Kerja Keras Tapi Gaji Segitu-Gitu Aja? Peneliti UGM Bongkar Alasannya

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 13:49 WIB
Kerja Keras Tapi Gaji Segitu-Gitu Aja? Peneliti UGM Bongkar Alasannya
Ilustrasi seorang perempuan tengah bekerja. (Pexels.com/Anna Tarazevich)

"Pekerja PKWT harus lebih sering mencari kerja dan berganti pekerjaan. Sedangkan di Indonesia, biaya ekonomi mencari kerja itu sangat tinggi," jelas Qisha.

Minimnya Perlindungan Sosial: Jaminan sosial adalah jaring pengaman kita. Namun, hanya segelintir pekerja informal (10,22 persen) yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan pekerja formal pun tidak terjamin sepenuhnya.

Tunjangan Pengangguran yang Terbatas: Jika kamu kehilangan pekerjaan, apa yang terjadi? Skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) hanya untuk peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Jika kamu bukan peserta, kamu menanggung risiko itu sendirian.

"Kondisi menganggur menjadi 'mahal' bagi beberapa pekerja," ujar Qisha.

Kamu Bukan Angka Statistik: Strategi Bertahan dan Tumbuh

Melihat realita yang suram bukan berarti kita harus pasrah. Mengetahui adanya "jebakan" ini adalah langkah pertama untuk membangun pertahanan.

Berikut adalah solusi praktis yang bisa kamu terapkan, baik untuk dirimu sendiri maupun sebagai desakan kepada pemerintah.

1. Untuk Dirimu Sendiri (Micro-Action):

Jadilah Pembelajar Seumur Hidup (Lifelong Learner): Jangan hanya bergantung pada satu keahlian dari pekerjaan utamamu.

Ikuti kursus online, dapatkan sertifikasi baru, atau pelajari high-income skill seperti digital marketing, data analysis, atau coding. Ini adalah exit plan dan bargaining power terbaikmu.

Pahami Hak-Hakmu: Baca dan pahami isi kontrak kerjamu. Ketahui perbedaan hak antara pekerja PKWT dan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu). Pengetahuan adalah kekuatan.

-Bangun Jaring Pengaman Finansial Pribadi

Dana Darurat: Ini wajib. Sisihkan penghasilan untuk dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran.

Asuransi & BPJS Mandiri: Jika perusahaan tidak mendaftarkanmu, atau kamu seorang freelancer, daftarkan dirimu secara mandiri ke BPJS Ketenagakerjaan (program BPU - Bukan Penerima Upah).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji Komisaris PLN Bocor? Ade Armando Raup Rp2 Miliar Setahun, Ini Rinciannya

Gaji Komisaris PLN Bocor? Ade Armando Raup Rp2 Miliar Setahun, Ini Rinciannya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 14:05 WIB

Update Pencairan TPG Setara Gaji 100 Persen, ASN Guru Tidak Perlu Panik Tunjangan Belum Cair

Update Pencairan TPG Setara Gaji 100 Persen, ASN Guru Tidak Perlu Panik Tunjangan Belum Cair

Bisnis | Minggu, 06 Juli 2025 | 15:12 WIB

Pahlawan Devisa atau Korban Kebijakan? Kritik Saran Kerja ke Luar Negeri

Pahlawan Devisa atau Korban Kebijakan? Kritik Saran Kerja ke Luar Negeri

Your Say | Selasa, 01 Juli 2025 | 10:51 WIB

Terkini

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB