Ketua PBNU Gus Ulil Samakan Penolakan Tambang dengan Wahabisme: Aktivis Lingkungan Terlalu Ekstrem?

Dinda Rachmawati

Minggu, 15 Juni 2025 | 13:45 WIB
Ketua PBNU Gus Ulil Samakan Penolakan Tambang dengan Wahabisme: Aktivis Lingkungan Terlalu Ekstrem?
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla. [Dok]

Suara.com - Pernyataan Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, dalam dialognya dengan Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, pada program Rosi Kompas TV, mengundang sorotan tajam publik. 

Pasalnya, Gus Ulil menyebut bahwa sikap sebagian pegiat lingkungan yang menolak total penambangan mirip dengan wahabisme. Apa sebenarnya yang dimaksud Gus Ulil, dan bagaimana makna istilah wahabisme dalam tradisi keilmuan Islam?

Isu ini mengemuka saat diskusi mengenai rencana tambang nikel di kawasan Raja Ampat. Iqbal Damanik dengan tegas mempertanyakan apakah ada konsesi tambang di Indonesia yang mampu mereklamasi atau mengembalikan ekosistem seperti semula. 

"Tunjukkan satu saja wilayah pertambangan di Indonesia ini yang mampu mengembalikan ke ekosistem awalnya," tantang Iqbal seperti Suara.com kutip dari akun TikTok @rosi_kompastv, Minggu (15/6/2025).

Gus Ulil merespons dengan mempertanyakan mengapa harus sangat peduli pada pengembalian ekosistem awal. Ia lalu membuat analogi dengan perubahan lingkungan akibat pertumbuhan penduduk.

"Bukan begitu, ini saya ambil analogi lain. Saya waktu kecil di kampung saya, saya menikmati ekosistem yang baik. Pohon banyak, sawah banyak. Sekarang karena pertambahan penduduk, ekosistem itu hilang. Anak saya tidak lagi bisa menikmati itu," ucap dia.

Ketika Iqbal Damanik menekankan perbedaan dampak antara aktivitas manusia biasa dan alat berat, Gus Ulil kemudian menyebut sikap yang menuntut kemurnian ekologis seperti yang disuarakan Iqbal Damanik sebagai wahabisme.

Gus Ulil berkata, “Wahabisme itu artinya begini, orang wahabi itu begitu kepinginnya menjaga kemurnian teks, sehingga teks tidak boleh disentuh sama sekali. Harus puritan. Nah, saya mengatakan, teman-teman lingkungan ini terlalu ekstrem, seperti menolak sama sekali mining, karena industri ekstraksi selalu pada dirinya dangerous dan itu berbahaya.”

Apa Itu Wahabisme?

baca juga

Wahabisme berasal dari gerakan yang dirintis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab pada abad ke-18 di Najd, Arab Saudi. Menurut NU Online, wahabisme adalah paham keagamaan yang dikenal sangat ketat dalam menafsirkan ajaran Islam, dengan menekankan pemurnian ajaran dari hal-hal yang dianggap bid’ah, khurafat, atau syirik.

Gerakan ini bercorak tekstualis, anti-takhayul, dan menolak praktik keagamaan lokal yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip tauhid murni (NU Online, 2020).

Sementara itu, situs Muhammadiyah juga memaparkan bahwa wahabisme seringkali identik dengan upaya membersihkan Islam dari praktik-praktik yang dianggap tidak sesuai Al-Qur’an dan Sunnah secara literal. 

Muhammadiyah menilai bahwa gerakan ini punya sisi positif dalam mengajak umat kembali kepada inti ajaran Islam, tetapi juga punya sisi negatif ketika penerapannya menjadi kaku, tidak kontekstual, dan mengabaikan kearifan lokal (Suara Muhammadiyah, 2021).

Gus Ulil: Kritik pada Puritanisme Lingkungan?

Dalam perdebatan tersebut, Gus Ulil menekankan pentingnya menghitung maslahat (manfaat) dan mafsadat (kerusakan) dalam memanfaatkan sumber daya alam. 

“Ini anugerah Allah. Pohon anugerah. Tambang anugerah. Mari kita lihat kalkulasi maslahat mafsadatnya,” ujarnya. 

Menurutnya, penolakan total terhadap tambang sama artinya menutup peluang memanfaatkan karunia Tuhan. Sementara itu, Iqbal Damanik menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah beralih dari ketergantungan pada ekstraksi tambang karena daya dukung dan tampung lingkungan telah terlampaui. 

Ia mengutip data Kementerian Kehutanan bahwa kuota deforestasi sudah lebih kecil dari lahan yang terdeforestasi. “Tidak semua hal harus kita ekstraksi. Ada juga anugerah di muka bumi ini yang menjadi nikmat dan harus kita wariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Dialog ini memperlihatkan betapa pentingnya menemukan titik temu antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan demi generasi mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golkar Pasang Badan Buat Bahlil, Keputusan Cabut Izin Tambang Raja Ampat Diklaim Bukti ProRakyat

Golkar Pasang Badan Buat Bahlil, Keputusan Cabut Izin Tambang Raja Ampat Diklaim Bukti ProRakyat

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:28 WIB

Pemerintah Janji UMKM yang Dapat Konsesi Tambang akan Diseleksi, Bisa Disusupi Korporasi Besar?

Pemerintah Janji UMKM yang Dapat Konsesi Tambang akan Diseleksi, Bisa Disusupi Korporasi Besar?

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 20:47 WIB

KPK Klaim Sudah Buat Kajian Potensi Korupsi di Raja Ampat Sebelum Kontroversi Tambang Nikel

KPK Klaim Sudah Buat Kajian Potensi Korupsi di Raja Ampat Sebelum Kontroversi Tambang Nikel

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 19:51 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×