Subsidi Listrik Bengkak Rp 90 Triliun, Ekonom : Transisi Energi Harus Lebih Agresif

Dythia Novianty | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 07:17 WIB
Subsidi Listrik Bengkak Rp 90 Triliun, Ekonom : Transisi Energi Harus Lebih Agresif
Ilustrasi listrik. (Shutterstock)

Suara.com - Pembengkakan anggaran subsidi listrik yang diperkirakan pemerintah naik dari Rp 87,72 triliun menjadi Rp 90,32 triliun pada 2025, menjadi sinyal kuat akan perlunya reformasi struktural sektor energi.

Hal itu disampaikan Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda. Sebab ia menilai, ketergantungan Indonesia pada energi fosil impor selama ini menjadi akar masalah yang memicu beban fiskal pemerintah.

“Ketika ketergantungan dari bahan baku fosil serta impor cukup tinggi, maka volatilitas harga bahan baku untuk pembangkit listrik akan menjadi faktor krusial dalam sustainability energi listrik ke depan,” kata Huda kepada Suara.com, Selasa (7/1/2025).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyebut subsidi listrik tahun 2025 berpotensi membengkak hingga Rp 90,32 triliun karena tiga faktor. Ketiga faktor itu meliputi kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP), kurs rupiah, dan inflasi.

Sebagai solusi jangka pendek, Huda menyarankan pemerintah melakukan reformasi penyaluran subsidi dengan memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Pemerintah perlu menggunakan data terpadu kesejahteraan untuk memangkas subsidi kelompok mampu. Dengan begitu, ruang fiskal yang merugikan ini bisa dialihkan ke program elektrifikasi desa dengan insentif energi baru dan terbarukan (EBT),” jelasnya.

Ilustrasi listrik. (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi listrik. (Dok: Elements Envanto)

Huda juga menilai keterlambatan pemerintah melakukan transisi energi menjadi akar masalah.

Padahal, percepatan pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hijau kekinian menurutnya bukan lagi sebatas agenda lingkungan semata, melainkan menjadi strategi fiskal yang mendesak.

“Jika dalam lima-enam tahun ke depan bauran EBT bisa menembus 30 persen, ketahanan rupiah dan anggaran subsidi akan jauh lebih terjaga. Jadi, kuncinya sinergi subsidi tepat sasaran dan transisi energi harus lebih agresif,” pungkasnya.

Anggaran Subsidi Listrik Diperkirakan Jebol Menjadi Rp 90,32 Triliiun di 2025

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan anggaran subsidi listrik akan membuncit di tahun 2025 ini.

Pada tahun ini, anggaran subsidi listrik mencapai Rp 87,72 triliun, namun bisa melonjak hingga sebesar Rp 90,32 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, menjelaskan kenaikan nilai subsidi ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), kurs rupiah hingga inflasi.

Jisman menyebut, dari tahun ke tahun jumlah subsidi memang mengalami kenaikan. Di tahun 2020, sambungnya, subsidi listrik mencapai Rp 48 triliun, kemudian pada tahun 2021 naik lagi menjadi Rp 50 triliun.

Hinga Mei 2025, hingga Jisman, realisasi subsidi listrik yang telah dibayar oleh pemerintah mencapai Rp 35 triliun.

Jisman menuturkan, subsidi listrik ini diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan, mulai dari listrik rumah tangga dengan daya 450 volt amphere (VA) dan 900 VA. Selain itu, ada juga dari listrik dari UMKM dan industri kecil menengah.

Dia melanjutkan, untuk golongan 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu masing-masing mencapai 24,75 juta pelanggan dan 85,40 juta pelanggan.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) Triwulan III atau periode Juli-September Tahun 2025 untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi tidak mengalami perubahan atau tetap.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan daya saing industri.

Lebih lanjut Jisman menambahkan, bahwa tarif tenaga listrik untuk 24 golongan pelanggan bersubsidi PT PLN (Persero) juga tidak mengalami perubahan. Golongan ini mencakup pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebaran Perdana era Prabowo Hambar: Ekonomi Lesu, Uang Beredar Turun dan Jumlah Pemudik Turun

Lebaran Perdana era Prabowo Hambar: Ekonomi Lesu, Uang Beredar Turun dan Jumlah Pemudik Turun

Bisnis | Jum'at, 28 Maret 2025 | 17:22 WIB

Menarik Peluang Investasi Transisi Energi Melalui 333 GW Potensi Proyek Energi Terbarukan

Menarik Peluang Investasi Transisi Energi Melalui 333 GW Potensi Proyek Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 12:24 WIB

Perusahaan Prancis Dorong Transisi Energi di Era Prabowo

Perusahaan Prancis Dorong Transisi Energi di Era Prabowo

Bisnis | Rabu, 12 Maret 2025 | 14:01 WIB

Suara Hijau Jadi Langkah Baru Suara.com di Usia 11 Tahun untuk Keberlanjutan Lingkungan

Suara Hijau Jadi Langkah Baru Suara.com di Usia 11 Tahun untuk Keberlanjutan Lingkungan

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 22:18 WIB

Ekonom: Insentif Kendaraan Listrik Perlu Diperluas, Dorong Transisi Energi

Ekonom: Insentif Kendaraan Listrik Perlu Diperluas, Dorong Transisi Energi

Bisnis | Senin, 17 Februari 2025 | 09:31 WIB

Di Mandiri Investment Forum, Dirut PLN Ajak Kolaborasi untuk Transisi Energi

Di Mandiri Investment Forum, Dirut PLN Ajak Kolaborasi untuk Transisi Energi

News | Minggu, 16 Februari 2025 | 11:46 WIB

Terkini

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:32 WIB

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:20 WIB