Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 15 Juli 2025 | 20:19 WIB
Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua,  Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. [Istimewa]

Suara.com - Dinamika politik menjelang pemerintahan baru kian memanas. Sebuah manuver tingkat tinggi yang diduga untuk "memagari" Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dari isu liar kini menjadi sorotan.

Dua menteri senior, Tito Karnavian dan Pratikno, dituding bergerak cepat menjadi 'bekingan' Gibran di tengah isu penugasannya ke Papua.

Langkah keduanya dibaca bukan sekadar klarifikasi biasa, melainkan sebuah operasi politik yang terkoordinasi.

Analisis tajam ini datang dari mantan Intelijen Negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra pada Podcast Forum Keadilan TV yang mengurai adanya agenda tersembunyi di balik respons para menteri tersebut.

Polemik ini bermula dari pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, yang melempar wacana Gibran akan lebih banyak berkantor di Papua.

Pernyataan ini sontak menjadi bola liar yang berpotensi menyudutkan posisi putra sulung Presiden Jokowi tersebut.

Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra - Mantan Intelijen Negara. [YouTube/Forum Keadilan TV]
Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra - Mantan Intelijen Negara. [YouTube/Forum Keadilan TV]

Di tengah spekulasi yang berkembang, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno tampil ke depan. Mereka seolah menjadi "pemadam kebakaran" yang sigap meluruskan informasi.

"Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri) dan Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) meluruskan bahwa Gibran tidak harus berkantor di Papua, melainkan para deputi dan pelaksana harian," jelas Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam analisisnya di Forum Keadilan TV yang tayang di YouTube.

Klarifikasi ini memang berhasil mendinginkan tensi publik. Namun, menurut Chandra, manuver ini lebih dari sekadar pelurusan fakta. Ada indikasi kuat bahwa ini adalah strategi untuk melindungi Gibran sekaligus menjaga konstelasi politik yang sudah terbangun.

baca juga

Agenda Tersembunyi Tito Karnavian?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Suara.com/Bagaskara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Suara.com/Bagaskara)

Secara khusus, Kolonel Chandra menyoroti motif politik di balik tindakan Tito Karnavian. Sebagai mantan Kapolri dan kini Mendagri, posisi Tito sangat strategis.

Kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan saat ini dan masa depan menjadi pertaruhan.

"Tindakan Tito ini juga diinterpretasikan sebagai upaya agar Gibran tidak terlalu jauh darinya karena adanya kepentingan politik bersama," tegas Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra.

Interpretasi ini membuka tabir baru: adanya kemungkinan simbiosis mutualisme politik antara Tito dan Gibran.

Dengan menjaga Gibran tetap berada di pusat kekuasaan dan terhindar dari isu kontroversial, Tito juga dinilai tengah mengamankan kepentingannya sendiri dalam peta kekuasaan pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.

Peran Tito dan Pratikno dalam kasus ini dapat dilihat sebagai "penjaga gerbang narasi". Mereka memastikan tidak ada opini negatif yang liar dan merusak citra Gibran sebelum resmi dilantik.

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno turut berkomentar soal polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. yang juga eks Rektor UGM turut berkomentar soal polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. (Suara.com/Lilis)
Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno. (Suara.com/Lilis)

Kecepatan respons keduanya menunjukkan adanya koordinasi solid, seolah menjadi sinyal bahwa Gibran tidak sendirian dan telah dilindungi oleh lingkaran Istana yang berpengalaman.

Dalam panggung politik Indonesia, setiap pernyataan pejabat tinggi sarat akan makna. Apa yang tampak di permukaan sebagai klarifikasi teknis, di baliknya bisa jadi merupakan pertarungan pengaruh dan strategi pengamanan figur kunci.

Analisis Chandra menegaskan bahwa respons atas isu Papua ini bukanlah langkah spontan, melainkan bagian dari skenario besar untuk menjaga stabilitas dan kepentingan politik bersama di era transisi kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Pertahankan Gibran, Jadi Bemper Politik?

Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Pertahankan Gibran, Jadi Bemper Politik?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 20:01 WIB

Intel Bongkar Skenario 'Singkirkan' Gibran ke Papua: Ada Jejak Pengkhianatan Jokowi?

Intel Bongkar Skenario 'Singkirkan' Gibran ke Papua: Ada Jejak Pengkhianatan Jokowi?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 19:45 WIB

Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh

Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 19:29 WIB

Terkini

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:22 WIB

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:01 WIB

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:32 WIB

×