Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Rugikan Industri Lokal

Denada S Putri, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 16 Juli 2025 | 21:28 WIB
Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Rugikan Industri Lokal
Peneliti Center of Economic and Law Studies atau Celios, Nailul Huda. [Ist]

Suara.com - Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat menuai kritik dari kalangan pengamat ekonomi.

Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengingatkan bahwa kebijakan yang melonggarkan akses produk-produk AS ke Indonesia dapat memperlemah posisi industri dalam negeri.

Dalam perjanjian tersebut, tarif impor barang dari Indonesia ke AS memang dipangkas dari 32 persen menjadi 19 persen.

Namun sebagai gantinya, pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk menghapus berbagai hambatan tarif dan non-tarif yang selama ini menghalangi masuknya produk Amerika ke pasar nasional.

Pemerintah juga sepakat untuk menyerap produk dari sektor energi, pertanian, dan aviasi Negeri Paman Sam.

"Untuk industri yang belum siap bersaing di ranah global, bebas tarif barang dari AS akan semakin menekan pangsa pasar industri dalam negeri. Mereka tidak akan mampu bersaing di tingkat global, di dalam negeri pun akan tertekan oleh produk impor," kata Huda saat dihubungi Suara.com, Rabu, 16 Juli 2025.

Huda menyoroti sektor teknologi sebagai salah satu yang paling rentan terdampak.

Ia menilai, produk teknologi lokal akan kesulitan menyaingi barang impor dari AS yang lebih unggul secara kualitas dan daya saing.

"Barang-barang elektronik akan menjadi barang yang jumlah impornya bisa meningkat. Jika begitu, konsep digitalisasi di Indonesia hanya dimaknai menggunakan barang berteknologi, tanpa menjadi produsen barang teknologi tinggi," ujarnya.

baca juga

Selain teknologi, produk pertanian, perikanan, dan perkebunan dari AS juga diperkirakan akan membanjiri pasar domestik.

Huda memperkirakan kondisi ini akan menyulitkan pelaku sektor primer dalam negeri.

"Selain itu, rencana reindustrialisasi Indonesia juga akan tergerus dan menyebabkan pembangunan industri kita akan semakin tertinggal," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo turut memberikan tanggapan atas kesepakatan dagang yang diambil lewat sambungan telepon langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

Ia menyambut positif penurunan tarif impor yang diberikan AS kepada Indonesia, meski menyiratkan bahwa target idealnya belum tercapai.

"Ya kalau puas ya nol persen," ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 16 Juli 2025 saat ditanya apakah dirinya puas dengan hasil negosiasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Kabar Baik? DPR Soroti Sisi Gelap di Balik Penurunan Tarif Trump untuk Produk Indonesia

Bukan Kabar Baik? DPR Soroti Sisi Gelap di Balik Penurunan Tarif Trump untuk Produk Indonesia

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 21:20 WIB

Donald Trump Ketok Tarif Impor 19% untuk Indonesia

Donald Trump Ketok Tarif Impor 19% untuk Indonesia

Foto | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:37 WIB

Prabowo Buka Suara Soal Tarif Impor AS: Semua Sudah Dihitung, Rakyat yang Utama!

Prabowo Buka Suara Soal Tarif Impor AS: Semua Sudah Dihitung, Rakyat yang Utama!

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:29 WIB

Terkini

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal

Bali | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

Rano Karno: Jakarta Boleh Makin Modern, Tapi Akar Sejarah Harus Makin Dalam

News | Senin, 21 September 2026 | 12:23 WIB

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Viral Kopdes Bakal Dibangun di Lokasi Taman Poltek Rumbai Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 12:22 WIB

Membungkam Alarm Token Listrik: Audit Kebiasaan Kecil yang Bikin Kantong Jebol

Membungkam Alarm Token Listrik: Audit Kebiasaan Kecil yang Bikin Kantong Jebol

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:22 WIB

Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub

Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub

Sulsel | Senin, 21 September 2026 | 12:21 WIB

Makin Bikin Penasaran, Ini Bocoran Episode Terbaru Serial Tante Sonya

Makin Bikin Penasaran, Ini Bocoran Episode Terbaru Serial Tante Sonya

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 12:21 WIB

Takut Coba Hal Baru, Intip Tips Winter aespa Memotivasi Diri Sendiri

Takut Coba Hal Baru, Intip Tips Winter aespa Memotivasi Diri Sendiri

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:20 WIB

BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal

BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal

Malang | Senin, 21 September 2026 | 12:18 WIB

×