Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

Selasa, 22 Juli 2025 | 12:29 WIB
Kepung Karhutla Riau: Ribuan Titik Panas Muncul, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca
Petugas saat memadamkan karhutla 1,5 hektare di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau. [Ist]

Suara.com - Pemerintah pusat mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang kembali marak di Provinsi Riau. Ribuan titik panas yang muncul sepanjang tahun ini, disertai sempat terdeteksinya asap lintas batas, memaksa para pejabat tinggi turun langsung ke lokasi.

Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar bersama Kepala BNPB memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menanggulangi api.

"Kondisi iklim dan cuaca di Provinsi Riau saat ini meminta perhatian kita bersama," kata Sulaiman dalam keterangannya, Senin, 21 Juli 2025.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) hingga 20 Juli 2025, situasi di Riau memang mengkhawatirkan. Total 4.449 titik panas telah terpantau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hilir yang menyumbang 1.767 titik. Angka ini disusul oleh Rokan Hulu (1.114) dan Dumai (333). Puncak kebakaran terjadi pada bulan Juli ini dengan total 3.031 hotspot.

Dari sisi luasan, lahan yang hangus dari Januari hingga Mei 2025 telah mencapai 751,08 hektare. Mayoritas kebakaran terjadi di lahan gambut (96,23%) yang sulit dipadamkan dan berada di areal penggunaan lain atau APL (85,78%).

Ancaman Asap Lintas Batas

Situasi sempat memburuk ketika asap dari Riau terdeteksi menyeberang ke negara tetangga. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengonfirmasi hal tersebut.

"Dari pantauan Satelit Himawari, memang sempat terdeteksi asap lintas batas pada 19 Juli 2025, terutama di wilayah Kabupaten Rokan Hilir," ujar Dwi.

Namun, ia menambahkan, "Per 20 Juli 2025, asap lintas batas tersebut sudah tidak terdeteksi lagi."

Baca Juga: Karhutla Terjadi di Kawasan Rimbang Baling, Kampanye Hijau Hanya Seremoni?

Menurut Dwi, arah angin dari tenggara ke barat laut membuat Riau sangat rawan menjadi sumber asap lintas batas selama musim kemarau.

Untuk memadamkan api, pemerintah menggabungkan operasi udara dan darat. Dari udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah digelar sebanyak 14 sorti dengan menyemai 12.600 kilogram garam (NaCl) untuk memicu hujan buatan. Operasi ini tak hanya berfokus di Riau, tetapi juga mencakup wilayah rawan lainnya seperti Sumatera Selatan, Jambi, dan sejumlah provinsi di Kalimantan.

Di darat, upaya pemadaman tak kalah gencar. Patroli Terpadu yang melibatkan tim Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) diintensifkan di 9 posko desa yang tersebar di Bengkalis, Dumai, hingga Siak.

Kementerian Kehutanan juga telah mengerahkan 120 personel Manggala Agni dari berbagai daerah, termasuk mengirim bala bantuan dari Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka bekerja bahu-membahu dengan tim dari Dinas Kehutanan, BPBD, hingga relawan dari Pertamina Hulu Rokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI