Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru

Ferry Noviandi

Senin, 14 Juli 2025 | 19:42 WIB
Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru
Staf Kemlu Arya Daru Pangayunan. [istimewa]

Suara.com - Penampakan aneh di jendela kamar kos staf muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan memicu kehebohan baru di tengah penyelidikan misteri kematiannya.

Video yang viral di media sosial memperlihatkan detik-detik saat jendela kamar kos Arya di Guest House Gondia Menteng, Jakarta Pusat, dibuka paksa oleh petugas.

Namun bukan proses congkel jendela yang menjadi sorotan publik, melainkan kemunculan bayangan menyerupai tangan yang terlihat bergerak dari balik gorden.

Kejanggalan ini sontak menimbulkan dugaan penampakan misterius di dalam kamar.

"Perhatikan. Ada tangan di dalam kamar pas pojok jendela dekat obeng dicongkel. Begitu jendela terbuka, tangannya ditarik menyebabkan gorden bergerak. Zoom biar lebih jelas," tulis salah satu pengguna media sosial, memicu spekulasi warganet lainnya.

Video yang viral tersebut diambil saat petugas membuka paksa jendela kamar nomor 105, di mana Arya Daru ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa, 8 Juli 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Penemuan mayat Arya Daru bermula ketika sang istri tak bisa menghubunginya dan meminta penjaga kos untuk memeriksa kamar.

Jendela tersebut menjadi salah satu akses masuk karena pintu kamar terkunci dari dalam. Penampakan misterius dalam video itu memancing teori-teori liar dari warganet.

Ada yang menduga bayangan tangan itu adalah bagian dari kejadian mistis, tetapi lebih banyak yang mencoba menganalisis secara logis.

Fokus utama diskusi bergeser pada kejanggalan sistem keamanan jendela kamar kos tersebut.

Unggahan Terakhir Diplomat Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas dengan Kepala Dilakban. [Instagram]
Sistem keamanan kamar kost Arya Daru Pangayunan jadi bahan perdebatan warganet. [Instagram]

"Sepertinya jendelanya enggak dikunci. Slot kunci jendela nongol ke atas. Kalau jendela dikunci, slotnya enggak akan muncul begitu," tulis seorang warganet yang menganalisis dari tayangan video secara detail.

Yang lain menambahkan, "Kalau slot kunci terkunci, nggak semudah itu nyongkelnya pakai obeng. Harus pakai linggis. Kecuali tidak terkunci, cukup pakai obeng."

Warganet juga menyoroti gorden dan vitras yang tak sepenuhnya menutup jendela.

"Biasanya vitras menutup penuh, tapi ini terbuka sedikit. Bisa jadi pelaku keluar lewat jendela lalu mengunci dari luar," komentar akun lainnya, mengembangkan dugaan bahwa jendela bisa menjadi akses keluar pelaku setelah mengunci pintu dari dalam.

Polda Metro Jaya sendiri telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus kematian Arya Daru.

Saat ditemukan, kondisi Arya Daru pun menimbulkan banyak tanda tanya, memicu beragam spekulasi.

Kepala korban dililit lakban kuning dengan tubuh terbungkus selimut biru dalam kamar yang terkunci dari dalam.

Namun tidak ditemukan tanda kekerasan, tidak ada barang hilang, dan kondisi kamar tidak berantakan.

Hingga kini, pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah kematian Arya Daru akibat bunuh diri atau tindakan kriminal.

Tim forensik gabungan, termasuk dari kedokteran kepolisian, Puslabfor, Inafis Bareskrim Polri, dan dokter dari RSCM, masih menunggu hasil autopsi serta forensik digital dari laptop, ponsel, dan rekaman CCTV.

Kisah Arya Daru Pangayunan menjadi diplomat. [aryadaru.blogspot.com]
Sistem keamanan kamar kost Arya Daru Pangayunan jadi bahan perdebatan warganet. [aryadaru.blogspot.com]

Keterlibatan psikolog forensik juga menjadi bagian dari penyelidikan untuk memahami kondisi psikologis Arya menjelang kematiannya.

Sementara itu, publik dan media terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan sorotan tajam.

Ditambah lagi munculnya elemen viral seperti penampakan tangan di jendela yang kini menjadi misteri tersendiri dalam peristiwa tragis ini.

Dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berdedikasi, Arya Daru Pangayunan merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, angkatan 2010.

Dia menempuh pendidikan di jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL).

Kariernya sebagai diplomat dimulai di Kementerian Luar Negeri, di mana dia mengabdi sebagai staf hingga posisi terakhirnya di Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemlu.

Arya Daru juga telah menikah dan dikenal dekat dengan keluarga serta rekan-rekannya di lingkungan kementerian.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Jam per Jam Sebelum Arya Daru Tewas: Mengapa Istri Meminta Penjaga Kos Cek Kamar?

Kronologi Jam per Jam Sebelum Arya Daru Tewas: Mengapa Istri Meminta Penjaga Kos Cek Kamar?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 16:12 WIB

Peran Orang Dekat dalam Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Ini Kata Ahli Kriminologi

Peran Orang Dekat dalam Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Ini Kata Ahli Kriminologi

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:50 WIB

Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya

Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:30 WIB

Eks Wabareskrim: Periksa Arya Daru Pangayunan Kidal Atau Tidak!

Eks Wabareskrim: Periksa Arya Daru Pangayunan Kidal Atau Tidak!

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:26 WIB

Kenapa Penjaga Kos Celingak-celinguk ke Kamar Arya Daru Pangayunan?

Kenapa Penjaga Kos Celingak-celinguk ke Kamar Arya Daru Pangayunan?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:07 WIB

LIVE: Suara Tak Senonoh dari Speaker GBK, Pacu Jalur Diklaim Malaysia

LIVE: Suara Tak Senonoh dari Speaker GBK, Pacu Jalur Diklaim Malaysia

Video | Senin, 14 Juli 2025 | 16:08 WIB

Terkini

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:33 WIB

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:05 WIB

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB