Mediasi Buntu, Kenapa Amuk Massa di Sukabumi Tak Terbendung? Ini Kronologi Lengkapnya

Bangun Santoso

Senin, 30 Juni 2025 | 18:21 WIB
Mediasi Buntu, Kenapa Amuk Massa di Sukabumi Tak Terbendung? Ini Kronologi Lengkapnya
Heboh Amuk Massa Bubarkan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi. (bidik layar video di X)

Suara.com - Amuk massa yang terjadi di sebuah rumah singgah di Cidahu, Sukabumi, bukanlah ledakan emosi yang terjadi tiba-tiba. Dokumen kronologi dari pemerintah desa setempat mengungkap adanya rentetan peringatan yang diabaikan dan mediasi yang gagal total hanya beberapa jam sebelum insiden pecah.

Rumah yang menjadi pusat konflik ini, menurut Kepala Desa Tangkil Ijang Sihabudin, telah beberapa kali berganti fungsi.

"Tempat tersebut sebelumnya adalah pabrik pemipilan jagung, lalu menjadi peternakan domba, kemudian peternakan ayam, dan sekarang menjadi rumah tinggal," tulis Ijang dalam dokumen kronologi yang diterima media, Senin (30/6/2025).

Ketegangan mulai membara pada April 2025, saat warga mengetahui rumah tersebut digunakan untuk kegiatan misa. Puncaknya, saat sebuah kegiatan besar digelar, Ketua RT setempat menemukan dua bus dengan tulisan 'Kementerian Agama' dan 13 mobil pribadi terparkir di lokasi.

"Ketua RT kemudian mendatangi rumah itu dan menyampaikan keberatan masyarakat, tetapi menurut laporan, 'pihak mereka (pemilik rumah) tidak merespons dengan baik'," terang Ijang.

Peringatan keras kembali diberikan saat adik pemilik rumah meminta izin untuk menggelar acara lagi pada Jumat, 27 Juni 2025.

"Ketua RT saat itu tidak mengizinkan dan meminta agar acara dibatalkan, karena 'dikhawatirkan respons masyarakat tidak baik'," tulis Ijang.

Namun, peringatan itu diabaikan. Kegiatan tetap berlangsung pada Jumat pagi. Tim Forkopimcam, Kades, Ketua MUI, dan Ketua RT pun turun untuk melakukan mediasi terakhir pada pukul 10.00 WIB. Hasilnya nihil.

"Saat mediasi, adik pemilik rumah tetap mempertahankan argumentasinya dan tidak ada titik temu. Pertemuan itu akhirnya tidak berlanjut karena akan melaksanakan sholat Jumat," lanjut dokumen tersebut.

baca juga

Setelah mediasi buntu, para pejabat bersepakat untuk menyusun surat teguran resmi. Namun, mereka kalah cepat dengan amarah warga yang sudah memuncak.

"Pada pukul 14.00 WIB hari Jumat tanggal 27 Juni 2025, secara spontan masyarakat melakukan insiden perusakan rumah tinggal tersebut," tulisnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa bangunan yang dirusak adalah rumah singgah, bukan gereja resmi.

"Jadi kami tegaskan tidak ada perusakan tempat ibadah ataupun gereja tanpa izin oleh masyarakat. Tempat itu adalah rumah singgah yang diduga masyarakat jadi tempat ibadah," kata Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saifulrohman.

Meski situasi kini disebut sudah kondusif, polisi memastikan penyelidikan atas kasus perusakan ini tetap berjalan. "Yang rusak area taman, gazebo, fasilitas MCK, satu unit motor dan gerbang rumah. Selain menjaga kamtibmas, kami juga sedang melakukan penyelidikan dan penegakan hukum terkait kasus tersebut," katanya.

Respons Dedi Mulyadi

Gerak cepat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait perusakan rumah di Cidahu, Sukabumi. (bidik layar video YouTube)
Gerak cepat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait perusakan rumah di Cidahu, Sukabumi. (bidik layar video YouTube)

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung turun tangan menanggapi insiden perusakan rumah di Cidahu, Sukabumi, yang viral di media sosial.

"Saya sudah siapkan dan hari ini juga saya transfer Rp 100 juta untuk memperbaiki semua kerusakan. Yang penting ibunya tenang dulu," kata Dedi Mulyadi.

Gubernur yang akrab disapa KDM ini juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap trauma yang dialami keluarga, terutama anak-anak.

"Besok saya akan kirim psikiater untuk membantu memulihkan psikologi anak-anak dan seluruh keluarga sebagai bagian dari terapi. Agar semua bisa tenang kembali," ujar KDM.

Meski bergerak cepat membantu korban, Dedi Mulyadi menegaskan proses hukum harus berjalan tanpa intervensi. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan para pelaku kepada aparat kepolisian.

"Untuk urusan perusakannya, kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk bertindak secara objektif, sehingga masalah ini bisa cepat selesai," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga berdialog dengan warga sekitar untuk merajut kembali kerukunan. "Ini ibu saya tanya, ini tetangga bukan? Rukun enggak?" tanya Dedi, yang dijawab serempak oleh warga dengan kata 'rukun'.

Pemilik rumah, Nina, yang berada di lokasi, turut menyampaikan harapannya agar semua pihak bisa kembali hidup berdampingan dengan damai.

"Mari kita sama-sama bangun kembali kerukunan, walaupun kita berbeda. Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dedi Mulyadi Tegas di Sukabumi: Ini Rumah, Bukan Gereja! Langsung Transfer Rp 100 Juta

Dedi Mulyadi Tegas di Sukabumi: Ini Rumah, Bukan Gereja! Langsung Transfer Rp 100 Juta

News | Senin, 30 Juni 2025 | 18:03 WIB

Joko Anwar Heran Lihat Aksi Warga Sukabumi Rusak Rumah yang Dikira Gereja, Kenapa?

Joko Anwar Heran Lihat Aksi Warga Sukabumi Rusak Rumah yang Dikira Gereja, Kenapa?

Entertainment | Senin, 30 Juni 2025 | 17:54 WIB

Negara Jamin Ibadah, Kenapa Retret Pelajar Kristen Masih Dibubarkan Paksa?

Negara Jamin Ibadah, Kenapa Retret Pelajar Kristen Masih Dibubarkan Paksa?

News | Senin, 30 Juni 2025 | 16:08 WIB

Heboh Amuk Massa Bubarkan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi, Polisi-Kades Ungkap Fakta Sebenarnya

Heboh Amuk Massa Bubarkan Retret Pelajar Kristen di Sukabumi, Polisi-Kades Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Senin, 30 Juni 2025 | 11:37 WIB

Teror Pembakaran Rumah di Sukabumi Terungkap, Pelaku Anak 9 Tahun Terinspirasi Film

Teror Pembakaran Rumah di Sukabumi Terungkap, Pelaku Anak 9 Tahun Terinspirasi Film

News | Sabtu, 03 Mei 2025 | 15:21 WIB

Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi

Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi

News | Selasa, 01 April 2025 | 20:14 WIB

7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba

7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba

Lifestyle | Jum'at, 28 Maret 2025 | 16:38 WIB

Terkini

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:35 WIB

Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya

Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:31 WIB

Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi

Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:30 WIB

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:26 WIB

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:25 WIB

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:22 WIB

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:18 WIB

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

×