Bongkar Borok Orde Baru, Bimbim Slank Akui Pakai Taktik Lirik 'Tiga Makna' Demi Lolos Sensor

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 22 Juli 2025 | 14:59 WIB
Bongkar Borok Orde Baru, Bimbim Slank Akui Pakai Taktik Lirik 'Tiga Makna' Demi Lolos Sensor
Bimbim dan Ivanka Slank di YouTube Mahfud MD Official. [YouTube]

Suara.com - Pertemuan dua figur dari dunia yang berbeda, pentolan band rock legendaris Slank dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, membuka kembali kotak pandora tentang perlawanan di era paling represif dalam sejarah Indonesia.

Dalam obrolan mendalam di kanal YouTube Mahfud MD Official, terungkap strategi cerdik Slank dalam menyuarakan pemberontakan di tengah cengkeraman rezim Orde Baru.

Bimbim, drummer sekaligus pendiri Slank, secara terang-terangan mengakui bagaimana mereka harus memutar otak agar pesan perlawanan mereka sampai ke telinga publik tanpa terendus aparat sensor.

Lahir pada 1983, Slank sejak awal menahbiskan diri untuk "menyuarakan isi hati melalui lirik lagu yang bertema sosial, youth movement, politik, dan lingkungan hidup.".

Namun, menyuarakan kritik di era tersebut bukanlah perkara mudah. Bimbim pun membeberkan taktik 'kamuflase' lirik yang mereka gunakan.

Ia menjelaskan bahwa lirik-lirik Slank kerap dirancang dengan makna berlapis, sebuah siasat yang lahir dari kebutuhan.

"Terutama karena lahir di era Orde Baru yang mengharuskan berbicara secara tidak langsung," ungkap Bimbim dalam episode "Ruang Sahabat" tersebut.

Mahfud MD saat podcast bersama Slank. [YouTube]
Mahfud MD saat podcast bersama Slank. [YouTube]

Taktik lirik dengan makna ganda, bahkan tiga makna (double meaning, triple meaning) ini menjadi senjata utama mereka untuk mengkritik kekuasaan secara terselubung.

Strategi ini terbukti ampuh. Sejak album pertama mereka meledak pada 1990, lagu-lagu Slank menjadi anthem tidak resmi bagi para aktivis dan tokoh pro-demokrasi.

baca juga

Mahfud MD sendiri mengaku telah lama menjadi pengagum, terkesan dengan "semangat perjuangan, dakwah, dan pembangunan karakter yang disuarakan Slank melalui musiknya.".

Bagi Mahfud, Slank lebih dari sekadar grup musik. Ia melihatnya sebagai sebuah gerakan yang tak pernah lelah bersuara.

Mahfud MD melihat Slank bukan hanya sebagai band, tetapi juga sebagai gerakan perubahan yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial dan politik.

Konsistensi inilah yang membuat Slank tetap relevan puluhan tahun setelah reformasi bergulir. Jika dulu musuh utamanya adalah rezim otoriter, kini fokus kritik mereka tak pernah bergeser dari isu yang dianggap sebagai penyakit kronis bangsa: korupsi.

Ivanka, sang pembetot bass, dengan tegas menyatakan bahwa perjuangan belum usai.

"Masalah korupsi hingga kini masih sama dan Slank tidak akan lelah menyuarakannya," ujarnya.

Komitmen ini menjadi penegas bahwa semangat perlawanan Slank tidak terikat pada rezim tertentu, melainkan pada ketidakadilan itu sendiri.

Mahfud MD pun mengamini keresahan tersebut. Ia menyoroti betapa sulitnya memberantas korupsi dari dalam, di mana banyak orang baik yang terjebak dalam sistem korup ketika masuk ke dalam pemerintahan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menekankan bahwa akar masalah yang lebih dalam, seperti ketimpangan penguasaan lahan dan kekayaan, harus segera diatasi.

Menurutnya, solusi fundamental untuk bangsa ini sudah jelas: prioritas untuk menyelamatkan bangsa adalah menegakkan hukum dan keadilan.

Pernyataan Mahfud seolah menjadi penegasan atas apa yang Slank suarakan selama lebih dari tiga dekade. Lagu-lagu mereka telah menjadi arsip hidup yang merekam denyut nadi sosial-politik negeri ini.

Seperti yang diungkapkan Bimbim, "lagu-lagu Slank mencatat sejarah Indonesia dan perkembangannya.".

Perjuangan Slank keluar dari jerat narkoba yang juga dibahas dalam perbincangan itu, disebut Mahfud sebagai bukti nyata dari prinsip yang mereka usung.

Mahfud MD menyebut perjuangan Slank keluar dari narkoba sebagai contoh nyata revolusi mental. Transformasi personal ini semakin mengukuhkan kredibilitas mereka sebagai musisi yang tak hanya pandai bicara, tetapi juga menjalani langsung proses 'reformasi' dari dalam diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Alasan Pindah Haluan dari Jokowi ke Ganjar, Bimbim Slank Blak-blakan di Depan Mahfud MD

Bongkar Alasan Pindah Haluan dari Jokowi ke Ganjar, Bimbim Slank Blak-blakan di Depan Mahfud MD

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 14:48 WIB

Pestapora 2025: Kolaborasi Slank x Sal Priadi yang Tak Terbayangkan! Ini Kata Bimbim

Pestapora 2025: Kolaborasi Slank x Sal Priadi yang Tak Terbayangkan! Ini Kata Bimbim

Video | Selasa, 22 Juli 2025 | 12:05 WIB

Slank Bakal Kolaborasi dengan Sal Priadi di Pestaora 2025, Ditawari Dewa 19 Bimbim Tegas Menolak

Slank Bakal Kolaborasi dengan Sal Priadi di Pestaora 2025, Ditawari Dewa 19 Bimbim Tegas Menolak

Entertainment | Senin, 21 Juli 2025 | 16:20 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×