Ambisi Jakarta Masuk 50 Kota Terbaik Dunia Dimulai dari Lapangan Banteng, Ini Respons Sri Mulyani

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Kamis, 10 Juli 2025 | 21:55 WIB
Ambisi Jakarta Masuk 50 Kota Terbaik Dunia Dimulai dari Lapangan Banteng, Ini Respons Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut positif rencana Pemprov Jakarta untuk menata kawasan Lapangan Banteng terintegrasi dengan Gedung AA Maramis. [Tangkapan layar]

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati blak-blakan mengeluhkan kondisi kawasan Lapangan Banteng yang menurutnya telah disalahgunakan dan merusak pemandangan.

Ia menyoroti bagaimana area tersebut kerap dipenuhi lalu lintas yang berhenti sembarangan, pedagang kaki lima, bahkan menjadi tempat 'parkir' mobil bekas kecelakaan.

Keluhan ini ia sampaikan saat meresmikan Pencanangan Penataan dan Integrasi Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis di Jakarta Pusat, yang turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

"Karena di sini dulu sering isinya lalu lintas banyak yang berhenti, kemudian kaki lima, dan bahkan mobil yang habis kecelakaan ditaruhnya di sini Pak Gubernur. Jadi memang pandangannya tidak terlalu bagus," kata Sri Mulyani di lokasi, Rabu (10/7/2025).

Lantaran itu, Sri Mulyani mengaku sangat gembira dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak cepat merealisasikan rencana penataan ini.

Ia berharap kawasan ini bisa bertransformasi menjadi ruang publik yang ramah lingkungan, terbuka, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya termasuk yang sangat berbahagia karena kita menghadiri acara pencanangan penataan dan pengintegrasian Lapangan Banteng dan komplek Gedung AA Maramis," ujarnya.

"Saya sungguh memberikan penghargaan dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dengan gerak cepat langsung melakukan langkah konkret untuk mulai melakukan langkah-langkah seperti di perizinan teknis. Ini bukan suatu seremoni yang kita lakukan, tapi merupakan langkah konkret," tegasnya.

Merawat Sejarah

baca juga

Lebih dari sekadar penataan fisik, Sri Mulyani juga mengingatkan nilai sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut, khususnya pada Gedung AA Maramis yang merupakan aset Kementerian Keuangan.

"Mungkin untuk sedikit bercerita tentang Gedung AA Maramis. Kita menyebutnya Gedung AA Maramis karena ini adalah menteri keuangan pertama yang meng-issue uang Republik Indonesia, untuk mengenang jasa beliau sebagai menteri keuangan pertama di masa awal kemerdekaan," bebernya.

Ia menambahkan, gedung yang dulu dikenal sebagai Gedung Daendels ini memiliki nilai cagar budaya yang tinggi.

Gedung Kemenkeu (Kemenkeu)
Ilustrasi Gedung Kemenkeu (Kemenkeu)

Kementerian Keuangan, sebagai penanggung jawab, telah melakukan restorasi masif dengan standar khusus untuk menjaga keaslian dan otentisitas bangunan bersejarah tersebut.

"Sehingga kami harus konsultasi dengan pelestarian cagar budaya dan juga di dalam komitmen untuk restorasinya harus mengikuti beberapa standar khusus, sehingga originalitas, otentisitas dari gedung itu masih bisa di-preserve," tandasnya.

'Kode' untuk Menkeu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Sudah Tembus Rp400 Triliun

Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Sudah Tembus Rp400 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 08:10 WIB

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 17:52 WIB

Menteri PU: Sampai Detik Ini Kami Surat Kami Belum Dibalas Sri Mulyani

Menteri PU: Sampai Detik Ini Kami Surat Kami Belum Dibalas Sri Mulyani

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 17:01 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×