Disebut Gubernur Berisik, Dedi Mulyadi Singgung Birokrasi yang Lama

Lintang Siltya Utami

Minggu, 22 Juni 2025 | 17:11 WIB
Disebut Gubernur Berisik, Dedi Mulyadi Singgung Birokrasi yang Lama
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi [Dok Pemkot Bogor]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal sering membagikan pernyataan apapun melalui akun media sosialnya, seperti TikTok. Melalui video singkat, tak jarang Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi hingga pengumuman.

Terbaru, mantan Bupati Purwakarta tersebut menyinggung pihak yang menyebutnya 'berisik'. Hal ini disampaikannya melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial.

"Kalau hari ini orang banyak beranggapan bahwa 'ini Kang Dedi bikin berisik saja setiap hari'," ucap Dedi Mulyadi.

Bukan tanpa sebab, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa dirinya akan terus berisik selama birokrasi tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Birokrasi yang lama terjadi akibat penyimpangan yang dibiarkan.

"Sebenarnya keberisikan itu akibat lama birokrasi kita tidur. Kenapa birokrasi kita lama tidur? Coba lihat deh, orang bangun bangunan di bantaran sungai dibiarkan, bahkan pembiarannya juga sampai pada tingkat ada oknum yang mengkoordinatori bangunan-bangunan di bantaran sungai itu," sambung Dedi Mulyadi.

Lelaki yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu mengatakan bahwa oknum yang mengkoordinasi bangunan-bangunan liar di lingkungan mendapatkan uang sewa.

"Dan mendapat duit sewa, baik setoran bulanan maupun sewa pada saat pembangunan awal. Seluruh hamparan sawah tertutup oleh bangunan, sama bantaran sungai dibiarkan juga, bahkan ada yang mengkoordinatori, ada setorannya," beber Dedi Mulyadi.

Oknum-oknum itulah yang menilai Dedi Mulyadi sebagai gubernur yang berisik karena berusaha untuk menertibkan kembali lingkungan. Pasalnya, penertiban itu akan membuat uang sewa yang sebelumnya diterima sebagai ladang cuan akan menghilang.

"Seluruh hamparan perkebunan teh yang indah juga sama, tertutup oleh bangunan, para pedagang, dan dibiarkan. Bahkan ada yang mengkoordinatori. Para koordinator inilah yang marah. Karena apa? Karena setorannya hilang dan mereka membangun narasi di berbagai tempat plus narasi itu ditangkap oleh para politisi yang menggerakkan sebagian organ-organ politiknya untuk bersuara," sambung Dedi Mulyadi lagi.

baca juga

Adapun oknum-oknum tersebut dapat tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (ormas) hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Seluruhnya apa? Seluruhnya adalah politik. Bagi mereka yang memiliki afiliasi politik dan bagi mereka yang memiliki afiliasi pendapatan yang terkoordinasi biasanya lewat oknum-oknum ormas atau oknum LSM, mereka kehilangan setoran pendapatan," ujar Dedi Mulyadi.

Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menilai dirinya tidak bisa membiarkan hal tersebut terus terjadi hingga merusak alam di Provinsi Jawa Barat.

"Kalau tidak dimulai hari ini dibenahi, mau sampai kapan kesemrawutan ini terus berlangsung? Mau sampai kapan terjadi pembiaran? Tanah Jawa Barat yang indah ini berubah menjadi tumpukan kehidupan yang kumuh, yang satu sama lain menjadi predator, saling menghisap, saling memakan, yang pada akhirnya terjadilah kehancuran secara bersama," pungkasnya.

Pasalnya, lingkungan yang rusak juga akan berpengaruh pada kesehatan mental manusia yang tinggal di sekitarnya. Pada akhirnya, hal itu akan memiliki efek domino karena menjalar kemana-mana.

"Hancur gunungnya, rusak sungainya, hancur jaringan sawahnya, hancur pemandangan alamnya, lahirlah manusia yang depresi. Karena depresi maka dia harus piknik, tidak punya duit, pinjam. Kalau seluruh alam kita, lingkungan kita, ditata dengan baik, setiap desa, kepala desanya menata, camat menggerakkan seluruh stakeholdernya untuk menata lingkungan kecamatan, para bupati, wali kota menata, konsisten, kita ini nggak usah piknik jauh-jauh," imbuh Dedi Mulyadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Pramono Anung di HUT ke-498: Tak Cuma Kota Global, Jakarta Juga harus Berbudaya

Pesan Pramono Anung di HUT ke-498: Tak Cuma Kota Global, Jakarta Juga harus Berbudaya

News | Minggu, 22 Juni 2025 | 14:35 WIB

Berseteru saat Pimpin GAM, Prabowo Ungkap Jurus Taklukan Muzakir Manaf: Mantan Musuh Kini Bersatu

Berseteru saat Pimpin GAM, Prabowo Ungkap Jurus Taklukan Muzakir Manaf: Mantan Musuh Kini Bersatu

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 10:33 WIB

Diajak Dedi Mulyadi ke Lembur Pakuan, Penampilan Didit Putra Prabowo Jadi Sorotan

Diajak Dedi Mulyadi ke Lembur Pakuan, Penampilan Didit Putra Prabowo Jadi Sorotan

Entertainment | Jum'at, 20 Juni 2025 | 19:17 WIB

Terkini

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

×