Karang di Kalimantan Ungkap Dampak Penggundulan Hutan ke Laut Sejak 1950, Bagaimana Bisa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 Juli 2025 | 13:15 WIB
Karang di Kalimantan Ungkap Dampak Penggundulan Hutan ke Laut Sejak 1950, Bagaimana Bisa?
ilustrasi Terumbu Karang. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Penelitian lintas negara yang dipimpin oleh Universitas Leicester, Inggris, mengungkap bahwa penggundulan hutan industri di Kalimantan, Malaysia, mulai memberi dampak serius ke ekosistem laut sejak sekitar tahun 1950.

Temuan ini didasarkan pada analisis inti karang dari Taman Nasional Terumbu Karang Miri-Sibuti yang menyimpan jejak sedimen selama satu abad terakhir.

Dipublikasikan dalam Scientific Reports, studi ini memperlihatkan bagaimana karang besar mampu merekam perubahan lingkungan lewat elemen jejak yang terserap ke dalam kerangkanya saat tumbuh.

Rasio barium terhadap kalsium (Ba/Ca) di dalam karang menjadi penanda tingkat erosi sedimen yang dilepaskan dari daratan akibat pembukaan hutan.

“Rasio Ba/Ca meningkat tajam setelah tahun 1950, yang menunjukkan dimulainya dampak dari penggundulan hutan skala industri di kawasan itu,” jelas Prof. Jens Zinke dari Universitas Leicester, yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Phys.

“Ini terjadi jauh sebelum ada instrumen ilmiah untuk mencatatnya secara langsung.”

Ilustrasi Deforestasi(Penggundulan Hutan).[Unsplash.com]
Ilustrasi Deforestasi(Penggundulan Hutan).[Unsplash.com]

Penelitian ini melibatkan akademisi dari Inggris, Malaysia, dan Australia, termasuk Dr. Arnoud Boom, Walid Naciri, serta kolaborator dari Curtin University di Perth dan Miri.

Inti karang yang diambil dengan pengeboran bawah laut sepanjang satu meter itu memberikan data yang selama ini sulit diperoleh lewat cara lain, terutama di wilayah tropis yang minim data historis.

Dampak ekologis dari penggundulan hutan bukan hanya terjadi di darat. Jejak peningkatan sedimen ini terbawa hingga ke ekosistem terumbu karang, mengganggu stabilitas laut pesisir.

baca juga

Selain pengamatan terhadap sedimen, penelitian lanjutan juga dilakukan untuk melacak jejak karbon organik yang terlarut dalam aliran sungai, yang ikut memengaruhi ekosistem laut tropis.

Mantan mahasiswa doktoral Leicester, Walid Naciri, menambahkan bahwa mengetahui kondisi dasar sebelum pembukaan hutan memberikan pemahaman lebih dalam tentang skala dampaknya. Ia menegaskan bahwa evaluasi dampak lingkungan harus mencakup hubungan antara daratan dan lautan.

“Pemerintah daerah perlu mengurangi penggundulan hutan dengan menyediakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat, sembari komunitas global juga menurunkan konsumsi terhadap minyak sawit dan kayu pulp,” kata Naciri.

Studi ini, menurut para peneliti, menyoroti perlunya pemulihan hutan tropis tidak hanya untuk menghentikan pembuangan sedimen, tetapi juga untuk menghidupkan kembali ekosistem penting dan meningkatkan kemampuan kawasan tropis dalam menyerap karbon.

Dr. Boom menyimpulkan, “Kami benar-benar telah menemukan sidik jari untuk awal mula penggundulan hutan industri dan dampaknya terhadap laut. Dan semua itu berkat karang besar yang hidup cukup lama untuk memberi kita rekaman perubahan lingkungan yang tidak pernah terdokumentasi sebelumnya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Foto | Senin, 26 Mei 2025 | 10:44 WIB

Panduan Snorkeling Ramah Lingkungan: Nikmati Keindahan Laut dan Terumbu Karang Tanpa Merusak

Panduan Snorkeling Ramah Lingkungan: Nikmati Keindahan Laut dan Terumbu Karang Tanpa Merusak

Lifestyle | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:57 WIB

Pulau Mahitam, Menyaksikan Pesona Terumbu Karang di Pesawaran Lampung

Pulau Mahitam, Menyaksikan Pesona Terumbu Karang di Pesawaran Lampung

Your Say | Jum'at, 16 Mei 2025 | 16:35 WIB

Terkini

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

×