Benarkah Bogor Biang Keladi Banjir Jakarta? Pernyataan Dedi Mulyadi Tuai Kritik

Sumarni

Selasa, 08 Juli 2025 | 10:16 WIB
Benarkah Bogor Biang Keladi Banjir Jakarta? Pernyataan Dedi Mulyadi Tuai Kritik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. [Instagram]

Suara.com - Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal penyebab banjir Jakarta menuai beragam tanggapan.

Dedi menyebut bahwa sumber utama persoalan banjir di ibu kota berasal dari wilayah Bogor, khususnya kawasan Puncak dan Megamendung.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah ke Instagram pribadinya pada Minggu, 6 Juli 2025.

"Problem utamanya Jakarta adalah Puncak dan Mega Mendung di daerah Bogor, intinya di daerah Bogor," ujar Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Lebih jauh, Dedi mengusulkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan melakukan penataan ulang kawasan Bogor.

Menurutnya, jika penataan tidak segera dilakukan, maka banjir di Jakarta tidak akan pernah bisa diatasi.

"Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai. Untuk itu, mari kita bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor," ucapnya.

Dedi menekankan pentingnya pemulihan kawasan resapan air di daerah hulu, termasuk perlindungan terhadap gunung serta lahan pertanian di wilayah Puncak.

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi atau KDM itu juga menyoroti dampak buruk dari pembangunan yang tidak terkendali yang menurutnya telah merusak keseimbangan lingkungan.

baca juga

"Secara bertahap saya akan terus mengembalikan fungsi alam secara baik," katanya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

Dia pun mengapresiasi semua pihak yang mendukung langkah-langkah pemulihan lingkungan, termasuk kritik yang datang dari masyarakat.

Dedi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bukan hanya demi Jawa Barat, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat Jakarta yang terdampak banjir setiap tahunnya.

"Karena yang dilakukan demi kepentingan masyarakat secara luas, baik masyarakat Jabar atau DKI," tuturnya.

Selain itu, Dedi juga menyinggung bencana banjir dan longsor yang terjadi di kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam, 5 Juli 2025.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan semata-mata akibat hujan deras, melainkan akumulasi dari perubahan tata ruang selama bertahun-tahun.

Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah besar untuk menyelamatkan alam, meskipun hal itu dapat menimbulkan kontroversi di tengah publik.

"Karena untuk apa pembangunan dilakukan dengan biaya yang sangat besar, pada akhirnya, rontok oleh bencana," imbuhnya.

Sayangnya, pernyataan tersebut langsung disambut kritik dari berbagai kalangan, terutama netizen yang merasa bahwa Dedi terlalu menyederhanakan masalah banjir Jakarta.

"Apakah ini mode baru klaim ‘kalau saya jadi Presiden maka banjir di Jakarta…'" sindir akun @elisa_jkt.

Akun tersebut mengingatkan bahwa hujan deras sering kali terjadi langsung di Jakarta tanpa melibatkan Bogor.

"Sekadar mengingatkan wahai Gub Jabar. Pada malam penggantian tahun 2020, beginilah kondisi hujan di Jakarta. Bukan di Depok/Bogor, dan kita semua tahu 1 Januari 2020 terjadi," jelasnya.

Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda di Jalan Tipala, Makassar, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda di Jalan Tipala, Makassar, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dedi Mulyadi lantas diingatkan bahwa tidak semua peristiwa yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan wilayah yang dipimpinnya.

"Wahai Gub Jawa Barat. Gak semua hal itu selalu tentang lo, tahu. Ini hujannya dan ini banjirnya. Tuh lihat, Bogor malah putih pucat nggak menghasilkan hujan," ujarnya.

Netizen lain menuliskan bahwa banjir Jakarta tidak hanya disebabkan oleh kiriman dari wilayah selatan, tetapi juga karena hujan lokal dan rob dari laut.

"Kalau Bogor direndahin, pasti bebas banjir kiriman," tulisnya dengan nada sarkastik.

Sementara itu, ada juga yang mengkritik pernyataan Dedi karena dianggap tanpa data.

"Makanya selalu banjir. Yang jadi masalah tuh, banjirnya makin parah karena ada kiriman dari daerah sekitar plus surutnya nggak cepat. Belum lagi ada penurunan muka tanah setiap tahun. Aneh banget, asal bunyi nggak pakai riset,” tulis pengguna lain.

Sejak memimpin Jawa Barat, Dedi Mulyadi kerap ditudir melalukan pencitraan. Banyak yang menduga Dedi mulai membangun dukungan untuk maju Pilpres mendatang.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Hujan Diprakirakan Guyur Seluruh Jakarta Malam Ini

Waspada! Hujan Diprakirakan Guyur Seluruh Jakarta Malam Ini

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 08:08 WIB

Daftar Lengkap Wilayah Jakarta yang Masih Tergenang Banjir Hingga Selasa

Daftar Lengkap Wilayah Jakarta yang Masih Tergenang Banjir Hingga Selasa

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 07:42 WIB

Jakarta Banjir Lagi Senin Malam, 16 RT Terendam Air

Jakarta Banjir Lagi Senin Malam, 16 RT Terendam Air

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 00:48 WIB

Teknologi Penangkal Banjir: Modifikasi Cuaca Siap Diterapkan di Langit Jabodetabek

Teknologi Penangkal Banjir: Modifikasi Cuaca Siap Diterapkan di Langit Jabodetabek

News | Senin, 07 Juli 2025 | 22:59 WIB

Mataram Lumpuh Listrik! 33 Ribu Pelanggan PLN Terdampak Banjir, Ini Kondisi Terkini

Mataram Lumpuh Listrik! 33 Ribu Pelanggan PLN Terdampak Banjir, Ini Kondisi Terkini

News | Senin, 07 Juli 2025 | 22:44 WIB

Ojol Motor Listrik Terobos Banjir Jakarta: Endingnya Bikin Kaget!

Ojol Motor Listrik Terobos Banjir Jakarta: Endingnya Bikin Kaget!

Video | Selasa, 08 Juli 2025 | 08:00 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×