Kenapa Udara di Jawa Makin Dingin? Bukan Apelion, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 07 Juli 2025 | 19:01 WIB
Kenapa Udara di Jawa Makin Dingin? Bukan Apelion, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
Ilustrasi hawa dingin di sebagaian wilayah pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. (Unsplash)

Suara.com - Masyarakat di sejumlah wilayah selatan Indonesia, terutama Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir merasakan udara malam yang lebih dingin dari biasanya. Bahkan siang hari pun terasa lebih sejuk dan tidak sepanas bulan-bulan sebelumnya.

Fenomena ini pun memunculkan kembali anggapan kalau suhu dingin berkaitan dengan fenomena Apelion, yakni saat bumi berada pada titik terjauh dari matahari dalam orbitnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hawa dingin yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini bukan disebabkan oleh Apelion, melainkan akibat faktor musiman yang jauh lebih dominan pengaruhnya di wilayah selatan khatulistiwa.

"Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa, khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur," jelas Ardhasena kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Menurut Ardhasena, saat ini Indonesia tengah berada dalam periode musim kemarau, yang ditandai dengan hembusan angin monsun timur dari Australia. Angin ini membawa udara yang lebih kering dan memiliki karakteristik suhu yang lebih rendah, terutama saat malam hari.

"Sehingga ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada saat bulan-bulan lainnya, di mana uap air lebih banyak dan kita cenderung merasakan lebih semu," tuturnya.

Dalam kondisi cuaca kering seperti ini, proses kehilangan panas pada malam hari berlangsung lebih cepat karena tidak adanya uap air yang menahan radiasi panas bumi. Hal inilah yang menyebabkan suhu permukaan terasa lebih dingin, terutama menjelang fajar.

Meski secara waktu kejadian apelion dan suhu dingin tampak berdekatan, BMKG menegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat antara keduanya.

"Kebetulan secara timingnya memang sama. Tetapi kan apelion ini fenomena yang skala planetari dan jika memang dia yang menyebabkan suhu dingin, apelion ini kan mestinya terjadi di seluruh wilayah bumi, tapi kan tidak demikian," jelasnya.

Apelion sendiri merupakan peristiwa tahunan ketika Bumi berada di titik terjauh dari Matahari, yang biasanya terjadi sekitar awal Juli. Namun pengaruhnya terhadap suhu di Bumi sangat kecil dan tidak cukup signifikan untuk menyebabkan penurunan suhu ekstrem di wilayah tertentu.

Ardhasena menekankan bahwa perubahan suhu di Indonesia lebih dipengaruhi oleh kondisi regional dan musiman, bukan fenomena astronomi berskala global. Dengan kata lain, udara dingin di Indonesia bagian selatan adalah siklus tahunan normal yang biasa terjadi pada puncak musim kemarau.

"Jadi suhu yang sifatnya terasa lebih dingin khususnya malam itu sebenarnya sifat musiman yang karakteristiknya khas terjadi, itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan fenomena apelion secara sebab akibat, tetapi dia memang terjadi pada saat yang bersamaan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Langit Jakarta Dimulai! Modifikasi Cuaca Jadi 'Pawang' Hujan Ekstrem

Operasi Langit Jakarta Dimulai! Modifikasi Cuaca Jadi 'Pawang' Hujan Ekstrem

News | Senin, 07 Juli 2025 | 18:22 WIB

Anggaran Terus Dipotong, Begini Nasib BMKG Indonesia

Anggaran Terus Dipotong, Begini Nasib BMKG Indonesia

News | Senin, 07 Juli 2025 | 15:18 WIB

Kemarau Basah 2025: BMKG Ungkap Peluang Emas untuk Petani

Kemarau Basah 2025: BMKG Ungkap Peluang Emas untuk Petani

News | Senin, 07 Juli 2025 | 13:59 WIB

Terkini

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB