Jokowi Bicara soal Nabi, Wajah Bengkak dan Pucat Malah Bikin Salfok

Ferry Noviandi | Suara.com

Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:28 WIB
Jokowi Bicara soal Nabi, Wajah Bengkak dan Pucat Malah Bikin Salfok
Mantan presiden Jokowi bicara soal dirinya pantas disebut nabi oleh kader PSI Dedy Nur Palakka. Namun warganet salfok dengan wajah Jokowi. [Instagram]

Suara.com - Mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait pernyataan kontroversial dari salah satu kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka.

Sebelumnya, Dedy Nur menyebut bahwa ayah Wapres Gibran Rakabuming itu telah memenuhi syarat menjadi seorang nabi.

Meski dimaksudkan sebagai pujian, ucapan tersebut menuai kecaman karena dinilai menyinggung nilai-nilai keagamaan yang sangat sensitif.

Pernyataan tersebut dilontarkan Dedy Nur lewat akun media sosial X (sebelumnya Twitter) pada 9 Juni 2025.

"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," cuit Dedy.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut menjadi viral dan menuai kecaman dari banyak pihak.

Dedy Nur akhirnya menghapus cuitannya dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.

Dia juga mengaku telah mendapat teguran keras dari Dewan Pimpinan Wilayah PSI Bali.

Menanggapi klaim bahwa dirinya memenuhi syarat jadi nabi, Jokowi memberikan respons tegas.

Dia meminta agar masyarakat tetap berpikir secara rasional dalam menyikapi pernyataan-pernyataan seperti itu.

"Nabi terakhir itu Nabi Muhammad SAW. Kalau ada pemikiran seperti itu, mikir yang rasional aja," ujarnya kepada awak media di kediamannya pada Jumat, 13 Juni 2025.

Dedy Nur Palaka bersama Jokowi. [Twitter Dedy Nur]
Dedy Nur Palaka bersama Jokowi. [Twitter Dedy Nur]

Saat momen pernyataan itu disampaikan, ada hal lain yang tak kalah mencuri perhatian yakni kondisi wajah Jokowi.

Selama beberapa waktu terakhir, memang ada perubahan di wajah ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Wajahnya tampak bengkak, pucat, dan muncul flek hitam di beberapa bagian, termasuk leher.

Perubahan ini sontak menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi publik mengenai kondisi kesehatan Jokowi.

Menjawab kekhawatiran itu, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, sempat memberikan klarifikasi.

Dia menjelaskan bahwa wajah Jokowi yang tampak berbeda disebabkan oleh alergi kulit yang sedang dalam proses penyembuhan.

Alergi ini disebut muncul setelah Jokowi kembali dari lawatan luar negeri ke Vatikan pada akhir April 2025.

Ajudan Jokowi juga menegaskan itu bukan penyakit serius seperti autoimun atau Stevens-Johnson Syndrome, karena tidak merasakan panas atau gatal.

Dia juga memastikan bahwa kondisi tersebut tidak menular dan tidak mengganggu aktivitas harian Jokowi.

Meski sudah ada klarifikasi, publik tetap berspekulasi, termasuk dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di kediamannya. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di kediamannya. (Suara.com/Ari Welianto)

Dia sempat menyampaikan dugaan bahwa kondisi wajah Jokowi bisa berkaitan dengan hiperkortisolisme atau gangguan autoimun.

Dokter Tifa bahkan menyarankan agar Jokowi mendapat perhatian atas beban psikologisnya.

Dalam penampilan terakhirnya di kediaman pribadi di Solo, Jokowi terlihat masih dengan wajah yang tampak bengkak dan suara yang agak lirih.

Beberapa titik pada wajahnya menunjukkan bercak putih, mungkin indikasi proses penyembuhan dari reaksi alergi kulit yang dijelaskan sebelumnya.

"Btw, salfok sama kulit wajahnya. Semoga tidak seserius itu ya, Pak," komentar seorang warganet.

"Kasihan, mukanya sampai bengkak begitu," ujar warganet lain.

"Kenapa penyakitnya sampai Tuhan tampakkan di wajahnya, ya? Pasti ada pesan yang tersirat dari hal ini," imbuh lainnya.

"Semoga lekas sembuh agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," sahut yang lain.

Meski tidak menjabat sebagai presiden lagi, Jokowi tetap dianggap sebagai salah satu penyebab kondisi negara semakin carut-marut.

Oleh karena itu, banyak komentar negatif di media sosial yang mengarah padanya.

Belakangan, nama Jokowi bahkan ramai dikaitkan dengan kapal tambang JKW Mahakam yang dituding mengeruk nikel di kawasan Raja Ampat.

Selain JKW Mahakam, kapal lain bernama Dewi Iriana juga dikaitkan dengan sang istri.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapan Jokowi saat Namanya Dikaitkan dengan Kapal JKW Mahakam: Saya Senang Banget

Tanggapan Jokowi saat Namanya Dikaitkan dengan Kapal JKW Mahakam: Saya Senang Banget

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:24 WIB

Beda Keterangan dengan Bareskrim, Dokter Tifa Curiga Jokowi KKN 2 Kali

Beda Keterangan dengan Bareskrim, Dokter Tifa Curiga Jokowi KKN 2 Kali

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:49 WIB

Berkunjung ke Lokasi KKN Jokowi, Rismon Sianipar: Tak Ada Buktinya

Berkunjung ke Lokasi KKN Jokowi, Rismon Sianipar: Tak Ada Buktinya

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:57 WIB

Belum 100 Persen Yakin, Relawan Bara JP Sebut Jokowi Masih Mikir-mikir Jadi Ketum PSI

Belum 100 Persen Yakin, Relawan Bara JP Sebut Jokowi Masih Mikir-mikir Jadi Ketum PSI

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:44 WIB

Relawan Bara JP Gelar KLB 19 Juni, Jokowi Berniat Hadir kalau Sudah Sembuh dari Alergi Kulit

Relawan Bara JP Gelar KLB 19 Juni, Jokowi Berniat Hadir kalau Sudah Sembuh dari Alergi Kulit

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:37 WIB

Sinyal Kuat Bakal Gabung, PSI DKI Dukung Jokowi Gantikan Kaesang Jadi Ketum

Sinyal Kuat Bakal Gabung, PSI DKI Dukung Jokowi Gantikan Kaesang Jadi Ketum

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:29 WIB

Terkini

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB