Cucu Bupati Bekasi Nyesal Pilih Dedi Mulyadi, Doakan Cuma 1 Periode

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Senin, 23 Juni 2025 | 16:23 WIB
Cucu Bupati Bekasi Nyesal Pilih Dedi Mulyadi, Doakan Cuma 1 Periode
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diketahui sering melakukan penertiban di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat. Namun, belakangan ini aksi penertiban tersebut mendapat kritik dari seorang lelaki yang mengaku sebagai cucu Bupati Bekasi pertama.

Hal tersebut dibagikan oleh akun TikTok Dedi Mulyadi sendiri @dedimulyadiofficial. Dalam video itu, terlihat perbedaan bagaimana sebelum dan sesudah lelaki itu bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Rupanya, warga Bekasi tersebut kecewa karena pihak Dedi Mulyadi memberikan surat peringatan untuk membongkar warung miliknya secara mendadak. Ia mengaku tak memiliki waktu untuk memilah material bangunan yang bisa digunakan kembali.

"Ada surat peringatan, cuma kan saya minta kasih waktu buat tiga hari, maksudnya bongkar material dulu yang bisa kepakai. Ini kan dihancurin sekaligus. Iya, sekali doang (surat peringatannya). Mepet banget, kemaren kan suratnya, langsung dibongkar," ucap pria dalam video tersebut.

Ia mengaku cukup lama berjualan di wilayah tersebut, hampir lima tahun lamanya. Tak hanya itu, tanah yang dipakai untuk membangun warung pun merupakan tanah warisan kakeknya yang merupakan Bupati Bekasi pertama.

"Udah lama saya di sini, udah hampir lima tahun. Bahkan ini tanah, makanya saya buka warung di sini, ini tanah warisang engkong saya. Kong Haji Nusa, bupati pertama Bekasi. Kalau mau tahu, tuh makamnya. Makanya saya berani membangun warung di sini," sambungnya lagi.

Menurut penuturannya, warung tersebut digunakan untuk wirausaha, di mana dirinya berjualan aneka es dan kopi.

Saat ditanya harapannya terhadap pemerintah terkait pembongkaran dadakan tersebut, ia tak berharap apapun. Jika pemerintah ingin memberinya kompensasi, maka akan diterima. Namun jika tidak, ia berusaha untuk mengikhlaskannya.

Meski begitu, lelaki itu mendoakan Dedi Mulyadi hanya menjabat selama satu periode. Ia pun mengaku menyesal telah memilih Dedi Mulyadi sebelumnya.

"Terserah pemerintah, kalau mau diganti ya syukur. Nggak juga udah nggak jadi masalah, gitu aja. Saya ikhlasin. Paling Dedi Mulyadi satu periode," pungkasnya.

Tetapi tak lama video itu beredar, Dedi Mulyadi lantas menemuinya. Saat bertemu dengan Dedi Mulyadi, pria itu terlihat tersenyum.

Dedi Mulyadi sendiri menjelaskan bahwa seluruh bangunan liar yang dibangun di bantaran sungai akan terkena gusur.

"Kalau bangun di bantaran sungai, ya sama saya dibongkar," kata Dedi Mulyadi.

Pria itu lantas mengungkapkan keinginannya bahwa ia hanya membutuhkan waktu lebih banyak sebelum warungnya dibongkar.

"Saya minta tenggang waktu, pak," balasnya.

Dedi Mulyadi kemudian menjabarkan alasannya membongkar bangunan liar yang berdiri di pinggir sungai ataupun area publik lainnya, seperti persawahan. Dedi Mulyadi menilai bahwa sudah saatnya bagi Bekasi untuk berbenah.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengaku tak keberatan dengan doa lelaki tersebut perihal dirinya hanya menjabat selama satu periode.

"Nggak apa-apa saya mah didoain satu periode juga. Nggak apa-apa, karena urusannya, kalau saya kan mikirnya bukan buat diri saya sendiri. Bekasi harus berubah, jangan begini terus. Sebagai cucunya bupati Bekasi," tutur Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi diperlihatkan makam dari Bupati Bekasi pertama. Menurut penuturan sang cucu, makam itu dibangun dengan dana pribadi dan belum ada campur tangan pemerintah daerah.

Pada akhirnya, Dedi Mulyadi pun memberinya dana sebesar Rp 20 juta untuk menyempurnakan bangunan makam tersebut.

"Nanti saya sempurnakan bangunannya. Saya bantu sekarang 20 juta untuk pengecatan, segala macam ya," sambung Dedi Mulyadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Pria Penyiram Dedi Mulyadi: Bawa Jimat Dibungkus Kain Putih!

Pengakuan Pria Penyiram Dedi Mulyadi: Bawa Jimat Dibungkus Kain Putih!

Video | Senin, 23 Juni 2025 | 14:05 WIB

Heboh Dedi Mulyadi Disiram Air di Bekasi: Pelakunya Tukang Bangunan, Isi Tasnya Penuh Jimat

Heboh Dedi Mulyadi Disiram Air di Bekasi: Pelakunya Tukang Bangunan, Isi Tasnya Penuh Jimat

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 20:10 WIB

Disebut Gubernur Berisik, Dedi Mulyadi Singgung Birokrasi yang Lama

Disebut Gubernur Berisik, Dedi Mulyadi Singgung Birokrasi yang Lama

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 17:11 WIB

Terkini

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB