Gelombang Panas Melanda Eropa, Bisakah Tenaga Surya Jadi Penyelamat?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 08 Juli 2025 | 10:44 WIB
Gelombang Panas Melanda Eropa, Bisakah Tenaga Surya Jadi Penyelamat?
Ilustrasi gelombang panas. Seorang perempuan sedang menikmati guyuran air di sebuah kolam. [Shutterstock]

Suara.com - Lonjakan suhu udara hingga lebih dari 40°C di berbagai kota Eropa memicu lonjakan permintaan listrik harian hingga 14 persen. Gelombang panas yang melanda Jerman, Prancis, Polandia, dan Spanyol membuat jutaan warga menyalakan pendingin udara, menyebabkan harga listrik harian melonjak dua hingga tiga kali lipat di beberapa negara.

Namun, di tengah tekanan ekstrem ini, tenaga surya justru menjadi penyelamat. Menurut analisis lembaga pemikir energi Ember, sinar matahari yang sama yang memicu gelombang panas juga menghasilkan pasokan listrik dalam jumlah besar.

Produksi listrik tenaga surya di Uni Eropa mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Juni 2025, yakni sebesar 45 terawatt jam, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Jerman, energi surya menyumbang hingga 39 persen dari total pasokan listrik harian selama jam-jam terpanas. Ember mencatat, produksi mencapai 50 gigawatt pada awal Juli, cukup untuk menjaga jaringan tetap stabil di tengah lonjakan beban.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang (Tom Fisk/Pexels)

Namun, pencapaian ini mengungkap kelemahan struktural jaringan listrik Eropa. Meski kelebihan pasokan listrik terjadi di siang hari, kurangnya infrastruktur penyimpanan energi menyebabkan krisis baru di malam hari.

Setelah matahari terbenam, pasokan turun drastis sementara permintaan tetap tinggi, memicu lonjakan harga listrik. Ember mencatat harga listrik malam hari pada 1 Juli melampaui €470 per megawatt-jam di Polandia dan €400 di Jerman.

Tekanan ini makin diperparah dengan terganggunya pembangkit listrik termal dan nuklir. Di Prancis, 17 dari 18 reaktor nuklir mengalami pengurangan kapasitas karena air sungai yang digunakan untuk pendinginan terlalu panas. Hal serupa juga terjadi di Swiss dan Italia, di mana infrastruktur kelistrikan kewalahan menghadapi suhu ekstrem.

Di Polandia, pemerintah dan operator jaringan bahkan mengajukan ‘paket anti-pemadaman listrik’ sebagai respons darurat terhadap ancaman krisis energi selama puncak gelombang panas.

Direktur Program Eropa Ember, Pawel Czyzak, menyebut tenaga surya telah membantu Eropa melewati "uji stres" iklim. Namun ia menekankan bahwa investasi besar dibutuhkan untuk membangun sistem penyimpanan energi dan memperkuat jaringan listrik lintas negara.

baca juga

Selain baterai penyimpanan skala besar, Ember juga mendorong pengembangan "pulau energi"—wilayah yang mengandalkan tenaga angin dan matahari serta mampu menyalakan kembali jaringan listrik setelah pemadaman. Inggris dan Belgia telah mulai menguji teknologi inverter pembentuk jaringan, yang memungkinkan pembangkit terbarukan beroperasi tanpa pasokan eksternal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya soal mengganti bahan bakar fosil dengan energi bersih, tetapi juga membangun sistem yang siap menghadapi iklim ekstrem yang semakin sering terjadi. Energi surya menawarkan harapan, namun tanpa penyimpanan yang memadai, potensi besarnya masih belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri UMKM di KPK: Saya Harus Jaga Kehormatan Istri Saya!

Menteri UMKM di KPK: Saya Harus Jaga Kehormatan Istri Saya!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 19:34 WIB

Istri Keliling Eropa Berkedok Misi Budaya, Pukat UGM Skakmat Menteri UMKM: Penyalahgunaan Wewenang!

Istri Keliling Eropa Berkedok Misi Budaya, Pukat UGM Skakmat Menteri UMKM: Penyalahgunaan Wewenang!

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:52 WIB

Kontroversi Surat Dinas Istri Menteri UMKM "Tur Keliling Eropa", Biayanya Capai Ratusan Juta?

Kontroversi Surat Dinas Istri Menteri UMKM "Tur Keliling Eropa", Biayanya Capai Ratusan Juta?

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:44 WIB

Terkini

Skandal Kredit Bodong Rp6,7 Miliar: Kolusi Oknum Bank Lampung dan Kades Pesisir Barat Terbongkar

Skandal Kredit Bodong Rp6,7 Miliar: Kolusi Oknum Bank Lampung dan Kades Pesisir Barat Terbongkar

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 07:32 WIB

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:30 WIB

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:18 WIB

Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya

Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 07:17 WIB

25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan

25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 07:07 WIB

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

5 Zodiak yang Paling Aman Jaga Rahasia Tanpa Takut Bocor

5 Zodiak yang Paling Aman Jaga Rahasia Tanpa Takut Bocor

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 06:10 WIB

10 Hari Tanpa Titik Terang, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

10 Hari Tanpa Titik Terang, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 06:00 WIB

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 01:50 WIB

×