketum

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:29 WIB

Terkini

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 17:12 WIB

Kenapa HP Bisa Meledak? Viral Gadget Penumpang KRL Mendadak Terbakar

Kenapa HP Bisa Meledak? Viral Gadget Penumpang KRL Mendadak Terbakar

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 17:11 WIB

Perusahaan Engineering Jerman Intip Teknologi Tambang Indonesia, Ada Peluang Bisnis Baru

Perusahaan Engineering Jerman Intip Teknologi Tambang Indonesia, Ada Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:09 WIB

Stadion Sudiang Makassar Disegel, Pembangunan Tribun Selatan Lumpuh!

Stadion Sudiang Makassar Disegel, Pembangunan Tribun Selatan Lumpuh!

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 17:09 WIB

Cekcok Berujung Maut, Pria di Sibolga Ditusuk hingga Tewas

Cekcok Berujung Maut, Pria di Sibolga Ditusuk hingga Tewas

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 17:06 WIB

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:05 WIB

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:00 WIB

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:56 WIB

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 16:55 WIB

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 16:50 WIB

×