Beda dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno Larang Anak Ikut LPDP: Apa Alasannya?

Dinda Rachmawati

Senin, 30 Juni 2025 | 21:25 WIB
Beda dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno Larang Anak Ikut LPDP: Apa Alasannya?
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. [Istimewa]

Suara.com - Isu mengenai siapa yang pantas menerima beasiswa LPDP kembali menjadi sorotan setelah dua tokoh publik, Sandiaga Uno dan Anies Baswedan, menunjukkan sikap berbeda terhadap program beasiswa bergengsi milik negara tersebut. 

Perbedaan ini menjadi bahan diskusi publik, terutama ketika menyangkut etika, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral dalam memanfaatkan dana publik.

Dalam kunjungannya ke Malaysia, Sandiaga Uno bertemu dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan menyampaikan pandangannya mengenai beasiswa LPDP. 

Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengungkapkan bahwa ia secara pribadi melarang anak-anaknya untuk mendaftar dan menerima beasiswa LPDP, meskipun mereka memenuhi syarat secara akademik.

“Saya nggak menyebutnya hutang, tapi responsibilitas. Tanggung jawab kita untuk membangun negeri,” ujar Sandiaga. Ia menambahkan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang berkesempatan mendapatkan LPDP. 

Maka dari itu, menurutnya, anak-anak dari keluarga yang sangat mampu sebaiknya memberikan ruang kepada mereka yang lebih membutuhkan.

“Kalau anak saya ambil LPDP, berarti dia mengambil jatah orang lain yang lebih berhak,” tegasnya.

Ia mencontohkan anaknya yang baru saja menyelesaikan studi S2 di New York University (NYU) tanpa menggunakan LPDP. Bagi Sandi, sikap ini mencerminkan kesadaran akan privilege dan tanggung jawab moral dalam mengakses sumber daya publik.

Sikap Sandi ini mengundang pujian dari sebagian netizen. Akun @Erc*** misalnya, menuliskan, “Ini looo yg bener. Bukan masalah pinter atau tidaknya, tapi mereka tergolong finansialnya mampu banget. Jadi beri kesempatan buat mereka yg pinter dan finansialnya yg ga kaya-kaya amat.”

baca juga

Namun, berbeda dengan Sandi, keluarga Anies Baswedan tampaknya memiliki pandangan lain. Putri sulung Anies, Mutiara Baswedan, baru-baru ini mengumumkan bahwa ia diterima di Harvard University, Amerika Serikat, untuk program Master of Education in Education Policy and Analysis. 

Ia resmi menjadi penerima beasiswa LPDP dan tergabung dalam PK-257 Dala Mawarani, sebuah pelatihan prakeberangkatan yang bertujuan membentuk karakter pemimpin masa depan Indonesia.

Mutiara menyatakan kesiapannya untuk “melanjutkan perjalanan akademik dan mengabdi bagi bangsa,” dengan membawa semangat nasionalisme dan menjunjung tinggi budaya Indonesia.

Beberapa komentar netizen menyinggung isu ini secara tajam. Akun @Lib*** menulis, “Anies dari dulu mana mau sih modal, udah mah jelekin pemerintah, tapi LPDP diambil juga.” 

Komentar lain dari akun @mis**** membandingkan biaya pendidikan anak Sandiaga yang bersekolah di Jakarta International School (JIS) dengan anak Anies di SMA Labschool. 

“anaknya pak sandi sekolah di jis spp pertahun 400jt, anaknya anis sekolah di sma labschool spp pertahun 10jt, wajarlah (bukan bermaksud ngatain pak anis ga kaya) tapi kalo di banding sm sandi ya jauh lah, wajar anaknya gak pake lpdp, orang dari kecil sekolahnya di jis, uang segitu pasti bukan apa2,” tulisnya.

Perdebatan ini membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai LPDP apakah beasiswa negara ini hanya untuk mereka yang tidak mampu secara ekonomi? Ataukah boleh juga diberikan kepada siapa saja yang memenuhi kriteria akademik, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi?

Sandiaga Uno melihat LPDP bukan sekadar bentuk dukungan keuangan, melainkan amanah negara yang diberikan kepada segelintir orang terpilih. “Ini bukan hutang yang seperti pinjaman di perusahaan. Ini adalah tanggung jawab moral,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa bagi Sandi, tanggung jawab terhadap bangsa tidak berhenti pada karya pribadi, tetapi juga dalam memberi ruang kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijenguk Anies Saat Sidang ke-16, Tom Lembong Bilang Syok

Dijenguk Anies Saat Sidang ke-16, Tom Lembong Bilang Syok

Video | Jum'at, 27 Juni 2025 | 10:00 WIB

Anies Cuma Bisa Geleng-geleng Sedih Lihat Sahabatnya Diborgol, Tom Lembong Malah Ketawa

Anies Cuma Bisa Geleng-geleng Sedih Lihat Sahabatnya Diborgol, Tom Lembong Malah Ketawa

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 13:52 WIB

Aksi Anies Baswedan Pernah Sidak Ijazah Palsu Kini Jadi Omongan, Publik: Pantas Dulu Dicopot

Aksi Anies Baswedan Pernah Sidak Ijazah Palsu Kini Jadi Omongan, Publik: Pantas Dulu Dicopot

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 13:44 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

×