Rocky Gerung: Gibran Lebih Baik 'Magang' di Papua Sampai 2029, Jangan Cuma Urus Skincare

Eviera Paramita Sandi

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:24 WIB
Rocky Gerung: Gibran Lebih Baik 'Magang' di Papua Sampai 2029, Jangan Cuma Urus Skincare
Rocky Gerung. [YouTube/Hendri Satrio Official]

Suara.com - Isu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka batal pergi ke Papua rupanya menggelitik seorang Rocky Gerung.

Menurut Rocky, Gibran seharusnya pergi ke Papua untuk memperdalam ilmu mengenai politik dunia.

“Gibran itu mestinya di Papua supaya dia belajar tentang politik dunia,” ujar Rocky, dikutip dari youtube Hendri Satrio Official, Selasa (15/7/25).

“Papua sekarang itu ada center of gravity dari Asia Pasifik itu,” tambahnya.

Dengan pergi ke Papua, menurut Rocky, Gibran akan bisa belajar lebih banyak mengenai geopolitik, etika lingkungan hingga budaya lokal di sana.

“Harus ke Papua sebenernya, supaya dia belajar geopolitik, dia belajar environment ethics, dia belajar soal local culture,” ungkapnya.

Rocky Gerung menyebut jika Gibran berniat maju di 2029, tentunya ia akan memperjuangkan untuk bisa menjadikan Papua sebagai tempat belajarnya.

“Kalau dia mau maju 2029, mestinya dia bilang sama Pak Prabowo ‘Saya bukan sekedar desk Papua, saya ingin punya Istana di Papua, sampai 2029 saya mau magang di situ, belajar segalanya,” ujar Rocky.

Namun rencana Gibran untuk berkantor ke Papua tersebut batal.

baca juga

Menurut Rocky hal ini dikarenakan tidak sesuai dengan petunjuk ayahnya, Joko Widodo.

“Ya pasti dia merasa dia tidak mampu, atau tidak sesuai dengan petunjuk bapaknya,” sindir Rocky.

“Kan dukunnya bilang beda,” sambungnya.

Rocky sontak menyentil bahwa keberadaan Gibran seharusnya di Papua bukan di Jakarta yang hanya membagikan produk skincare.

“Iya harusnya dia di Papua aja sampai 2029, jangan balik-balik ke Jakarta,” ujarnya.

“Di Jakarta ya dia nanti bagi-bagi skincare lagi, padahal yang dibutuhkan adalah braincare,” sindirnya.

Tak hanya itu, Rocky juga menyebut bahwa Gibran seharunya belajar tentang aura politik dunia dan bukan justru aura farming.

“Justru dia yang mesti belajar sebagai anak muda, konflik gimana ketegangan antara Indonesia dan Australia, di Darwin itu pemerintah Australia memfasilitasi Angkatan laut Amerika untuk parkir di situ, dia pasti apa? Ya mantau Indonesia dong,” ujarnya.

“Beberapa senjata kendali jarak jauh itu dari Australia itu diarahkan justru ke Indonesia, itu kan Gibran mesti paham. Dari situ dia belajar tentang aura politik dunia, bukan aura farming doang,” sambungnya.

Salah satu saran dari Rocky Gerung jika Gibran ingin benar-benar maju menjadi pemimpin, maka dirinya harus pergi terjun langsung berkantor di Papua.

“Kalau dia (Gibran) mau jadi pemimpin ya syaratnya ke Papua itu. Kalau IKN itu buat dia kunjungi 3 bulan sekali buat lihat singkong sama tebunya yang dia tanam di situ kan,” ungkapnya.

Gibran Batal Berkantor di Papua

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyebut bahwa Gibran bakal mendapatkan penugasan khusus terkait percepatan Pembangunan di Papua.

“Concern pemerintah dalam menangani Papua ini, dalam beberapa hari terakhir sedang mendiskusikan untuk memberikan satu penugasan khusus dari Presiden kepada Wakil Presiden untuk percepatan Pembangunan Papua,” ujar Yusril.

Yusril mengatakan kemungkinan besar akan disediakan kantor untuk Gibran selama menjalani penugasan khusus di Papua.

“Sekarang ini akan diberikan penugasan, bahkan mungkin akan ada juga kantornya Wakil Presiden untuk bekerja dari Papua, menangani masalah ini,” ungkapnya.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Papua memang mengatur percepatan Pembangunan Papua yang diketuai oleh Wapres.

“Jadi sebenarnya di dalam, ada Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang disitu secara eksplisit bahwa percepatan Pembangunan Papua itu adalah dikoordinatori, diketuai oleh Wakil Presiden,” Ujar Prasetyo.

Oleh karena itu Prasetyo meluruskan bahwa kabar Presiden Prabowo menugaskan Gibran ke Papua tidak benar.

Namun, Prasetyo mengatakan bahwa sebagai ketua percepatan Pembangunan Papua Gibran tidak harus berkantor di sana.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindir Balik Jokowi Soal Pemakzulan Gibran, FPP TNI: Tak Perlu Dijatuhkan, Reputasinya Sudah Jatuh

Sindir Balik Jokowi Soal Pemakzulan Gibran, FPP TNI: Tak Perlu Dijatuhkan, Reputasinya Sudah Jatuh

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 20:09 WIB

CEK FAKTA: Presiden Prabowo Utus Gibran ke Papua untuk Misi Perdamaian, Benarkah?

CEK FAKTA: Presiden Prabowo Utus Gibran ke Papua untuk Misi Perdamaian, Benarkah?

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:02 WIB

Wamen Noel Puas Banget Tertawa Lihat Wapres Ketemu Gibran KW di Tangerang

Wamen Noel Puas Banget Tertawa Lihat Wapres Ketemu Gibran KW di Tangerang

Entertainment | Rabu, 16 Juli 2025 | 17:45 WIB

Terkini

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×