Cara Malaysia Menghadapi Trump untuk Kurangi Dampak Negatif Tarif Impor

Muhammad Yunus

Rabu, 16 Juli 2025 | 21:05 WIB
Cara Malaysia Menghadapi Trump untuk Kurangi Dampak Negatif Tarif Impor
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim

Suara.com - Pemerintah Malaysia terus berupaya bernegosiasi terkait penerapan tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Guna mengurangi dampak negatif penerapan tarif tersebut terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Malaysia BERNAMA, di Kuala Lumpur, Rabu 16 Juli 2025.

Berharap bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemerintah AS menjelang kemungkinan penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap Malaysia mulai 1 Agustus, akan membantu mengurangi dampak terhadap industri maritim negara tersebut dan memastikannya tetap kompetitif.

la mencatat bahwa sektor maritim saat ini berkinerja baik, didukung oleh volume perdagangan yang lebih tinggi di pelabuhan yang dioperasikan oleh MMC Corporation Bhd dan Westports Holdings Bhd.

"Saat ini, kinerja kami baik. Kalau kita lihat pelabuhan-pelabuhan kami, kinerjanya sangat baik karena volumenya meningkat," ujarnya.

"Faktanya, kami sedang menunggu pengumuman dari Lloyd's List pada bulan Agustus ini yang akan mengonfirmasi bahwa Pelabuhan Klang termasuk dalam 10 pelabuhan tersibuk di dunia," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Loke, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan semua saluran diplomatik yang tersedia guna mengamankan kesepakatan yang lebih baik dengan AS.

"Kami memanfaatkan keunggulan diplomatik kami untuk menegosiasikan hasil yang lebih baik sehingga kami berharap dapat mengurangi dampak negatif apa pun," ujarnya.

baca juga

Diberitakan pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia akan melanjutkan negosiasi dengan AS menyusul penerapan tarif impor sebesar 25 persen pada produk Malaysia.

Loke mengatakan pelabuhan di Malaysia memainkan peran penting dalam perekonomian negara, mendukung perdagangan dan meningkatkan kemampuan logistik.

la mengatakan bahwa meskipun adanya ketidakpastian global, Malaysia telah mempertahankan posisinya sebagai pusat maritim terkemuka.

Loke mengatakan Pelabuhan Klang dan Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) terus memimpin, secara konsisten menempati peringkat di antara pelabuhan laut tersibuk di dunia, dan diharapkan akan menetapkan tolok ukur kinerja baru dalam beberapa pekan mendatang.

Di Malaysia sekitar 96,4 persen perdagangan negara ini diangkut melalui laut. Pada 2024, Malaysia mencatat kinerja perdagangan terbaiknya, dengan total perdagangan RM2.879 triliun.

Indonesia sendiri, melalui Presiden RI Prabowo Subianto, telah berhasil melakukan negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump atas tarif impor.

Dari hasil negosiasi, Indonesia dikenakan tarif senilai 19 persen, atau lebih rendah dari yang disebutkan sebelumnya sebesar 32 persen.

Nilai tarif impor 19 persen itu juga lebih rendah dibandingkan yang akan diterapkan AS kepada Malaysia sebesar 25 persen per Agustus 2025 nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ketok Tarif Impor 19% untuk Indonesia

Donald Trump Ketok Tarif Impor 19% untuk Indonesia

Foto | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:37 WIB

Sejarah Gajah Jadi Logo Partai Politik: dari Kartun Satire Amerika hingga PSI

Sejarah Gajah Jadi Logo Partai Politik: dari Kartun Satire Amerika hingga PSI

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:09 WIB

Ngobrol 17 Menit Lewat Telepon, Prabowo Puji Trump Negosiator Tangguh

Ngobrol 17 Menit Lewat Telepon, Prabowo Puji Trump Negosiator Tangguh

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:08 WIB

Terkini

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

×